[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: The Four Seasons – Winter

Title: The Four Seasons: Winter
Author: Admin DS (@FujiwaraFirda)
Cast: Lee Hyukjae, Lee Eunjae (as you)

*Eunjae pov*
Terik matahari berhasil membangunkanku dari tidurku yang nyenyak ini. Kubuka mataku perlahan. Ada sepasang tangan yang memelukku. Kulihat dia sedang tertidur nyenyak. Ku usap pipinya lembut. Sangat lembut. Aku takut membangunkannya. Perlahan ku longgarkan pelukannya. Setelah terlepas, aku segera ke dapur untuk membuat sarapan. Udara kota Seoul sangat dingin. Bahkan jaket tebal berbulu yang sedang aku gunakan ini tidak dapat menahan hawa dingin yang memasuki tubuhku.

*Hyukjae pov*
Harumnya bau masakan berhasil membuatku terbangun. Kulihat istriku sudah tidak ada di tempat tidur. Berarti dia yang memasak! Aku melompat dari tempat tidur dan pergi kearah dapur. Dengan perlahan-lahan aku berjalan agar tidak ketahuan. Tap…tap…tap… setelah sampai, kupeluk dia dari belakang. Dia sedikit terkejut dengan kelakuanku. Hahaha biar saja.
“kau mengganggu ku!” pekiknya. Aku hanya tertawa. Aku dan dia sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Dipernikahan kami, eommaku tidak dapat hadir karena pekerjaannya yang menumpuk. Eommaku bekerja di salah satu perusaahan terkenal di London. Istriku bernama Lee Eunjae, satu marga denganku ^^

Setelah selesai memasak, aku membantunya membawa makanan itu keatas meja makan.
“masakanmu selalu enak, yeobo” pujiku. Entah kenapa masakan yang dia buat selalu enak. Aku saja sampai minta diajarkan cara memasak yang enak. Tapi selalu saja gagal.
“yeobo, nanti aku ada acara makan siang bersama teman-teman kantor. Kau mau ikut?”
“baiklah. Aku ikut. Tapi kau jangan coba-coba menggoda teman-teman kantormu ya” ancamnya.
“hahaha. Tenang saja, yeobo”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

*Eunjae pov*
Akhir-akhir ini aku sering mual-mual dan tidak enak badan. Kuharap ini hanya sakit biasa. Aku belum mengatakan soal ini pada Hyukjae. Dia itu orangnya khawatiran dan panikan. Bisa gawat kalau aku mengatakan hal ini padanya. Ting tong. Bel rumah berbunyi. Hyukjae pasti sudah pulang. Kubukakan pintu dan benar! Hyukjae sudah pulang.
“annyeong, yeobo~ mukamu pucat. Kau sakit?”
Benarkah mukaku pucat? Ah mungkin Tuhan membiarkan Hyukjae tahu soal ini. Tiba-tiba rasa mual itu kembali datang. Aku berlari ke kamar mandi. Hyukjae mengekoriku. Kulihat air muka Hyukjae. Dia panik.
“kita kerumah sakit!” katanya. Hyukjae langsung menggendongku ke mobilnya. Dasar tidak sabaran.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“selamat! Istri anda hamil.” Setelah mendengar perkataan dokter barusan, Hyukjae langsung memelukku, “yeobo, kita punya anak.” Aku hanya mengangguk.

*Hyukjae pov*
Aku menuntun istriku menaiki tangga agar tidak terjatuh. Betapa senangnya aku, sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dari istri yang cantik seperti Eunjae. Aku membawanya keruang tengah dilantai atas. Segera kunyalakan tungku api. Udara kota Seoul benar-benar dingin. Kulihat dia sudah tertidur. Kuselimuti dia dengan perlahan agar dia tidak terbangun.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Usia kandungan istriku sudah menginjak 9 bulan. Aku sudah sangat siap untuk menjadi seorang ayah. Jujur saja, aku tidak suka kalau istriku sedang mengandung seperti ini. Dia jadi sangat cuek denganku. Kadang aku pernah tidak dianggap olehnya.

Istriku sudah melahirkan. Bayinya laki-laki. Akan kuberi nama Lee Eunhyuk. Bagaimana? Bagus, kan? Perpaduan namaku dan istriku.

Usia Eunhyuk sudah menginjak 2 tahun. Ada satu hal yang membuatku dan istriku sedih. Eunhyuk mengalami cacat mental. Tapi aku akan terus mendidik dan mengurusnya dengan baik, juga memberinya nafkah. Itukan tugasku sebagai ayah ^^

Eommaku sudah mendengar kabar tentang anak pertamaku. Dia akan ke Korea besok. Ah, aku tidak sabar melihat ekspresi eommaku.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Eommaku sudah tiba. Aku akan menjemputnya di bandara. Kusuruh istri dan anakku agar tetap dirumah. Aku akan memberi eommaku surprise.

“Hyukjae, kau semakin tampan ya” puji eommaku
“aku memang tampan, eomma”
“oh, iya. Anak dan istrimu mana?”
“mereka ada dirumah. Kajja kita berangkat!”

Mobilku sudah memasuki halaman rumah. Kubukakan pintu mobil agar eommaku bisa keluar.
“rumahmu lumayan besar ya, Hyukjae”
“hahaha. Kajja, kita kedalam!”

Aku memencet bel. Terdengar suara gagang pintu. Dan pintu pun terbuka.
“Eunjae?!” pekik eommaku.

*Eunjae pov*
Bel pintu berbunyi. Aku segera melangkah kearah pintu untuk membukanya. Setelah pintu terbuka, aku sangat terkejut.
“Eunjae?!” pekik eomma Hyukjae.
Hyukjae terlihat bingung, “eomma, jadi eomma sudah kenal dengan Eunjae sebelumnya?”
“dia itu saudara kembarmu, Hyukjae! Kenapa kau tidak memberitahu eomma nama dan orangnya sebelum menikah?! Kenapa?!”
Aku dan Hyukjae tersontak kaget mendengar omongan eomma. Airmata eomma mulai turun, sama sepertiku. Hyukjae terduduk lemas dilantai.
“kalian sudah punya anak, kan?” tanya eomma.
“sudah, eomma..” jawab aku dan Hyukjae bersamaan.
“anak kalian cacat, betul?”
“iya, eomma..”

Airmataku mengalir deras. Orang yang aku cintai adalah saudara kembarku sendiri? Aku mohon pada Tuhan agar aku dibangunkan dari mimpi buruk ini. Tapi ternyata ini bukan mimpi. Ini nyata.
“sebelumnya, eomma minta maaf karena tidak memberitahu kalian kalau kalian kembar. Ini semua karena appa kalian. Dia hanya ingin mempunyai anak laki-laki. Jadi, kau Eunjae, dibuang oleh appamu. Eomma sangat tidak terima. Awalnya eomma ingin bunuh diri karena itu, tapi eomma mengurungkan niat eomma. Maafkan eomma..”
Eomma menangis, aku menangis, Hyukjae pun menangis. Aku masih tidak percaya.

*Hyukjae pov*
Aku menikahi saudara kembarku sendiri? Aku mohon ini hanyalah mimpi. Kalau benar ini mimpi, aku mohon tolong bangunkan aku secepatnya. Sungguh, aku sangat mencintai Eunjae. Sangat amat. Aku memeluk Eunjae. Dia terisak dalam pelukanku. Kenapa eomma baru bilang sekarang?! Kenapa?! Aku terus menggurut dalam hati. Lalu, bagaimana pernikahanku dan Eunjae? Anakku dan Eunjae? Eomma memutuskan agar aku dan Eunjae bercerai. Anak kami, aku yang mengasuh sedangkan Eunjae disuruh eomma ikut dengannya ke London.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku dan Eunjae resmi bercerai kemarin. Eunjae pun sudah tidak disini lagi. Dia sudah di London bersama eomma. Aku mengurus Eunhyuk sendirian. Kadang aku menangis jika mengingat kejadian 3 hari yang lalu.
“appa, jangan menangis…” kata Eunhyuk sambil menghapus airmataku. “eomma dimana?” lanjutnya. Aku menghela nafas, “dia di London. Sedang ada kerjaan. Kapan-kapan dia akan kesini”
Setelah mendengar perkataanku, Eunhyuk kembali bermain dengan mainannya. Aku beranjak ke kamar. Disana terdapat foto dimana aku memakai tuxedo hitam dan Eunjae memakai gaun berwarna putih. Di foto itu kami sedang tersenyum bahagia. Eunjae terlihat cantik sekali disitu. Aku merindukannya.
“Eunjae-ah, saranghae”

-the end-

gimana? aneh ya? gak jelas ya? mianhaeyo~ admin minta komentarnya dong tentang ff yang admin buat ini. gomawo udah mau baca ^^

About SJForIndonesia

We're fanbase dedicated for SUPER JUNIOR! we're from INA^-^

Posted on 2012/08/15, in FanFic and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Terlalu singkat min alurnya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: