[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: The Four Seasons – Spring

Title: The Four Seasons: Spring
Author: Admin DS
Cast: Lee Sungmin, Lee Eunjae (as you), Lee Hyukjae

lanjutan dari The Four Seasons: Winter. happy reading~ warning! ada typo.

Musim Semi telah tiba. Kota Incheon terlihat lebih indah karena bunga-bunga yang bermekaran. Seorang yeoja berkacamata hitam dan menggunakan syal berwarna biru itu keluar dari pintu kedatangan bandara Incheon.
“sangat indah…”

***

Seorang namja berambut pirang sedang memperbaiki gitar kesayangannya. Dia seorang pemain gitar profesional dan satu bulan lagi ia akan mengadakan konser solonya.
“aish…. kenapa gitarku bisa rusak separah ini?”

***

Angin sepoi-sepoi menemani seorang namja yang sedang membersihkan makam.
“yang tenang disana ya, nak..”

***

“aku sudah tahu tentang kematiannya.” Seorang yeoja berjaket kulit putih itu memandang hot chocolatenya.
“jadi, kau akan menyalahkanku?” tanya seorang namja berkacamata hitam.
“tidak, Hyukjae-ah. Ini semua sudah kehendak Tuhan.”
“tapi Eunjae-ah, benar kau tak marah padaku?”
“untuk apa aku marah? Mungkin Tuhan yang marah pada kita.”

Setelah selesai, namja yang bernama Hyukjae itu pun pergi meninggalkan yeoja yang bernama Eunjae. Sebenarnya, Hyukjae masih mencintai Eunjae. Sebaliknya, Eunjae sudah tidak mencintai Hyukjae.

***

“aku datang!!” teriak namja berambut pirang.
“aigo Sungmin-ah, jangan dibiasakan terlambat terus.”
“mianhaeyo seonsaengnim.”
“bagaimana gitarmu?”
Namja yang bernama Sungmin itu mengeluarkan gitarnya, “ini seonsaengnim.”
“sudah diperbaiki rupanya. Baiklah konser solomu bulan depan akan dilaksanakan.”
“baik, seonsaengnim! :D”

Sungmin berlatih keras untuk konser solonya. Dia ingin terlihat sangat mengagumkan dimata orang yang menontonnya.

Malam semakin larut. Sungmin memutuskan untuk pulang. Tidak sengaja ada seseorang yang menabraknya. Bruk! Dia jatuh bersama gitarnya.
“mianhaeyo, agasshi. Aku tidak sengaja. Aku terburu-buru.”
Sungmin meringis. Tangan kanannya patah. Gitarnya pun juga patah. Posisi jatuh Sungmin telungkup dan tangan kanannya yang jatuh duluan. Sungmin menoleh kearah orang yang menabraknya. Yeoja.
“kau tahu? Sebulan lagi aku akan menggelar konser solo pertamaku! Dan kau mematahkan tangan kanan dan gitar kesayanganku yang baru saja aku perbaiki!!”
Sang yeoja terus memohon maaf. Sungmin kesal. Sangat kesal.
“agasshi, tolong maafkan aku… kalau kau tidak mau memaafkanku, aku akan terus berlutut seperti ini.”
Yeoja itu mengancam Sungmin. Sungmin tidak takut pada ancaman aneh yeoja itu.
Sudah hampir setengah jam yeoja itu berlutut pada Sungmin. Sungmin lama kelamaan merasa risih. Akhirnya dia memaafkan yeoja itu.
“terima kasih, agasshi. apa perlu aku membantu agasshi memperbaiki gitar anda?” tawar sang yeoja.
Sungmin menggeleng, “tidak perlu. Aku bisa sendiri. Ngomong-ngomong namamu siapa?”
“Lee Eunjae imnida. Panggil saja Eunjae. Kau Lee Sungmin, kan?”
“iya.”
Eunjae memberikan kartu namanya pada Sungmin, “ini. Kalau kau butuh bantuan, hubungi aku saja. Sudah malam, aku pulang dulu. Annyeong.”

***

Eunjae baru sampai rumah tepat pukul 12 malam. Hal itulah yang menyebabkan ia dihukum eommanya. Eunjae tidak boleh tidur dikamarnya. Dia boleh tidur dimana saja asal tidak dikamarnya. Eunjae pun tidur disofa ruang keluarga. Hyukjae yang melihat itu merasa kasihan pada kembarannya sekaligus cintanya itu. Diselimutinya Eunjae perlahan. Kemudian Hyukjae mengecup kening Eunjae lembut. Setelah itu, Hyukjae kembali kekamarnya.

***

Sungmin kesulitan dalam hal apapun. Semenjak tangan kanannya patah, dia lebih sering mengurung diri di apartemennya.
“oh, iya. Aku kan punya kartu nama yeoja sialan itu. Lebih baik aku meminta bantuan padanya.” Sungmin menghubungi Eunjae. Tidak diangkat. Sungmin meneleponnya lagi. Diangkat.
“yeoboseyo?”
“ini aku, Sungmin. Eunjae-ah, sepertinya aku butuh bantuanmu. Bisa kau datang ke apartemenku?”
“dengan senang hati. Alamatnya?”
Setelah memberitahu alamat apartemennya, Sungmin memutuskan sambungan telepon.

***

Setelah meminta izin pada sang eomma, Eunjae berangkat ke apartemen Sungmin dengan diantar Hyukjae.
“gomawo, Hyukjae-ah.”
“cheonmaneyo. Kalau sudah selesai kau bisa menghubungiku. Akan kujemput.”
Eunjae tersenyum lalu mengangguk.

303. Eunjae telah berdiri didepan pintu apartemen Sungmin. Ditekannya bel apartemen itu. Tak lama pintu terbuka.
“masuklah..” suruh Sungmin.
Eunjae pun masuk. Sungmin mempersilahkan Eunjae untuk duduk.
“apa yang harus kukerjakan?” tanya Eunjae.
“bantu aku jika aku suruh. Kalau bisa kau tinggal di apartemenku agar menghemat ongkosmu.”
Apa? Menginap? Di apartemennya? Tidak Eunjae. Jangan. Tapi aku harus bertanggung jawab atas dia, batinnya. Eunjae pun mengangguk tanda setuju.
“kau bisa mulai sekarang. Tolong bantu aku membersihkan dapur.”
“siap!”

***

Sudah sebulan Eunjae berada di apartemen Sungmin. Tangan Sungmin pun sudah pulih kembali. Eunjae berpamitan untuk pulang, tapi Sungmin menahannya.
“tinggalah beberapa hari lagi disini..”
“tapi Sungmin-sshi, aku harus kembali ke London minggu depan.”
“kau dari London?”
“iya. Tapi aku lahir disini.”
“oke kau boleh pulang. tunggu dulu” Sungmin mengeluarkan 2 tiket konser solonya, “tolong hadir ke acara konser solo pertamaku. Satu tiket untukmu dan yang satunya lagi untuk kembaranmu. Aku penasaran dengannya.”
“haha. Terima kasih, Sungmin-ssi.”

***

Hari dimana konser solo Lee Sungmin tiba. Eunjae sudah siap dengan gaun biru selutut dan sepatu kaca pemberian Hyukjae. Hyukjae pun sudah siap dengan jas hitamnya. Setelah keduanya siap, mereka berangkat.

Konser pun berakhir. Semua penonton memberi bertepuk tangan untuk Sungmin. Permainan gitarnya sangat hebat. Benar-benar memukau.

“sangat keren.” puji Eunjae. Sungmin menoleh, “kau datang juga. Dia kembaranmu?” Hyukjae mengangguk, “Hyukjae imnida. Senang bisa berkenalan dengan anda.”
“aku juga. Oh, iya. Eunjae kau bisa ikut denganku?” kata Sungmin.
“kemana?”
“nanti kau juga tahu. Hyukjae-ssi, aku pinjam kembaranmu sebentar ya.”
Hyukjae mengangguk. Setelah mendapat persetujuan, Sungmin membawa Eunjae kesuatu tempat. Letaknya diatap gedung ini. Sungmin menghias tempat ini semenarik dan seindah mungkin.
“Eunjae-ah, terima kasih karena sudah mau membantuku. Dan terima kasih telah……menghiasi hari-hariku. Aku tahu mungkin ini terlalu cepat, tapi aku ingin kau tahu kalau aku menyukaimu. Maaf karena aku tidak pandai dalam hal berkata-kata. Kau mau menjadi yeojachinguku?”
Eunjae terkejut. Dia diam. Berfikir sejenak.
“kalau kau menerimaku, ambillah bunga mawar ini. Kalau kau menolakku, lemparlah bunga ini ketempat sampah.”
Perlahan Eunjae mengambil bunga mawar itu. Hati Sungmin bergemuruh. Bisa saja dia membuangnya ketempat sampah. Setelah 3 menit, ternyata Eunjae tidak membuangnya. Betapa senang hati Sungmin.
“gomawo, chagi-ah. Saranghaeyo.”
Perlahan, Sungmin mendekatkan mukanya kemuka Eunjae. Chu~ Mereka pun berciuman.

***

Hyukjae mondar mandir diruang tunggu yang berada dibelakang panggung. sudah setengah jam Eunjae belum kembali. Dia pun memutuskan untuk mencari Eunjae. Kesana dan kemari Hyukjae melangkah, tapi tak ketemu. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi keatap gedung. Dia pun berhasil menemukan Eunjae.
Degh!
Sakit saat melihat Eunjae berciuman dengan orang lain. Hyukjae mengalihkan pandangannya. Mungkin saatnya dia untuk berhenti mencintai kembarannya itu.

***

Hari ini Eunjae harus kembali ke London bersama eommanya. Hyukjae dan Sungmin ikut mengantar mereka.
Pesawat tujuan London sudah tiba. Dan saatnya untuk memasuki pesawat. Eunjae dan eommanya melambaikan tangan saat mereka memasuki pintu keberangkatan. 5 menit kemudian pesawat yang mereka tumpangi berangkat. Hyukjae dan Sungmin kembali kerumah mereka masing-masing.

-the end-

hehe gimana? makin aneh ya? alurnya udah agak panjang belum? admin minta kritik dan saran ya. gomawo udah mau baca ^^

About SJForIndonesia

We're fanbase dedicated for SUPER JUNIOR! we're from INA^-^

Posted on 2012/08/16, in FanFic and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: