[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: Our love (sequel)

Our love (sequel)

Cast : choi siwon and YOU

“ANDWAEEEE”Siwon memandangimu yang mengerucutkan bibirmu menggembungkan pipimu dan menolak untuk menatapmu. Ia menghela nafas panjang “sayang,punya baby itu tidak mudah,kau harus jadi gendut dulu”Dia mencoba membuat pikiranmu teralihkan dari rencana “making baby”mu. Saat kamu masih tetap menolak menatapnya ia menyentuh dagumu dan tersenyum. “aku mencintaimu sungguh mencintaimu. Aku tak ingin kau kewalahan mengurus baby kita sendirian,aku akan sangat sibuk untuk ke depannya. Aku tak bisa membantumu. Jadi untuk saat ini kita belum bisa punya baby. Kalau waktunya sudah tiba aku akan memberikannya untukmu”

Kamu tetap tak mau memandangnya masih pura pura marah. Padahal sesungguhnya kamu juga mulai mencerna kata katanya. Tapi pemikiranmu yang masih kekanak kanakan berkata lain,kamu merasa ia tidak mau punya anak darimu. Dan kamu merasa tertolak,itu sama saja bahwa ia tak ingin menyentuhmu lagi. Perlahan air matamu menetes,ia panik menghadapimu yang mulai menunjukan gejala akan menangis histeris. “aduh sayang,jangan menangis dong. Aku takut kalau kamu menangis,nanti kalau aku mati gimana?” kamu diam dan menjawab ketus “ya sudah opa mati saja sana”

Sanking kesalnya kamu melempari siwon dengan bantal bantal di kamarmu. Ia langsung berteriak berusaha menghentikanmu tapi kamu tak mau mendengarkannya kamu malah makin brutal. Melempari semua yang ada disekitarmu. Tapi semua tindakan gilamu terhenti saat siwon menarik tanganmu lalu mengecup bibirmu. Matamu melotot dan kamu berusaha melepaskan ciumannya,setelah terlepas ia menatapmu tajam. “aku belum mau punya baby sekarang. Coba sekali ini kau mematuhiku. Aku sibuk jadi jangan menambah bebanku dalam waktu dekat ini. Jangan sampai emosiku naik lagi” jelas sekali bahwa ia sudah mulai marah padamu.

Siwon memungut bajunya yang berserakan lalu masuk ke kamar mandi. Setelah selesai ia memakai baju tidurnya dan mengambil koper besar yang biasa ia bawa saat tour. Diseretnya koper itu keluar, dan tindakan selanjutnya membuatmu benar benar terkejut. Ia mengambil bantalnya dan selimut tebal dari lemari penyimpanan disudut kamar kalian lalu ia kembali keluar. Kamu berlari dan mengikutinya berusaha mencegahnya tapi ia mengabaikanmu lalu masuk ke kamarnya dulu. Memang selama 3bulan diawal pernikahan kalian tidur terpisah. Kamu mencoba membuka pintunya tapi terkunci. Kamu mengetuk pintunya tapi siwon malah menghardikmu “jangan ganggu aku” ujarnya sambil berteriak

Kamu terkejut lalu kembali ke kamar dengan linangan air mata. Kamu benamkan wajahmu di bantal lalu menangis sejadi jadinya. Dada siwon langsung sakit dan dia tahu kamu menangis,tapi ia benar benar marah kali ini. Jadi ia mengabaikan rasa sakit itu dan mulai memejamkan mata. Karna rasa lelah yang dialaminya ia pun tidur. Kamu masih tetap menangis hingga akhirnya kamu tertidur karna terlalu banyak mengeluarkan air mata. Dalam tidur kamu bermimpi siwon meninggalkanmu sendiri karna ia bertemu dengan cintanya yang lain. Kamu tidur dalam gelisah

Esok paginya kamu terlonjak kaget saat mendengar dering hp mu. Ternyata hanya sebuah pesan dari teman campusmu dulu. Kamu mencari disekeliling kamar tapi tak ada siwon disana. Kamu baru ingat kalau tadi malam kalian tidur terpisah. Kamu pergi ke kamarnya,tapi kosong. Ia sudah pergi pagi pagi sekali tanpa pamit padamu. Hatimu kembali sakit. Kamu menyesal telah menuduhnya yang tidak tidak,telah marah marah padanya. Kamu coba untuk menelfonnya tapi ia mengabaikan panggilanmu. Dan saat kamu menelfon untuk yang ke 5 kalinya nomornya tidak aktif,kamu kembali menangis. Di dorm superjunior siwon mencoba mengabaikan sakit yang ia rasa. Ia benar benar marah padamu

Kamu tidak makan apapun hari ini karna siwon masih marah padamu. Dan yang kena imbas kemarahan siwon adalah eunhyuk. Saat siwon melakukan kesalahan di latihan dance bukannya eunhyuk yang marah pada siwon. Tapi siwon yang marah pada eunhyuk dan hal itu membuat semua member heran. Tak biasanya siwon begitu emosi seperti ini. Apalagi setelah bersamamu,siwon malah tidak pernah bisa berhenti tertawa. Eeteuk yang menyadari adanya konflik antara kalian hanya dapat menunggu waktu yang tepat untuk bicara dengan dongsaengnya itu. Hari sudah menunjukan pukul 12 malam tapi kamu masih setia menunggu siwon di ruang tengah. Sayup sayup terdengar suara mesin mobil memasuki garasi rumah kalian. Kamu berlari menuju pintu untuk menyambut siwon,tapi saat mendapatimu di sana siwon tampak tidak peduli dan langsung menuju kamarnya. Blam. Pintu terbanting keras. Dan air matamu kembali turun

Sama seperti kemarin saat kamu bangun siwon sudah tidak ada di kamarnya. Kamu membula kulkas dan mengambil sekantung sereal dan sußu untuk sarapanmu pagi ini. Selesai sarapan kamu membereskan rumah yang seperti kapal pecah dan bertaburan tissu dimana mana saat kamu menangis seharian kemarin. Kamu menata ulang rumahmu sendirian. Mendorong sofa ke sisi lain,menggeser lemari pajangan dan mengganti permadani. Semuanya kamu kerjakan dengan penuh kesedihan. Kamu memakai semua yang dapat memubuat siwon nyaman,apapun yang ia sukai. Tapi saat ia pulang tanpa melihatmu ia masuk kamar dan mengunci pintu. Malam itu jarum jam menunjukan angka 2. Hatimu sakit.

Hampir seminggu siwon memperlakukanmu seperti itu. Tidak mau melihatmu,tidak mau bicara padamu,selalu pulang malam. Bahkan tak jarang ia pulang dalam keadaan mabuk. Seperti malam ini,ia pulang dalam keadaan mabuk. Bau alkohol tercium jelas dari mulutnya,kamu yang mulai terlelap dalam tidur terbangun saat siwon membuka pintu kamarmu kasar. Dia berjalan sempoyongan menuju kasurmu,kamu terduduk dan menatapnya takut. Matanya merah dan tampak semburat putus asa disana. Kamu mulai mual karna mencium bau alkohol dari mulutnya. Ia menindihmu dan memperlakukanmu dengan kasar,sesuatu yang tak pernah ia lakukan saat menyentuhmu sebelumnya. Air matamu menetes saat ia semakin memaksakan dirinya. Perih menyerang sekujur tubuhmu. Tapi perih yang makin terasa adalah pedih dihatimu.

Kamu berusaha bangun meskipun sekujur tubuhmu sakit menuju kamar mandi di kamarmu. Kamu mandi dan membersihkan tubuhmu dari perlakuan siwon semalam. Terlihat jelas memar memar disekujur tubuhmu. Air matamu menetes begitu saja mengingat perlakuan siwon. Setelah selesai mandi kamu membereskan tempat tidurmu mengganti seprainya dengan yang baru. Kamu mendapati siwon terdampar dilantai kamar kalian. Kamu menyelimutinya lalu kamu ke dapur dan membuat sarapan. Kamu yang merasa belum siap bertemu siwon memutuskan untuk menenangkan dirimu sejenak,kamu pergi ke taman komplek rumahmu. Menghirup udara segar dan berusaha menghilangkan beban batinmu. Semilir angin menerpa wajahmu memberikan sensasi tersendiri dikulitmu. Kamu pejamkan matamu mengirup nafasmu dalam dalam.

Siwon terbangun dan mendapati dirinya di lantai kamar kalian. Ia memperhatikan sekelilingnya dan tak menemukanmu di atas kasur,ia mencarimu kesekeliling rumah tapi kamu tak ada dimanapun. Tertatih ia membawa mobilnya berkelìling komplek rumah kalian. Ia mendapatimu sedang duduk termenung menatatp sebuah keluarga kecil tak jauh dari tempat dudukmu. Keluarga kecil itu terlihat sangat bahagia saat menemani baby mungilnya bermain di taman. Kamu memperhatikan baby itu sambil tersenyum tipis,hatimu sakit saat teringat lagi betapa kerasnya siwon menolak untuk punya anak tapi malah melakukannya lagi. Kamu tertunduk bulir bulir air mata jatuh di pipimu. Siwon yang sedang berjalan kearahmu langsung memegang dadanya,setengah berlari ia menuju tempatmu. Sejenak ia mengedarkan pandangannya ke sekitar taman dan saat ia melihat keluarga itu rasa bersalah menyergapi hatinya.

Pundakmu bergetar naik turun dan air matamu jatuh tanpa dapat kamu hentikan. “kau sudah dewasa. Apa tidak malu menangis ditempat umum seperti ini?” siwon menjatuhkan dirinya tepat disebelahmu. Dia menatap lurus ke depan sedangkan kamu sibuk menghapus air matamu dengan punggung tangan. Kamu berdiri dan beranjak meninggalkan taman,siwon hanya mampu menatapmu yang perlahan menjauh tapi ia terlalu lemah uotuk dapat menyusulmu. Kamu berjalan menuju rumahmu lalu masuk ke kamar,nafsu makanmu benar benar buruk akhir akhir ini. Kepalamu pusing dan dunia disekitarmu terasa berputar putar. Kamu merebahkan tubuhmu dikasur lalu terlelap. Dalam mimpimu kamu melihat seseorang yang menjadi sumber kebahagiaanmu memberikanmu kekuatan dan cinta.

Sesaat setelah kamu terlelap siwon pulang dan langsung menuju kamar kalian. Ia membelai rambutmu dan mengelus pipimu. Ia memandangimu sambil tersenyum “maafkan aku,dan ku mohon jangan menyiksa dirimu seperti ini” dia membenarkan selimutmu lalu mencium bibirmu. Di senandungkannya lagu lagu favoritemu dan itu membuatmu semakin nyenyak. Kamu menggeliat malas ia hanya memandangimu dan kembali tersenyum. “SARANGHAE”

Ia keluar dari kamar kalian dan menuju ruang tengah. Dihempaskannya tubuh berotot itu disofa dan mulai menyalakan tv. Ingatannya melayang pada kata kata eeteuk saat wanitanya dulu kembali “untuk saat ini sebaiknya kau jangan tmengajak istrimu kemana mana,pasti banyak wartawan yang mengejarmu. Aku tidak mau istrimu yang tidak tau apa apa akan merasa terganggu” itulah alasannya siwon tak ingin punya anak,pernikahan kalian yang dirahasiakan akan terbongkar jika media tau ada seorang wanita yang melahirkan anak siwon. Ia mengalihkan pandangannya ke foto pernikahan kalian yang terpasang di dinding. “aku merindukan senyum manismu” ujarnya lirih.

Kamu terbangun karna ada suara gaduh dari kamar siwon,kamu melihat keadaannya dan ia tampak sedang mengemasi pakainnya ke dalam koper. Tanpa memandangmu ia berkata “aku akan ke taiwan untuk promo skip beat beberapa hari dengan donghae. Kau mau tinggal di rumah atau ku antar ke rumah eeteuk hyung?” ternyata ia menyadari kehadiranmu di ambang pintu kamarnya. Kamu termangu menatapnya. “kau mau tinggal dirumah atau ku antar ke tempat eeteuk hyung?” ia bertanya sekali lagi padamu. “aku bukan anak kecil,aku bisa menjaga diriku sendiri. Dan lagipula aku kan sudah sering ditinggal pergi olehmu. Tak perlu khawatirkan aku” kata kata itu meluncur begitu saja dari mulutmu. Tapi kamu tak mau mempedulikannya,karna menurutmu apa yang telah siwon lakukan lebih sakit daripada kata katamu tadi

Sebenarnya wajar siwon bertanya begitu karna ia takut saat ia pergi nanti ada wartawan yang mengganggumu. Tapi karna kamu sudah terlanjur sakit hati kamu merasa kalau siwon selama ini hanya menganggapmu sebagai penghambat karirnya di luar negri. Kamu berbalik dan pergi ke kamar mandi ia hanya mengiringi kepergianmu dengan senyuman di bibirnya ia mengerti bahwa kamu sedang merajuk padanya saat ini.

Siwon telah pergi ke taiwan tadi,kamu tak mau mengantarnya jadi kamu berpura pura sibuk dengan cucianmu. Ia pergi tanpa menciummu dan kamu merasa sedih. Kamu berharap ia akan menghampirimu dan memberikan satu ciuman meskipun kamu marah. Kamu hempaskan baju yang sedang kamu genggam dan berlari secepat kilat menuju kamar mandi kamu menaruh cincin pernikahan kalian disana saat mandi tadi. Ketika kamu menatap pantulan tubuhmu di kaca besar kamu merasa ada yang aneh disana tapi kamu tak menyadarinya.

Siwon tak hanya pergi ke taiwan,karna ia harus pergi ke berbagai negara untuk super show 4 mereka,jadi kamu akan ditinggal lagi selama berapa bulan kedepan. Selama siwon meninggalkanmu ia menyuruhmu untuk membantu sora merawat anaknya karna eeteuk juga akan sangat sibuk. Kamu yang begitu menyukai anak baby langsung mematuhi perintah siwon. Tanpa kamu ketahui tiap ada waktu luang siwon akan menanyakan kabarmu seharian ke sora karna kamu tak mau menerima telfon darinya. Bahkan tak jarang kamu hanya menjawab panggilannya tapi tak mau bicara.

Siwon menelfonmu untuk ke yang puluhan kalinya tapi tak ada jawaban. Ini sudah bulan ke 6 kalian berpisah tapi kamu tetap tak mau menerima panggilannya. Siwon menatap layar hp nya dengan frustasi,ia mendengar kabar tidak menyenangkan dari sora tadi pagi. Sora mengatakan bahwa ada masalah besar yang menimpamu. Siwon benar benar khawatir dengan keadaanmu saat ini. Ia memutuskan untuk pulang ke seoul hari ini dengan atau tanpa izin dari managernya. Ia hanya mengabari eeteuk lewat sms setelah ia tiba di bandara.

Siwon langsung menuju dorm karna ia yakin kamu ada disana,saat ia mulai memasuki lingkungan dormnya tampak berpuluh puluh wartawan di depan pintu gedung itu. Saat melihat mobil siwon memasuki parkir area wartawan langsung menyerbu. Siwon yang sdbenarnya ada di pintu belakang gedung langsung naik menuju dorm bawah. Ia mendapati semua keluarga kalian disana,mengerubungimu yang duduk di salah satu sofa. Ia menerobos kerumunan itu dan saat melihat kondisimu ia langsung menatapmu dengan benar benar shock. Kamu hamil.

Siwon duduk disofa yang berada di sebrangmu. Ia menatapmu tajam dan menatap perutmu yang semakin membuncit. Ia menghela nafas berat “kenapa ini bisa terjadi dan kenapa kau tak mengabariku? Kau fikir aku apa? Aku sudah berusaha menghubungimu tapi tak pernah kau jawab. Dan sekarang kau hamil aku tak tau. Kau ingin semua orang berfikir aku menelantarkanmu dan tak mau mengurusmu begitu? Kau mau semua orang bencidan menyalahkanku? Itu yang kau mau?” ia menggebrak meja diantara kalian hingga kamu terlonjak. Semua yang ada disana tak dapat berbuat apa apa. Tertatih kamu mendekati siwon “oppa boleh marah padaku,oppa boleh melakukan apa saja yang oppa mau. Bahkan jika oppa mau mencerikanku aku rela oppa. Tapiku mohon. Jangan suruh aku menggugurkan kandungan ini hanya karna oppa tak mau memiliki anak dariku. Aku mohon oppa aku mohon” dengan beruqai air mata kamu berlutut di kaki siwon menjatuhkan semua air mata dan harga dirimu. Siwon yang tak percaya akan kata katamu tadi hanya dapat diam,kamu mendongakan kepalamu kewajahnya. “aku mohon oppa jangan ambil anakku” kamu memandanginya dengan wajah yang benar benar putus asa. Dia menatapmu dan sesaat tersentak begitu mengetahu betapa kurusnya dirimu saat ini. Dia bangkit hingga kamu hampir terjatuh kebelakang “tidak aku tidak bisa,maafkan aku sayang. Maafkan aku semuanya” ia berjalan menuju pintu depan,dan saat ia hendak meraih ganggang pintu “bruk” kamu terjatuh karna mencoba berdiri untuk menyusulnya. Semua yang ada diruangan berteriak memanggil namamu.

Kamu mengerjap ngerjapkan matamu menyesuaikannya dengan lampu di tempatmu berada. Siwon menggenggam tanganmu semakin erat saat kamu sudah benar benar sadar. Dia mensejajarkan wajahnya denganmu “kau sudah bangun sayang?” kamu mengangguk lemah lalu mulai diserang rasa panik otomatis kamu meraba perutmu. Siwon yang mengikuti gerakan tanganmu langsung tersenyum simpul “aku tak akan pernah menyuruhmu menggugurkan bayi kita” kamu menatap wajahnya “maksud oppa?” dia membelai keningmu “aku sadar aku pernah berkata bahwa aku tak mau punya anak untuk saat ini. Tapi jika dia telah ada untuk apa aku menolak? Aku justru benar benar menantikan adanya isak tangis bayi diantara kita. Sesuatu yang menjadi kebahagiaanmu juga menjadi kebahagiaanku” kamu terharu mendengar kata katanya “dan tadi aku bermaksud untuk menjelaskannya. Aku sudah memberitahu semua orang diseluruh dunia bahwa aku telah memiliki seorang putri cantik yang aku cintai. Dan putri cantik itu saat ini sedang mengandung anakku” kamu membelalakan matamu. “oppa melakukannya? Kenapa oppa? Pasti akan banyak yang membenci oppa” ia tersenyum “karna aku mencintaimu. Lagipula aku hidup bersamamu bukan bersama mereka. Aku yakin elf akan menerima hubungan ini,tapi jika tidak aku siap menerima segala kemungkinan” kamu menangis dan memeluknya erat. “terimakasih oppa. Untuk semua cinta dan ketulusan hatimu. Aku mencintaimu tuan choi” dia mengecup puncak kepalamu lalu menjawab “aku juga mencintaimu”. Cukup lama kalian berpelukan dan saat kamu melepaskan diri ia menatapmu iba “kau kurus” kamu tersenyum getir “kau jelek kalau kurus. Lagipula apa kau tidak takut kalau anak kita kelaparan? Kau bukan calon ibu yang baik” kamu cemberut mendengar kata katanya “hahahahaha. Aku merindukan ekspresimu itu sayang” diciumnya bibirmu sekilas lalu diraihnya semangkuk bubur di nakas tempat tidur. Disuapinya kamu dengan penuh cinta,saat buburmu sudah habis ia bertepuk tangan. “aku yakin aku pasti akan mendapingimu selamanya. Dan dia pasti bangga memiliki ayah setampan aku. Karna dia anakku” kamu mengangguk setuju. “tapi dia sesungguhnya memiliki 13 ayah siwon” terdengar suara yesung diambang pintu. Ternyata mereka juga menyusul siwon pulang. Kamu tersenyum membenarkan kata kata yesung dalam hati. “pasti baby akan sangat bahagia” pikirmu

END

About SJForIndonesia

We're fanbase dedicated for SUPER JUNIOR! we're from INA^-^

Posted on 2012/08/13, in FanFic and tagged . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Ditunggu sequelnya lagi ^^

  2. Zherika Junita (@Zherika_JT)

    mimin keren mimin hebatt !! ditunggu sequelnya min

  3. mimin, ditunggu lanjutannya lagi ya… DAEBAK deh min FFnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: