[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: Our Love

Our Love
Cast : choi siwon and YOU
Author : min HS ( @sakinahzafrina)

Ini murni dari otak mimin ^^

Kamu terbangun dari tidurmu saat hangatnya matahari pagi menusuk mata dan wajahmu.Kamu menggeliat malas dan meregangkan tubuh sambil mengumpulkan nyawa.Kamu melirik ke sebelah kananmu,tersenyum saat melihat suamimu sedang terlelap.Kamu lepaskan pelukannya dipinggangmu tanpa membangunkannya.Kamu berusaha berdiri saa sepasang lengan kekar kembali menarikmu kekasur dan mendekapmu erat.Ia berbisik “good morning chagi”
Kamu berusaha lepas dari pelukannya tapi itu sia sia karna ia mengunci erat tubuhmu.”aku akan melepaskanmu jika kau memberikan aku morning kiss” ujarnya sambil kembali mengetatkan pelukannya.Kamu menatap matanya yang tertutup menikmati wangi tubuhmu di pagi hari.”oppa belum gosok gigi” kamu berusaha menolak tapi sial ia tetap tidak bergeming.Kamu menaikan badanmu hingga wajahmu sejajar dengan wajahnya.Kamu kecup bibirnya perlahan tapi pasti. Dapat kamu rasakan senyumnya dibibirmu. Kamu akhiri morning kiss itu dengan mengecup kedua matanya
Akhirnya ia melepaskanmu,membuka matanya dan menatapmu dengan senyum jokernya.”kau tau? Aku selalu suka saat bibirmu menyentuh bibirku,rasanya hangat”Kamu tertunduk malu,kedua pipimu memanas dan dia tau itu.Dikecupnya keningmu lembut,kemudian menenggelamkan wajahnya di helaian rambutmu.”aku juga menyukai wangi tubuhmu,itu seperti vitamin untukku,boleh aku tau kau pakai sabun apa?”Dia terkekeh pelan mendengar perkataannya sendiri.Kamu semakin menenggelamkan dirimu di dada bidangnya. Tersipu mendengar pujiannya untukmu
Dia tertawa renyah saat merasakan wajahmu memanas didadanya. Diangkatnya tubuhmu dalam pelukannya.Dia berputar putar di tengah kamar kalian,membuat mu terasa terbang.Dia berhenti dan menurunkanmu,mengecup keningmu dan masuk ke kamar mandi.Kamu seperti berada di atas awan,dengan oleng kamu menuju dapur.Wajahmu masih memanas,dan tanpa kamu sadari kamu memasak sambil tersenyum bahagia.
Kamu bersenandung pelang,melantunkan nada nada lagu a day yang kamu gemari.Saat kamu membalikan omelet di atas wajan,kegaduhan terdengar dari pintu rumahmu,dan tak lama deru derap langkah dari semua teman suamimu bergema di seluruh rumah.”siwon hyuuuuung” suara lengkingan khas ryeowook dari bawah tangga rumah kalian membuatmu terlonjak kaget.Kamu yang paling tidak bisa mendengar nada berbicara yang tinggi langsung terisak.Kamu terduduk diantara meja pantry menekuk lututmu dan menenggelamkan wajahmu disana”oppaaaa” kamu berseru lirihSaat kamu rasakan genggamannya dipundakmu kamu mengangkat wajahmu dan tanpa aba aba kamu menghambur ke pelukannya,menumpahkan air matamu disana.Diusapnya punggungmu pelan,menenangkanmu dengan cinta dan sayangnya
Dilepaskannya dirimu dari pelukannya,ditatapnya ryeowook dengan kesal,yang ditatap hanya nyengir dan melangkah kearahmu”mianhae saeng,tadi oppa lupa kau tidak suka suara berisik,maafkan oppa ya” dia memasang aegyonya di hadapanmu,kamu mengangguk dan tersenyum lemah.Kamu mengalihkan pandanganmu ke siwon “oppa ada acara?” dia mengangguk dan menatapmu dengan pandangan bersalah “maaf,oppa tau oppa akan membatalkan janji untuk nonton bersama lagi,maafkan oppa ya” dia menggenggam tanganmu erat dan mengecup pipimu yang chubby itu
Kamu mengangguk lalu tersenyum,kamu menyadari resiko menjadi istrinya akan sering ditinggal. Ditariknya kamu hingga berdiri lalu dia membantumu menghidangkan sarapan. Semua member makan bersama dan kamu juga ikut terbawa suasana.Begitu semua selesai dengan sarapannya mereka pamit. Kamu mengantar siwon hingga pintu depan,kamu menatapnya dan ia juga menatapmu. Ia tersenyum,menundukan badan hingga sejajar dengan wajahmu,mengecup keningmu,matamu,hidungmu,dan kemudian bibirmu. Dipeluknya dirimu dan menghembuskan nafasnya di lehermu,kamu merasa nyaman. Perlahan ia lepaskan dan mulai beranjak pergi. Kamu melambaikan tanganmu padanya sebelum ia benar benar menghilang.Kamu masuk dan mengunci pintu rumahmu. Kamu pandangi rumah mungil ini,sudah 1tahun kamu hidup bersamanya. Melewati waktu dengan cinta,sayang dan kebahagiaan. Setiap kali ia pergi kamu tak begitu kesepian,karna disetiap sudut rumah telah kalian hiasi dengan pelukan hangat dan kecupan kecupan ringan yang terkadang membuatmu melayang.
Kamu membereskan piring piring kotor yang menumpuk di meja makan. Saat mencuci piring itu ingatanmu kembali melayang pada awal awal pertemuanmu dengan siwon.Kamu sedang menatap makam oppa mu,oppa tersayangmu yang pergi tanpa pamit dan meninggalkanmu sendiri. Namun dibalik kepergiannya dia ternyata telah menyiapkan kejutan manis untukmu,pengganti dirinya yang akan menjagamu seperti dia. Ditengah deras hujan siwon datang dan menarikmu kepelukannya. Keesokan harinya siwon menggiringmu ke tempat pernikahan kalian yang bernuansa biru lembut,warna favoritmu. Malam pertama pernikahanmu kalian habiskan di sebuah resort yang mewah,berbaring dipinggir pantai dan menatap bintang berdua. Dia merangkulmu,meletakan kepalamu dilengan kanannya dan menyembunyikan wajahmu didadanya. Menceritakan sebuah dongeng indah yang membuatmu terlelap dipelukannya
Selama 1tahun ini kamu membanun kepercayaan untuknya,kepercayaan untuk memelukmu menyentuhmu menciummu dan membahagiakanmu. Dia memperlakukanmu bagaikan ratu. Menuruti semua keinginanmu,mengabulkan permintaanmu bahkan ia rela membatalkan acaranya di berbagai stasiun tv hanya untuk menemanimu dirumah. Kamu tau ia begitu mencintaimu,begitu pun dirimu yang tak dapat berjauhan darinya. Pernah ia memarahimu hanya karna kamu mandi hujan ditaman belakang.
Kamu tidak mau keluar kamar sampai 2 hari,ia sudah membujukmu dengan segala cara agar kamu mau memaafkannya yang membentakmu.Ia bahkan sampai rela mengalahkan rasa cemburunya pada yesung karna kamu begitu mengagumi hyungnya yang satu itu. Ia meminta yesung untuk bernyanyi di depan kamar kalian. Dia juga membelikanmu berbagai macam jenis coklat. Kamu akhirnya membuka pintu. Ia berusaha menjelaskan padamu bahwa ia hanya tidak ingin kamu sakit. Dan malam itu kalian habiskan dengan bercengkrama di bathup kamar mandi. Berendam dengan air dingin tapi terasa hangat karna kamu berada di dekapannya
Keesokan harinya kalian menderita demam hebat tapi bukannya pergi ke dokter kalian malah memakan ice cream ditempat favorit kalian hingga suaranya hilang. Kamu tertawa mengingat kejadian itu.Setelah piringmu selesai dicuci,kamu menghidupkan tv karna ada super junior di salah satu stasiunnya. Kamu baru akan mengambil cemilan saat telphon rumahmu berdering. Kamu bergegas mengangkatnya dan tertegun saat tau siapa yang berbicara denganmu. Seorang wanita.
Sebuah percakapan singkat terjadi antara kamu dan wanita itu. Kamu hanya diam mendengarkan penuturannya. Yang mengatakan bahwa ia tadi sudah ada janji dengan suamimu. Kamu terhenyak. Ingin bertanya apa maksudnya tapi hati berkata lain. Kamu menahannya karna kamu yakin siwon tidak akan mengkhianatimu begitu saja. Setelah kamu meletakan kembali gagang telphon itu kamu menjadi termenung dan bertanya. Siapa gadis itu? Kenapa siwon tidak bilang ada janji dengan seorang wanita? Perlahan hempasan ombak rasa sakit menerpa hatimu,melemparmu ke pinggir pantai dan kembali menarikmu ke tengah laut. Air matamu terjatuh memikirkan apapun yang mungkin terjadi antara mereka. Suamimu dan wanita itu.
Sekitar jam 11 malam siwon pulang kerumah,ia mendapati kamu tengah terlelap diruang tengah. Di gendongnya tubuhmu dan dibawanya ke kamar kalian. Perlahan diletakannya tubuhmu dikasur. Setelah itu dia mandi dan berbaring disebelahmu. Kamu merasakan kasur bergoyang saat ia naik,kamu terbangun dari tidurmu “maaf mengganggu tidurmu chagi” kamu hanya menatapnya dalam keremangan kamar kalian. Rasa takut akan kehilangan dirinya mendera hatimu. Kamu merebahkan kepalamu di dada bidangnya,ia yang tengah bersandar pada kepala tempat tidur sedikit tersentak saat kamu perlahan naik dan menempatkan wajahmu dilehernya. Sejenak hanya keheningan yang meliputi kalian,kamu masih ragu untuk bertanya siapa wanita itu. Dan akhirnya setelah segala kemungkinan terburuk menghantuimu kamu memberanikan diri untuk bertanya pada suamimu. Lebih baik kamu disakiti oleh kenyataan daripada dibahagiakan oleh kebohongan bukan?
“oppa?” kamu memanggilnya tanpa memandang siwon yang terlena karna hangat nafasmu. “kenapa? Ada yang ingin kau sampaikan padaku?” ia bertanya padamu sambil menarikmu semakin dekat “tadi… Ada wanita yang menelfon kerumah,ia mencarimu,dan ia bilang oppa telah berjanji untuk bertemu dengannya. Dia siapa oppa? Oppa tidak mengkhianati ku kan?” kamu menumpahkan semuanya tanpa terkendali. Seakan takut mendengar jawabannya kamu menutup telingamu dengan tangan. Ia menurunkan tubuhnya hingga wajah kalian berhadapan. Dilepaskan tangan yang menutupi telingamu. “kau tau kenapa aku menikahimu?” pertanyaannya membuatmu tertegun “aku yakin kau pasti berpikir bahwa aku melakukannya karna Junsu hyung menitipkanmu padaku. Tapi kau salah. Aku melakukannya karna aku mencintaimu. Jujur aku katakan,di awal pernikahan kita aku tidak setia padamu. Aku lelaki normal sayang,aku pasti akan tergoda jika ada wanita yang dekat denganku. Perlahan kau menunjukan rasa percayamu padaku,sejak itu jugalah aku tak tau mengapa aku selalu menganggap semua wanita diluar sana adalah dirimu. Suatu hari aku sadar kenapa aku begitu. Karna kau mempercayaiku. Rasa percayamu yang penuh kepadaku membuatku sesak setiap kali ada wanita lain disampingku. Aku takut kehilangan kepercayaanmu. Kehilangan senyum manismu untukku” kamu terpaku tak mampu berkata. “jika kau percaya padaku,janganlah berpikir macam macam lagi,jangan menangis lagi” kali ini kamu tersentak,bagaimana ia tau kamu menangis? Pikirmu. “aku sakit sayang,setiap kali kau menangis hatiku sakit,meskipun kau tidak ada disampingku” kamu terharu,kalian telah menjadi satu,saling merasakan apa yang terjadi,ia menatapmu kembali dengan senyumannya “kau mempercayaiku kan?” kamu mengangguk dan ia menciummu hangat “terimakasih” dia berbisik ditelingamu,sebelum kalian menembus tingginya langit malam dan terlena dalam surga yang memabukan,merasakan keindahan satu sama lain
Hangat matahari pagi kembali mengusik tidurmu. Tapi bukan di wajahmu,tetapi di punggungmu yang terbuka. Kamu menggeliat aneh dalam pelukan suamimu,menatapnya dan mengerucutkan bibirmu “oppa sudah bangun kan?” kamu mencubit pinggangnya pelan, “hahahaha bagaimana kau bisa tau sayang? Apa actingku kurang bagus?” kamu mendengus kesal “mana ada orang tidur yang matanya berkedut kedut seperti oppa” ia tertawa membahana menikmati ekspresi kesalmu. Kamu menatapnya intens,masih terbebani oleh satu pertanyaan. “oppa? Oppa belum menjawab pertanyaanku” dia berhenti tertawa dan menatapmu heran “pertanyaan yang mana?””siapa wanita itu?” bukannya menjawab dia malah menyembunyikan wajahnya dilekukan lehermu “apakah aku harus menjawabnya?” kamu memukul bahunya “tentu saja harus” dia kembali tertawa “dia bukan siapa siapa,dia kakaknya kyuhyun,cho ahra. Jangan cemburu begitu” kamu tersipu malu, “aku tidak cemburu,hanya bertanya” kamu mengelak saat ia menatapmu. Ia tersenyum nakal dan mencium dagumu lembut. Kamu kegelian.
Kamu kembali sendirian hari ini. GDA osaka membuatmu ditinggal oleh siwon. Kamu benar benar merindukannya,tapi kamu tidak dapat melihatnya tampil karna ada acara di rumah eomma siwon hari ini. Kamu mulai melupakan kesedihanmu,bercanda tawa dengan keluarga siwon memang selalu menyenangkan. Pukul 10 malam kamu pamit pulang diantar oleh supir pribadi ayah mertuamu. Tanpa kamu sadari gulungan badai mahadahsyat menantimu di depan sana. Membuatmu terjatuh,menangis,bangkit dan terjatuh lagi.
Kamu baru saja selesai membereskan kamarmu saat bel rumahmu berdering,setengah berlari kamu menuruni anak tangga dan meraih handle pintu. Ternyata tukang pos,ia memberikanmu sebuah bingkisan. Kamu meletakan bingkisan itu di dapur,lalu mulai membukanya. Ada beberapa lembar foto. Kamu tertegun melihatnya,suamimu. Dengan wanita lain. Gelombang rasa sakit menderamu. Memberikan rasa takut yang tergambar jelas. Sayup sayup tv di ruang tengahmu menampakan siwon di sebuah acara. Mc bertanya siapa kekasihnya,dan photo itu tampak di layar tv mu. Buram. Sejenak kegelapan mendekatimu. Sebelum rasa sakit menghampiri tubuhmu,hatimu telah hancur lebih dulu
Kamu tersadar dari gelapnya duniamu. Wangi maskulin suamimu membuatmu kembali ke dunia nyata. Tampak siwon mengenggam tanganmu erat. Memandangmu dengan cemas. Pusing mendera kepalamu “kau tidak apa apa sayang?” siwon mendekati wajahmu dan menempelkan keningnya dikeningmu. “badanmu panas,kau kenapa?” mendengar pertanyaannya kamu kembali menangis. “oppa jahat,oppa bohon padaku. Gadis itu bukan cho ahra,dia kekasih oppa dulu” siwon kaget mendengar penuturunanmu. “dia hanya masa laluku,dan kau masa depanku” ia mencoba menenangkanmu “tapi ia datang lagi,dan kenapa oppa bohong padaku?” “aku hanya tidak ingin kau khawatir” kamu membuang pandanganmu,dan kamu tersadar bahwa kamu tidak dirumahmu saat ini. “ini dimana?” tanyamu tanpa menatapnya. “para wartawan mengejarku,aku tidak ingin kau mendapatkan masalah juga,jadi untuk sementara kau tinggal dengan eeteuk hyung dan sora noona”
Kamu terhenyak,menurutmu itu bukan alasan sesungguhnya “oppa bohong,oppa pasti tidak ingin aku tau bahwa oppa selingkuh,iya kan? Oppa jahat,aku benci oppa” kamu menangis sesegukan sambil menulu dada siwon. Kamu merasa dikhianati olehnya. Kamu kecewa. Dia menatapmu tidak percaya bahwa kamu berfikir begitu “apakah kini kau begitu membenciku? Kau tidak percaya lagi padaku? Aku mencintaimu,tak seharusnya kau ragukan itu. Jangan berpikir aku mengkhianatimu lagi,itu tak akan pernah begitu. Aku bukan tipikal lagi yang mudah jatuh cinta,tapi jika aku mencintai sesdorang aku akan melakukan segala cara untuk membuktikannya” siwon mendekapmu erat,seakan tak ingin kau lari kemanapun,tak rela kehilanganmu. Kamu tak membalas perkataannya. Hanya masih menangis terisak. Terasa setetes air mengalir di pundakmu. Siwon menangis
Kamu hendak melepaskan diri dari pelukannya,ingin memastikan apakah ia menangis atau tidak,tapi ia menahanmu. Tak ia biarkan kamu lepas darinya,ia sungguh terisak. Ia menunjukan kelemahannya di hadapanmu. Ia menangis untukmu. “aku mohon,percaya padaku. Aku mencintaimu,tak ada yang lain,hanya dirimu. Saat ini dan selamanya hanya dirimu. Jangan ragukan aku. Jangan benci aku. Aku akan melakukan segalanya agar kau percaya lagi padaku. Kumohon” bahunya berguncang hebat “tak apa jika kau tak lagi mencintaiku,tapi jangan ragu padaku” ia menatapmu. Matanya merah,pipinya basah. Tak kamu sangka ia benar benar menangis. Kamu tersentuh,kamu hapus air matanya,kamu kecup pipinya. “tunggulah disini,aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya. Lalu kita akan tinggal bersama lagi. Aku janji. Untuk sementara kau disini dulu. Aku akan menjemputmu” kamu mengangguk. Kamu ingin memberinya kesempatan lagi,karna jauh di hatimu pun kamu mempercayainya. Ia tersenyum padamu “terimakasih sayang. Tapi jangan pernah menangis. Karna kalau kau menangis aku akan terluka. Tersenyumlah agar aku tenang. Dan jangan kau dengarkan kabar apapun di tv kecuali jika aku yang memberitahumu. Kalau eeteuk hyung macam macam dengan sora noona kau masuk kamar saja. Ku dengar mereka dalam rencana membuat dimple junior” kamu tertawa mendengar leluconnya.
Kamu masih berada dalam pelukan siwon,mendengarkan semua nasihat dan permintaannya agar kamu bersabar. Kamu hanya diam,dan dia berpikir kamu tidur. Perlahan dilepaskannya kamu tapi reflek kamu memeluknya lagi. “kau belum tidur sayang?” kamu menggeleng di dadanya “oppa jangan pergi,temani aku dulu ya? Jangan pergi sekarang oppa. Aku takut” kamu mengetatkan rangkulanmu di lehernya. “takut? Apa yang kau takutkan?” dia mencoba memberikan pengertian padamu “aku takut melihat punggung oppa yang perlahan meninggalkanku. Aku takut oppa tak akan kembali. Aku takut oppa. Ku mohon,perginya nanti saja. Temani aku dulu” siwon mengangguk dan mengusap lembut punggungmu. Kalian bercengkrama sepanjang malam. Kamu berada dalam pelukannya,sementara dia bersandar di kepala tempat tidur. Kepalamu tepat di dadanya,mendengar detak jantungnya bagaikan lagu untukmu. Saat rasa kantuk mulai merambati matamu kamu meminta siwon untuk bernyanyi. Dan ia memilih satu lagu,lagu yang mewakili perasaannya saat ini,mewakili segala isi hatinya. MY ALL IS IN YOU
Setelah memastikan kamu terlelap,perlahan siwon melepaskan tautan lenganmu di lehernya. Direbahkannya tubuhmu di kasur,mengatur posisimu senyaman mungkin. Kamu menggeliat sejenak ia terdiam menatapmu. Membelai rambutmu,mengecup keningmu. Di tatapnya wajahmu. Terlihat jelas dari matanya bahwa ia begitu mencintaimu. “aku ditakdirkan untuk membuatmu tersenyum,tapi aku sendirilah yang menyebabkanmu menangis. Maafkan aku. Ku mohon maafkan aku seberapa mampunya dirimu. Aku mencintaimu. Sangat.” perlahan air matanya kembali merebak. Ia bangkit dan menuju pintu kamar,dengan ketidak relaan ia melangkah menjauh meninggalkanmu yang sedang terlelap. Di tatapnya kamu sekali lagi,mengulaskan sebuah senyum penuh keyakinan ia bergumam “aku akan menyelesaikannya. Aku berjanji” dan ia pun pergi. Dalam tidur kamu bermimpi kamu berada pada suatu tempat sempit berwarna merah. Kamu menatap dirimu dari cermin di luar tempat sempit itu. Kamu terkurung dalam sebuah jantung. Ya. Kamu berada di jantung suamimu
Jantung tempat mu berada berdenyut cepat saat air matamu menetes karna terharu. Berdenyut makin cepat dan cepat. Kamu tersentak,ini yang akan terjadi saat kamu menangis. Jantung siwon akan berdetak tak teratur. Dapat kamu rasakan sakitnya. Tersentak kamu bangun dari tidurmu,peluh menetes di pelipismu. Kamu melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa siwon sudah tak ada disana. Matamu mulai memanas kamu bequsaha untuk tidak menangis karna kamu sadar itu akan berdampak serius pada perasaan siwon. Kamu beranjak keluar kamar mencari eeteuk dan sora. Mereka berada di taman belakang rumah ini,sedang bercengkrama seperti yang biasa kamu dan siwon lakukan. Perasa anmu kembali gundah,belum genap sehari siwon meninggalkanmu kamu sudah merindukannya. Hatimu sakit,sesak terasa di dadamu,kamu merindukan suamimu. Air matamu menetes tanpa dapat kamu bendung. Jauh di sebuah rumah. Siwon mengerang menahan sakit di dadanya.
Siwon mengerang,dadanya sakit. Ia meraih photomu yang terletak di meja tv di tekannya photo itu ke dadanya yang berdenyut cepat. “aaarggggh” ia mengerang dan jatuh tersungkur. Ia menggumamkan namamu,memanggilmu lirih. Ditengah tangis,kamu mendengar sayup sayup namamu terucap. Kamu diam menyeka air matamu dan mendengarkan dengan seksama. Itu suara suamimu. Iamemanggilmu,menggumamkan namamu. Kamu sadar bahwa kamu telah membuatnya terluka. Dalam hati kamu bertekad untuk tetap tegar agar siwon tak terluka lagi. Kamu berdiri dan melangkah menuju pasangan yang tak lama akan berbuat macam macam itu. “oppaaaaaa aku lapar”.
Hari hari kamu lalui tanpa siwon,hanya ditemani sora yang makin lama makin gendut karna tengah hamil. Kamu menemani sora berbelanja baju baby,membeli perlengkapan baby. Kamu ikut larut dalam ketegangan karna kandungan sora yang menginjak usia 5bulan. Tapi tidak mengurangi rasa rindumu pada siwon. Tiap hari kamu menunggu kabar darinya. Berharap ia menghubungimu. Tiap kali hp mu berbunyi kamu hara itu dia. Tiap kali ada tamu kamu berharap itu dia. Tiap malam sebelum tidur kamu menciumi photonya. Tapi ada yang tak kamu ketahui. Saat kamu telah terlelap,siwon datang dan menciummu
Tak terasa usia kandungan sora sudah menginjak 9bulan,tapi tetap belum ada kabar dari siwon. 9bulan tanpanya cukup membuatmu belajar menjadi dewasa. Belajar hidup mandiri tanpanya. Hari ini kamu merasa badanmu tak nyaman,persendianmu ngilu semua. Batuk dan flu menyerangmu,dibalik cuaca yang memang tidak menentu faktor lainnya karna kamu malas makan. Kamu terlalu merindukan siwon. Bahkan ulangtahunmu kemarin kamu lalui tanpanya. Padahal kamu berharap ia datang dan menciummu seperti biasa. Kamu termenung di balkon kamarmu. Memandangi langit malam yang tanpa bintang. “langit juga sendiri malam ini,sama sepertiku” gumammu. Tapi tak lama sebuah bintang muncul. Kamu semakin sedih “bahkan langit pun tak mau jadi temanku. Oppa jahat” kamu mulai terisak. Sebuah suara berat mengagetkanmu dari belakang “tapi aku sudah ada,dan kau tidak sendiri lagi” kamu berbalik dan mendapati siwon disana. Tersenyum manis
Kamu masih menatap siwon yang merentangkan tangan menyambut pelukanmu. Tapi kamu tak berlari kearahnya. Hanya menatap dia dengan penuh keterkejutan. “kamu tidak mau memeluk op pa sayang? Kamu tidak merindukan oppa?” dia menatapmu dengan pandangan kecewa. Kamu juga balas menatapnya “oppa bohong. Oppa bilang oppa akan cepat menjemputmu tapi oppa meninggalkankudengan kakek tua itu disini. Oppa jahat oppa jahaaat” kamu menumpahkan segalanya,menangis hebat. Siwon tersenyum menatapmu,menahan sakit di dadanya. Ia melangkah maju,memelukmu erat. Mendekapmu dalam kurungan lengan kekarnya,kamu memukul mukul punggungnya sambil tetap menangis. “oppa jahat oppa jahaaaat” kamu berteriak histeris. Ditahannya semua rasa sakit yang kamu berikan didada dan dipunggungnya. Kamu perlahan mulai tenang,hanya isak tangismu yang terdengar. “oppa hanya tidak ingin kau jadi korban gosip itu sayang. Oppa tidak mau kau terganggu karna kabar yang mengatakan bahwa oppa kembali berhubungan denan wanita itu” kamu tak menyahut,hanya mendengarnya “dan kini oppa kembali,tidak akan ada lagi yang mengganggu kita. Oppa janji. Hanya ada kamu dan oppa. Hanya ada kita” kamu mengangkat wajahmu,menatapmya,berusaha mencari kebohongan disana. Tapi hanya ad sepasang mata yang menatapmu dengan penuh kerinduan,penuh rasa cinta dan sayang. Kamu tersenyum padanya. Dia mencium bibirmu
Kamu tersipu malu,pipimu memerah kamu menggeng geleng kan kepalamu saat dia kembali menciummimu. “oppa? Aku ngantuk” kamu menguap lebar ia mendekap mulutmu lalu mencium pipi tembemmu. “kamu cantik” ujarnya dengan tulus. Kamu menatapnya bahagia. Dia menggendongmu menuju kasur dan meletakkanmu perlahan. Dia duduk di samping mu. Membelai lembut pipimu dan kembali menciumimu. Kamu memejamkan mata,merasakan lembutnya bibir siwon di wajahmu. Dan saat ciumannya terhenti kamu menatapnya,ia tersenyum padamu. Praang. Bunyi pecahan dan erangan kesakitan dari dapur membuat kalian kaget. Siwon berlari kebawah,dan saat ia kembali ia memandangmu penuh takjub. “sora noona akan melahirkan”
SEOUL HOSPITAL. Kalian saling bergenggaman tangan dengan cemas menanti kelahiran dimple junior ke dunia. Seluruh member super juninor juga merasakan ketakutan yang sama. Bahkan donghae sampai pingsan. Eeteuk sedang menemani sora di dalam ruang bersalin,mereka memilih kelahiran normal. Kamu membenamkan wajah ke dada siwon tiap kali teriakan sora terdengar. Meremas kemejanya ketakutan,ia mengelus belakang kepalamu. Setelah hampir 2jam menunggu akhirnya baby itu lahir,suara tangisannya yang memekakan telinga terdengar merdu olehmu. Seperti nyanyian para malaikat di surga. Setelah sora dipindahkan keruang perawatan kalian semua masuk. Kamu memperhatikan baby yang di gendong sora. Alis mata dan hidungnya duplikat eeteuk. Sedangkan mata dan bibirnya duplikat sora. Karna selama kehamilannya sora selalu bersama heechul,kulit anak mereka jadi seputih heechul. Perpaduan yang sangat manis. Baby girl ini sangat cantik. Dan seperti biasa,magnae selalu bisa membuat eeteuk jantungan dia berkata “hati hati kakek tua soo man mungkin saja akan menjadikannya trainee saat ia baru bisa berjalan” mendengar itu eeteuk langsung berteriak histeris “ANDWAEEEE”
Kamu terbangun saat suara pintu yang didorong oleh kaki siwon terdengar begitu keras. Ternyata siwon menggendongmu yang ketiduran saat jalan pulang tadi. Kamu menggeliat dan ia baru sadar kalau kamu terbangun “apakah aku membangunkanmu lagi sayang?” kamu tersenyum sebagai jawabannya. Diturunkannya tubuhmu diantara tumpukan bantal. Kamu menatapnya yang mulai melepaskan pakaiannya satu persatu. Ia menindihmu. “aku rindu padamu” ujarnya tepat ditelingamu. Kamu kegelian dan sedikit memalingkan wajahmu darinya. Ia tersenyum menghadapimu yang malu malu. Direngkuhnya wajahmu agar menatapnya. Diciumnya bibirmu dan kalian kembali dalam perjalanan menuju istana surga.Setelah pelepasan dan kebahagiaan itu tercapai siwon bangkit dan hendak melepaskan penyatuan kalian. Tapi kamu menahannya,kamu tautkan lenganmu dilehernya. Ia menatapmu heran. “kenapa sayang?” ia mengelus pelipismu,kamu menggelengkan kepalamu. Dengan sedikit mendesah kamu berbisik padanya. “aku mau punya baby” ia menatapmu terkejut. Kamu tersenyum nakal dan mengedipkan satu matamu. “tadi kau bilang apa?” ia masih belum percaya dengan perkataanmu. “aku bilang aku mau punya baby. Aku mau punya siwon junior. Oppa mau kan membantuku membuatnya? Atau aku minta pada yesung oppa saja?” dia masih tetap diam “jadi oppa sungguh tidak mau? Baiklah,aku akan menelfon yesung” dia berteriak frustasi lalu melemparkan ponselmu yang terletak di nakas tempat tidur kalian “ANDWAEEEE”
END
Jangan lupa di comment,dan jangan di plagiat ^^

About SJForIndonesia

We're fanbase dedicated for SUPER JUNIOR! we're from INA^-^

Posted on 2012/08/11, in FanFic and tagged . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. luar biasa bgt min, nangis :’) aga ngakak jg pas bagian si kyu😄
    ff paling bgs yg prnh aku baca sampe hri ini😀

  2. Lumayan deh yaa ff nya, tapi lebih menarik lagi kalau ff nya ditambah klimaks yg lebih gitu biar suasananya lebih tegang. Dan kalimatnya jangan terlalu mendayu atu bertele yg bisa buat pembaca bosan. Mian yaa, gomawo ^^

  3. Waaaaaah, bener2 bkin ngefly, prsaan jdi iktan naik trun, kcewa, sdih, cmburu, bahagia, cmpur aduk jdi 1 °•♥(>̯┌┐<)•°
    4 thumbs up, aniyo, 10000000000000000 thumbs up

  4. Acie cie siwon oppa so sweet banget..
    Keren thor ffnya DAEBAK!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: