Blog Archives

[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: The Four Seasons – Autumn

The Four Seasons: Autumn

Author: Admin DS
Cast :
-Lee Hyukjae
-Lee Eunjae (as you)
-Lee Sungmin

Lanjutan dari The Four Seasons: Spring. Happy reading~ warning! ada typo.

Eunjae’s pov

Sudah 2 tahun aku berada disini, London. Aku merindukan kekasihku dan juga kembaranku yang aneh itu. Aku juga ingin mengunjungi makam Eunhyuk. Aku sama sekali belum pernah mengunjungi makam anakku itu. Ibu macam apa aku ini?! Kemarin aku bermimpi Eunhyuk menemuiku. Dia merindukanku sama seperti aku merindukannya. Dia ingin aku mengunjungi makamnya secepatnya. Aku pun meminta izin pada eomma untuk pergi ke Korea. Eomma mengizinkanku, hari minggu aku akan berangkat kesana.

Hari ini hari dimana aku akan bertemu dengan Sungmin, Hyukjae dan anakku, Eunhyuk. Tujuan pertamaku setelah sampai di Korea adalah ke makam Eunhyuk. Aku memang tidak memberitahu Sungmin ataupun Hyukjae kalau aku kembali ke Negara Ginseng ini. Aku tidak ingin merepotkan mereka.

Makam Eunhyuk sangat bersih. Air mataku tiba-tiba menetes. Rasa bersalah menyelimutiku. Empat tahun sudah Eunhyuk pergi meninggalkan dunia ini dan aku baru bisa mengunjungi makamnya sekarang, tepat tahun keempat kematiannya.

“kenapa kau menangis?” Tanya seseorang yang berhasil membuatku terkejut. Aku menoleh kearahnya dan langsung memeluknya. Dia membalas pelukanku.

“dia sudah baik-baik saja disana. Oh, iya dia sempat menitipkan pesan untukmu padaku. Katanya dia sangat menyayangimu dan merindukanmu, sama sepertiku.” Air mataku semakin deras mengalir. Dia pun membawaku pulang kerumahnya.

Rumahnya kali ini lebih besar daripada sebelumnya.

“kau sudah sukses sekarang.” Kataku padanya.

“belum.” Katanya sambil membaringkan dirinya di sofa.

“kenapa?”

“masih ada satu misi lagi yang mungkin tidak pernah dapat aku selesaikan. Dan itulah yang belum membuatku sukses sampai sekarang.”

“misi apa?”

“mendapatkan hatimu kembali.”

Aku terpaku mendengarnya. Ternyata dia belum bisa berpaling dariku, “kita tidak mungkin bisa bersatu layaknya sepasang kekasih, Hyukjae. Kita ini kembar. K-E-M-B-A-R. Dan kita berasal dari satu rahim yang sama. Kau mau kejadian yang dulu terulang?” Air mataku mengalir. Bukannya menjawab, dia malah menarikku ke dalam pelukannya.

“uljima..” ucapnya sambil mengelus rambutku.

***~Autumn~***

Hyukjae memberitahu Sungmin tentang kedatanganku kembali ke Korea. Rumah Hyukjae pun ramai dengan pesta kecil-kecilan yang dibuat Sungmin untukku. Sampai sekarang aku masih memikirkan kata-kata Hyukjae tadi siang. Kata-kata itu terus terngiang didalam fikiranku.

“kenapa melamun?” Tanya Sungmin yang mengagetkanku.

“aniya, Sungmin-ah.”

“Eunjae….jangan berbohong padaku. Apa yang sedang kau fikirkan?”

“eobseo.” Jawabku dingin sambil berlalu meninggalkan dia.

Sungmin’s pov

Aku merasa kalau Eunjae berubah 180° padaku. Dia benar-benar cuek. Apa yang bisa membuatnya seperti itu. Mungkin pergaulannya selama di London atau dia sedang bertengkar dengan kembarannya itu. Aku tidak mau mengurusi hal yang bukan urusanku. Positive thinking sajalah.

Aku mengajak Eunjae berjalan-jalan ke Lotte World. Dia pun tidak menolak. Pagi menjelang siang, aku dan dia pun berangkat. Sesampainya kami langsung menaiki wahana Niagara. Setelah itu roller coaster dan wahana lainnya.

Setelah puas bermain di Lotte World, aku dan dia pun kembali kerumah. Diperjalanan, aku dan dia tenggelam dalam diam. Tak ada satu pun yang berbicara. Tadi di Lotte World dia hanya berbicara seperlunya. Kulihat dia. Dia tertidur. Aku memandangi wajahnya yang cantik itu. Benar-benar sempurna bagiku. Tapi menurutku dia dan Hyukjae tidak mirip sama sekali.

Tiinnn…..tinnn

Suara klakson mobil berhasil mengembalikan pandanganku kedepan. Truk itu berada didepan mobilku. Menghindari tabrakan, aku pun membanting setir kearah kiri dan mobilku masuk jurang yang lumayan dalam. Aku tak tahu setelah ini apa yang terjadi karena pandanganku gelap. Benar-benar gelap.

Eunjae’s pov

Suara klakson berhasil membuatku terbangun dari tidur. Aku pun membuka mataku. Mobil yang kutumpangi ini masuk jurang. Aku tak tahu benda apa yang mengenai mataku dan berhasil membuat mataku mengeluarkan darah. Sakit. Perih.

Setelah mobil ini berguling beberapa kali, aku membuka mataku. Gelap. Kenapa semuanya gelap? Aku mencoba berdiri. Aku pun memanggil nama Sungmin. Dia tidak menyahuti panggilanku. Ada apa dengannya? Aku tidak bisa melihat apapun. Mungkinkah aku….buta? Aku menangis. Perih rasanya ketika aku menangis. Lagi-lagi darah yang keluar dari mataku. Aku buta. Benar-benar buta. Tuhan, cobaan apa lagi yang Kau berikan padaku.

Hyukjae’s pov

Perasaanku tidak enak saat ini. Tiba-tiba aku memikirkan Eunjae. Kumohon dia baik-baik saja. Ponselku berdering. Kulihat nama yang terpampang. Eunjae. Aku langsung menjawabnya.

“yeoboseyo?”

Suara laki-laki? Dia sedang dimana? Mungkinkah ini suara Sungmin? Tidak. Ini bukan suaranya.

“yeoboseyo?” ulangnya.

“ne. Hyukjae disini. Ada apa?”

“betul kau saudara dari Eunjae?”

“betul. Ada apa dengan Eunjae?”

“dia mengalami kecelakaan. Dan matanya….”

“kenapa? Matanya kenapa?!”

“matanya mengalami pendarahan dan dia…buta.”

“dimana lokasinya sekarang?”

“…….”

Aku pun langsung mematikan sambungan ponselku dengan ponsel Eunjae. Aku menyalakan mobilku, lalu aku pergi ke lokasi yang disebutkan tadi. Sesampainya. Aku langsung mencari Eunjae. Keadaan mobil Sungmin benar-benar parah. Ada satu kantung jenazah. Oh kuharap didalamnya bukan Eunjae. Aku pun masuk kedalam ambulance. Disitu ada Eunjae. Dia terdiam sambil memeluk guling rumah sakit.

“Eunjae-ah…” panggilku lirih.

“Hyukjae-ah? Benar kau Hyukjae?”

Rupanya dia mendengarku, “iya. Benar aku Hyukjae..”

Dia bangkit dari tidur. Dia berusaha berdiri. Ketika dia ingin terjatuh, aku langsung menangkapnya dan menariknya kedalam pelukanku. Dia menangis didalam pelukanku.
“uljima, Eunjae-ah…”

“aku buta, Hyukjae. AKU BUTA!!!”

Ku pererat pelukanku padanya. Tanpa kusadari air mataku mengalir membasahi pipiku. Aku benar-benar sedih melihatnya seperti itu.

“dimana Sungmin?” tanyaku. Dia diam. Kemudian dia menangis lebih keras.

“Sungmin….sudah meninggal..”

Jadi, yang ada didalam kantung jenazah itu… Sungmin? Tuhan, kenapa kau memberikan banyak sekali cobaan dalam hidup kembaranku ini. Dosa apa yang membuatnya bisa mendapatkan cobaan sebanyak ini.

***~Autumn~***

Sudah seminggu Eunjae dirawat dirumah sakit. Keadaanya sudah agak membaik dari sebelumnya. Dia benar-benar butuh seseorang saat ini. Aku sedang memikirkan bagaimana caranya bilang pada eomma atas kejadian ini.

“Hyukjae-ah, aku ingin bertanya sesuatu padamu. Bolehkan?” ucapnya yang berhasil membuyarkan lamunanku.

“silahkan, Eunjae.”

“apakah….kau… masih….eng…mencintaiku…?” Tanyanya hati-hati.
Aku terdiam mendengar ucapannya. Aku melangkah menuju jendela yang tepat berada disamping ranjang rumah sakit tempat Eunjae dirawat. Sambil menatap pemandangan kota Seoul aku menjawab, “masih. Sampai kapan pun aku akan terus mencintaimu, Eunjae. Apakah itu masalah bagimu?”

“tidak. Itu bukan masalah bagiku. Jujur, aku….mulai mencintaimu kembali..”
Bingo! Akhirnya dia bisa mencintaiku lagi.

“tapi, aku takut…” lanjutnya.

“takut kenapa?” tanyaku sambil membelai rambut coklatnya.

“pada eomma dan…kau.”

“padaku? Waeyo?”

“penglihatanku sudah tidak seperti dulu lagi. Aku buta. Aku takut kau tidak bisa menerimaku apa adanya.”

“aku akan selalu menerimamu dalam keaadan apapun, Eunjae.”
Aku duduk disampingnya. Membelai lembut rambutnya. Kusingkirkan rambut yang menghalangi keningnya. Perlahan ku kecup keningnya lembut. Dia memejamkan matanya.

Author’s pov

Seorang lelaki sedang mendorong kursi roda yang berisi seorang perempuan yang terbaring cukup lemah. Kondisi sang perempuan makin hari makin menurun. Sang lelaki ingin membawanya ke sebuah taman yang berada di rumah sakit. Ketika sang perempuan batuk tidak henti-hentinya, sang lelaki mengurungkan niatnya membawa sang perempuan ke taman. Lelaki itu kembali membawa sang perempuan ke ruang tempat dia dirawat.
“Hyukjae-sshi, saudara anda belum bisa dibawa keluar ruangan dulu.” Kata dokter setelah memeriksa kondisi sang perempuan. Lelaki yang bernama Hyukjae itu kembali ke ruangan tempat dimana saudara kembarnya dirawat.

“chagi, kata dokter kau tidak boleh dibawa keluar ruangan dulu.” Kata Hyukjae sambil melangkah mendekati tempat tidur.

“tapi aku bosan di ruangan ini terus.”

“sabarlah. Kau pasti akan sembuh. Percaya padaku!” Hyukjae menyemangati kekasihnya yang sekaligus saudara kembarnya itu.

“aku benar-benar menyusahkanmu. Selain buta, aku pun terkena kanker paru-paru.” Air mata perempuan itu perlahan mulai turun membasahi pipi pucatnya. Hyukjae mengusap air mata kekasihnya itu dengan ibu jarinya, lalu dia menariknya kedalam pelukannya.

“sudah kubilang, aku akan menerimamu dalam keadaan apapun dan kau tak pernah menyusahkanku.” Ucapnya Hyukjae sambil mengelus pelan rambut kekasihnya.

“Hyukjae-ah, bagaimana kalau suatu saat aku meninggalkanmu selamanya?”

“Eunjae! Jangan berbicara seperti itu.”

“tapi semua yang bernyawa pasti akan mati kan?”

“iya jika itu takdirnya. Kau sekarang harus optimis sembuh, Eunjae. Jangan memikirkan hal-hal bodoh yang dapat membuatku tersiksa.”

***~Autumn~***

Bulan sudah berganti. Keaadan Eunjae semakin parah. Eomma mereka berdua belum tahu soal kejadian ini. Tiap eomma mereka menghubungi mereka, mereka selalu menjawab mereka baik-baik saja. Dan eomma mereka pun tidak mengetahui kalau mereka menjalin hubungan sebagai kekasih seperti dulu. Ya, mereka merahasiakan ini dari siapapun. Hanya mereka dan Tuhan yang tahu.

Mendengar kabar bahwa sang eomma akan datang ke Korea, mereka berdua khawatir. Kalau soal hubungan mereka itu mudah untuk disembunyikan, tetapi keadaan Eunjae? Itu mustahil dapat disembunyikan. Akhirnya mereka berdua mengaku. Hyukjae menelepon eommanya. Setelah tersambung, Hyukjae pun menjelaskan semuanya, kecuali hubungan mereka.

“kenapa kalian baru memberitahuku sekarang?”  Tanya eomma mereka setelah sampai di rumah sakit.

“kami takut, eomma..”

“takut? Kenapa takut? Inikan murni kecelakaan. Atau kalian yang merencanakan ini makanya kalian takut?” selidik eomma mereka.

“aniya, eomma! Ini murni kecelakaan.”

“lalu apa yang membuat kalian takut?”

“aku takut….eomma marah.” Jelas Eunjae.

“eomma tidak akan marah sayang…” ucap sang eomma lembut.

***~Autumn~***

Eomma dan Hyukjae sedang berada di pusat perbelanjaan sekarang. Mereka ingin membeli keperluan mereka, terutama makanan. Keadaan ekonomi mereka sedang kritis saat ini, karena sang eomma tidak membawa uang lebih sewaktu dia ingin pergi kesini. Mereka berdua larut dalam diam. Sepanjang perjalanan bahkan sampai di pusat perbelanjaan pun mereka tetap diam. Ada satu hal yang membuat mereka berdua diam dan larut dalam pikiran masing-masing. Eunjae. Itulah yang membuat mereka berdua seperti itu. Eunjae belum mendapat pendonor yang tepat sampai saat ini padahal kanker paru-parunya sudah mencapai stadium ketiga. Dokter pun mengatakan kalau Eunjae belum juga mendapat pendonor yang cocok, maka ia angkat tangan. Hyukjae dan eommanya pun tidak mau kejadian itu terjadi. Hyukjae sangat ingin menjadi pendonor bagi Eunjae, tetapi golongan darah mereka berbeda dan Hyukjae sedang tidak sehat.

Setelah selesai berbelanja, mereka berdua kembali ke rumah sakit. Dibukanya pintu ruangan tempat Eunjae dirawat secara pelan-pelan. Terlihat Eunjae sedang tertidur pulas. Hyukjae melirik kearah jam yang ada ditangannya, 22.30. Sang eomma pulang ke rumah Hyukjae. Dia tidak tega melihat keadaan anaknya seperti itu.

Tersisalah Hyukjae dan Eunjae di ruangan itu. Hyukjae memperhatikan Eunjae intens. Rambutnya yang agak kusut, badannya yang kurus, dan mukanya yang pucat. Itulah yang Hyukjae lihat dari sosok perempuan yang amat dicintainya. Air matanya perlahan mengalir turun. Dengan cepat ia menyeka air matanya itu. Hyukjae duduk disamping Eunjae yang sedang tertidur. Dengan lembut ia membelai rambut Eunjae. Tangannya turun ke mata, hidung dan berhenti di bibir Eunjae. Hyukjae mengusap pelan bibir mungil Eunjae. Setelah puas melihat wajah kekasihnya itu, Hyukjae pun tidur di samping Eunjae sambil menggenggam tangan Eunjae.

Matahari sudah menampakkan dirinya di pagi menjelang siang hari. Sinarnya masuk ke celah-celah jendela ruangan yang ditempati dua insan yang sedang tertidur. Hyukjae terbangun karena sinar matahari yang terpantul oleh kaca. Dia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya lalu berjalan menuju jendela dan membukanya. Kota Seoul sangat ramai pagi menjelang siang ini. Daun-daun pepohonan berguguran yang membuat jalanan sedikit kotor, tapi Hyukjae sangat suka melihat daun-daun berguguran. Ada kesan indah tersendiri baginya.

Setelah selesai mandi, dia pun berniat membangunkan Eunjae. Perlahan Hyukjae mengguncang-guncangkan tubuh Eunjae. Eunjae pun bangun dan memnggeliat pelan.

“pagi menjelang siang, chagi.” Sapa Hyukjae hangat.

“pagi menjelang siang juga, Hyukjae-ah.”

“panggil aku chagi, Eunjae.”

“oke oke. Pagi menjelang siang juga, chagi.”

Terbentuk sebuah senyuman di bibir Hyukjae. Eunjae mencoba berdiri dan Hyukjae membantunya. Tiba-tiba Eunjae batuk. Dia menutupi mulutnya dengan tangan kirinya agar virus batuk itu tidak menular ke Hyukjae. Perlahan senyuman yang terbentuk di bibir Hyukjae luntur. Batuk Eunjae berhenti dan dai melepaskan tangannya. Betapa terkejutnya Hyukjae ketika melihat telapak tangan Eunjae. Darah. Ya, batuk itu mengeluarkan darah. Eunjae yang merasa di telapak tangannya terdapat sesuatu dia langsung mencium telapak tangannya dan memegangnya.

“apakah ini darah, Hyukjae?”

“ne, Eunjae. Tolong jangan menangis. Lebih baik kita ke kamar mandi sekarang untuk membersihkan ini.”

Sayangnya Eunjae sudah menangis. Hyukjae yang melihat itu langsung membawanya ke kamar mandi. Sesampainya dia langsung membersihkan tangan Eunjae dan bibirnya.

Tok tok

Hyukjae menyuruh Eunjae untuk tetap di dalam kamar mandi sedangkan ia yang akan membukakan pintu. Eunjae pun menurut. Hyukjae menghampiri pintu, lalu membukanya. Ternyata sang dokter.

“oh. Annyeong Hyukjae-sshi. Ada kabar gembira yang ingin saya katakan.”

“silahkan katakan, dok.”

“saya sudah menemukan pendonor yang tepat untuk Eunjae…”

“nuguya?”

“tunggu. Jangan memotong dulu. Besok pemindahan organ paru-paru sudah bias dilakukan. Oh, iya dia juga menyumbangkan matanya untuk Eunjae. Dan dia tidak mau diketahui siapapun, kecuali saya.”

“waeyo, dok?”

“mollayo. Besok Eunjae sudah bias dioperasi. Jam 13.15. Jangan lupa, Hyukjae-sshi. Baiklah, saya permisi.”

Setelah dokter itu keluar, Hyukjae langsung berlari ke kamar mandi dan memeluk Eunjae. Eunjae terkejut dengan hal itu. Hyukjae pun memberitahu pada Eunjae pembicaraan dia dan dokter tadi. Betapa senangnya Eunjae. Hyukjae langsung menghubungi eommanya.

“yeoboseyo, eomma?”

“ne, Hyukjae. Ada apa?”

“besok Eunjae sudah bisa di operasi….aish berisik sekali. Eomma sedang dimana?”

“eomma sudah kembali ke London, Hyuk. Mianhaeyo jika eomma tidak bilang pada kalian. Titipkan salam eomma pada Eunjae, ya?”

“oke, eomma.”

Sambungan pun terputus.

***~Autumn~***

Sudah 3 jam Hyukjae menunggu. Dokter belum juga keluar dari ruang operasi untuk memberitahu apakah berhasil atau tidak. Setengah jam kemudian dokter keluar dari ruangan itu. Hyukjae langsung menghampiri sang dokter.

“bagaimana, dok?”

“berhasil, Hyukjae-sshi. Organ baru itu bisa beradaptasi di dalam tubuh Eunjae dengan baik. Dia bisa hidup untuk waktu yang lama. Chukhahaeyo!”

Eunjae sudah bisa dibawa ke ruang rawat biasa. Dia sudah bisa melihat sekarang. Sekarang waktunya makan siang. Hyukjae menyuapi Eunjae. Dan Eunjae pun menyuapi Eunhyuk juga. Mereka berdua tertawa.

“akhirnya Tuhan mengizinkanku untuk melihat ketampananmu, Hyukjae-ah.”

-the end-

huaahh akhirnya jadi juga. minta kritik dan sarannya ya elpeudeul~ ^^

Advertisements

Eunhyuk Gets Jealous at BoA, “How Dare You Dance with Someone Else”

Super Junior Eunhyuk shows his jealousy towards BoA. BoA posted on her twitter, “I love S.P.Y! Great Job everyone!” along with a picture. In the picture, BoA is between Siwon and Eunhyuk.

Eunhyuk commented, “How dare you dance with another man in front of me.”

Eunhyuk was referring to BoA’s KBS “Music Bank” performance where she dance the duet part with a back dancer.

Internet users commented, “Eunhyuk is cute when he is jealous” and “BoA is so popular.”

BoA and Eunhyuk danced the duet part of her new song, “Only One” on August 12 on SBS Inkigayo.”

——————–

Credit: kpopstarz.com

Posted by admin PS – @piskewl (SJForIndonesia.wordpress.com)

[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: The Four Seasons – Spring

Title: The Four Seasons: Spring
Author: Admin DS
Cast: Lee Sungmin, Lee Eunjae (as you), Lee Hyukjae

lanjutan dari The Four Seasons: Winter. happy reading~ warning! ada typo.

Musim Semi telah tiba. Kota Incheon terlihat lebih indah karena bunga-bunga yang bermekaran. Seorang yeoja berkacamata hitam dan menggunakan syal berwarna biru itu keluar dari pintu kedatangan bandara Incheon.
“sangat indah…”

***

Seorang namja berambut pirang sedang memperbaiki gitar kesayangannya. Dia seorang pemain gitar profesional dan satu bulan lagi ia akan mengadakan konser solonya.
“aish…. kenapa gitarku bisa rusak separah ini?”

***

Angin sepoi-sepoi menemani seorang namja yang sedang membersihkan makam.
“yang tenang disana ya, nak..”

***

“aku sudah tahu tentang kematiannya.” Seorang yeoja berjaket kulit putih itu memandang hot chocolatenya.
“jadi, kau akan menyalahkanku?” tanya seorang namja berkacamata hitam.
“tidak, Hyukjae-ah. Ini semua sudah kehendak Tuhan.”
“tapi Eunjae-ah, benar kau tak marah padaku?”
“untuk apa aku marah? Mungkin Tuhan yang marah pada kita.”

Setelah selesai, namja yang bernama Hyukjae itu pun pergi meninggalkan yeoja yang bernama Eunjae. Sebenarnya, Hyukjae masih mencintai Eunjae. Sebaliknya, Eunjae sudah tidak mencintai Hyukjae.

***

“aku datang!!” teriak namja berambut pirang.
“aigo Sungmin-ah, jangan dibiasakan terlambat terus.”
“mianhaeyo seonsaengnim.”
“bagaimana gitarmu?”
Namja yang bernama Sungmin itu mengeluarkan gitarnya, “ini seonsaengnim.”
“sudah diperbaiki rupanya. Baiklah konser solomu bulan depan akan dilaksanakan.”
“baik, seonsaengnim! :D”

Sungmin berlatih keras untuk konser solonya. Dia ingin terlihat sangat mengagumkan dimata orang yang menontonnya.

Malam semakin larut. Sungmin memutuskan untuk pulang. Tidak sengaja ada seseorang yang menabraknya. Bruk! Dia jatuh bersama gitarnya.
“mianhaeyo, agasshi. Aku tidak sengaja. Aku terburu-buru.”
Sungmin meringis. Tangan kanannya patah. Gitarnya pun juga patah. Posisi jatuh Sungmin telungkup dan tangan kanannya yang jatuh duluan. Sungmin menoleh kearah orang yang menabraknya. Yeoja.
“kau tahu? Sebulan lagi aku akan menggelar konser solo pertamaku! Dan kau mematahkan tangan kanan dan gitar kesayanganku yang baru saja aku perbaiki!!”
Sang yeoja terus memohon maaf. Sungmin kesal. Sangat kesal.
“agasshi, tolong maafkan aku… kalau kau tidak mau memaafkanku, aku akan terus berlutut seperti ini.”
Yeoja itu mengancam Sungmin. Sungmin tidak takut pada ancaman aneh yeoja itu.
Sudah hampir setengah jam yeoja itu berlutut pada Sungmin. Sungmin lama kelamaan merasa risih. Akhirnya dia memaafkan yeoja itu.
“terima kasih, agasshi. apa perlu aku membantu agasshi memperbaiki gitar anda?” tawar sang yeoja.
Sungmin menggeleng, “tidak perlu. Aku bisa sendiri. Ngomong-ngomong namamu siapa?”
“Lee Eunjae imnida. Panggil saja Eunjae. Kau Lee Sungmin, kan?”
“iya.”
Eunjae memberikan kartu namanya pada Sungmin, “ini. Kalau kau butuh bantuan, hubungi aku saja. Sudah malam, aku pulang dulu. Annyeong.”

***

Eunjae baru sampai rumah tepat pukul 12 malam. Hal itulah yang menyebabkan ia dihukum eommanya. Eunjae tidak boleh tidur dikamarnya. Dia boleh tidur dimana saja asal tidak dikamarnya. Eunjae pun tidur disofa ruang keluarga. Hyukjae yang melihat itu merasa kasihan pada kembarannya sekaligus cintanya itu. Diselimutinya Eunjae perlahan. Kemudian Hyukjae mengecup kening Eunjae lembut. Setelah itu, Hyukjae kembali kekamarnya.

***

Sungmin kesulitan dalam hal apapun. Semenjak tangan kanannya patah, dia lebih sering mengurung diri di apartemennya.
“oh, iya. Aku kan punya kartu nama yeoja sialan itu. Lebih baik aku meminta bantuan padanya.” Sungmin menghubungi Eunjae. Tidak diangkat. Sungmin meneleponnya lagi. Diangkat.
“yeoboseyo?”
“ini aku, Sungmin. Eunjae-ah, sepertinya aku butuh bantuanmu. Bisa kau datang ke apartemenku?”
“dengan senang hati. Alamatnya?”
Setelah memberitahu alamat apartemennya, Sungmin memutuskan sambungan telepon.

***

Setelah meminta izin pada sang eomma, Eunjae berangkat ke apartemen Sungmin dengan diantar Hyukjae.
“gomawo, Hyukjae-ah.”
“cheonmaneyo. Kalau sudah selesai kau bisa menghubungiku. Akan kujemput.”
Eunjae tersenyum lalu mengangguk.

303. Eunjae telah berdiri didepan pintu apartemen Sungmin. Ditekannya bel apartemen itu. Tak lama pintu terbuka.
“masuklah..” suruh Sungmin.
Eunjae pun masuk. Sungmin mempersilahkan Eunjae untuk duduk.
“apa yang harus kukerjakan?” tanya Eunjae.
“bantu aku jika aku suruh. Kalau bisa kau tinggal di apartemenku agar menghemat ongkosmu.”
Apa? Menginap? Di apartemennya? Tidak Eunjae. Jangan. Tapi aku harus bertanggung jawab atas dia, batinnya. Eunjae pun mengangguk tanda setuju.
“kau bisa mulai sekarang. Tolong bantu aku membersihkan dapur.”
“siap!”

***

Sudah sebulan Eunjae berada di apartemen Sungmin. Tangan Sungmin pun sudah pulih kembali. Eunjae berpamitan untuk pulang, tapi Sungmin menahannya.
“tinggalah beberapa hari lagi disini..”
“tapi Sungmin-sshi, aku harus kembali ke London minggu depan.”
“kau dari London?”
“iya. Tapi aku lahir disini.”
“oke kau boleh pulang. tunggu dulu” Sungmin mengeluarkan 2 tiket konser solonya, “tolong hadir ke acara konser solo pertamaku. Satu tiket untukmu dan yang satunya lagi untuk kembaranmu. Aku penasaran dengannya.”
“haha. Terima kasih, Sungmin-ssi.”

***

Hari dimana konser solo Lee Sungmin tiba. Eunjae sudah siap dengan gaun biru selutut dan sepatu kaca pemberian Hyukjae. Hyukjae pun sudah siap dengan jas hitamnya. Setelah keduanya siap, mereka berangkat.

Konser pun berakhir. Semua penonton memberi bertepuk tangan untuk Sungmin. Permainan gitarnya sangat hebat. Benar-benar memukau.

“sangat keren.” puji Eunjae. Sungmin menoleh, “kau datang juga. Dia kembaranmu?” Hyukjae mengangguk, “Hyukjae imnida. Senang bisa berkenalan dengan anda.”
“aku juga. Oh, iya. Eunjae kau bisa ikut denganku?” kata Sungmin.
“kemana?”
“nanti kau juga tahu. Hyukjae-ssi, aku pinjam kembaranmu sebentar ya.”
Hyukjae mengangguk. Setelah mendapat persetujuan, Sungmin membawa Eunjae kesuatu tempat. Letaknya diatap gedung ini. Sungmin menghias tempat ini semenarik dan seindah mungkin.
“Eunjae-ah, terima kasih karena sudah mau membantuku. Dan terima kasih telah……menghiasi hari-hariku. Aku tahu mungkin ini terlalu cepat, tapi aku ingin kau tahu kalau aku menyukaimu. Maaf karena aku tidak pandai dalam hal berkata-kata. Kau mau menjadi yeojachinguku?”
Eunjae terkejut. Dia diam. Berfikir sejenak.
“kalau kau menerimaku, ambillah bunga mawar ini. Kalau kau menolakku, lemparlah bunga ini ketempat sampah.”
Perlahan Eunjae mengambil bunga mawar itu. Hati Sungmin bergemuruh. Bisa saja dia membuangnya ketempat sampah. Setelah 3 menit, ternyata Eunjae tidak membuangnya. Betapa senang hati Sungmin.
“gomawo, chagi-ah. Saranghaeyo.”
Perlahan, Sungmin mendekatkan mukanya kemuka Eunjae. Chu~ Mereka pun berciuman.

***

Hyukjae mondar mandir diruang tunggu yang berada dibelakang panggung. sudah setengah jam Eunjae belum kembali. Dia pun memutuskan untuk mencari Eunjae. Kesana dan kemari Hyukjae melangkah, tapi tak ketemu. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi keatap gedung. Dia pun berhasil menemukan Eunjae.
Degh!
Sakit saat melihat Eunjae berciuman dengan orang lain. Hyukjae mengalihkan pandangannya. Mungkin saatnya dia untuk berhenti mencintai kembarannya itu.

***

Hari ini Eunjae harus kembali ke London bersama eommanya. Hyukjae dan Sungmin ikut mengantar mereka.
Pesawat tujuan London sudah tiba. Dan saatnya untuk memasuki pesawat. Eunjae dan eommanya melambaikan tangan saat mereka memasuki pintu keberangkatan. 5 menit kemudian pesawat yang mereka tumpangi berangkat. Hyukjae dan Sungmin kembali kerumah mereka masing-masing.

-the end-

hehe gimana? makin aneh ya? alurnya udah agak panjang belum? admin minta kritik dan saran ya. gomawo udah mau baca ^^

[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: The Four Seasons – Winter

Title: The Four Seasons: Winter
Author: Admin DS (@FujiwaraFirda)
Cast: Lee Hyukjae, Lee Eunjae (as you)

*Eunjae pov*
Terik matahari berhasil membangunkanku dari tidurku yang nyenyak ini. Kubuka mataku perlahan. Ada sepasang tangan yang memelukku. Kulihat dia sedang tertidur nyenyak. Ku usap pipinya lembut. Sangat lembut. Aku takut membangunkannya. Perlahan ku longgarkan pelukannya. Setelah terlepas, aku segera ke dapur untuk membuat sarapan. Udara kota Seoul sangat dingin. Bahkan jaket tebal berbulu yang sedang aku gunakan ini tidak dapat menahan hawa dingin yang memasuki tubuhku.

*Hyukjae pov*
Harumnya bau masakan berhasil membuatku terbangun. Kulihat istriku sudah tidak ada di tempat tidur. Berarti dia yang memasak! Aku melompat dari tempat tidur dan pergi kearah dapur. Dengan perlahan-lahan aku berjalan agar tidak ketahuan. Tap…tap…tap… setelah sampai, kupeluk dia dari belakang. Dia sedikit terkejut dengan kelakuanku. Hahaha biar saja.
“kau mengganggu ku!” pekiknya. Aku hanya tertawa. Aku dan dia sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Dipernikahan kami, eommaku tidak dapat hadir karena pekerjaannya yang menumpuk. Eommaku bekerja di salah satu perusaahan terkenal di London. Istriku bernama Lee Eunjae, satu marga denganku ^^

Setelah selesai memasak, aku membantunya membawa makanan itu keatas meja makan.
“masakanmu selalu enak, yeobo” pujiku. Entah kenapa masakan yang dia buat selalu enak. Aku saja sampai minta diajarkan cara memasak yang enak. Tapi selalu saja gagal.
“yeobo, nanti aku ada acara makan siang bersama teman-teman kantor. Kau mau ikut?”
“baiklah. Aku ikut. Tapi kau jangan coba-coba menggoda teman-teman kantormu ya” ancamnya.
“hahaha. Tenang saja, yeobo”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

*Eunjae pov*
Akhir-akhir ini aku sering mual-mual dan tidak enak badan. Kuharap ini hanya sakit biasa. Aku belum mengatakan soal ini pada Hyukjae. Dia itu orangnya khawatiran dan panikan. Bisa gawat kalau aku mengatakan hal ini padanya. Ting tong. Bel rumah berbunyi. Hyukjae pasti sudah pulang. Kubukakan pintu dan benar! Hyukjae sudah pulang.
“annyeong, yeobo~ mukamu pucat. Kau sakit?”
Benarkah mukaku pucat? Ah mungkin Tuhan membiarkan Hyukjae tahu soal ini. Tiba-tiba rasa mual itu kembali datang. Aku berlari ke kamar mandi. Hyukjae mengekoriku. Kulihat air muka Hyukjae. Dia panik.
“kita kerumah sakit!” katanya. Hyukjae langsung menggendongku ke mobilnya. Dasar tidak sabaran.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“selamat! Istri anda hamil.” Setelah mendengar perkataan dokter barusan, Hyukjae langsung memelukku, “yeobo, kita punya anak.” Aku hanya mengangguk.

*Hyukjae pov*
Aku menuntun istriku menaiki tangga agar tidak terjatuh. Betapa senangnya aku, sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dari istri yang cantik seperti Eunjae. Aku membawanya keruang tengah dilantai atas. Segera kunyalakan tungku api. Udara kota Seoul benar-benar dingin. Kulihat dia sudah tertidur. Kuselimuti dia dengan perlahan agar dia tidak terbangun.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Usia kandungan istriku sudah menginjak 9 bulan. Aku sudah sangat siap untuk menjadi seorang ayah. Jujur saja, aku tidak suka kalau istriku sedang mengandung seperti ini. Dia jadi sangat cuek denganku. Kadang aku pernah tidak dianggap olehnya.

Istriku sudah melahirkan. Bayinya laki-laki. Akan kuberi nama Lee Eunhyuk. Bagaimana? Bagus, kan? Perpaduan namaku dan istriku.

Usia Eunhyuk sudah menginjak 2 tahun. Ada satu hal yang membuatku dan istriku sedih. Eunhyuk mengalami cacat mental. Tapi aku akan terus mendidik dan mengurusnya dengan baik, juga memberinya nafkah. Itukan tugasku sebagai ayah ^^

Eommaku sudah mendengar kabar tentang anak pertamaku. Dia akan ke Korea besok. Ah, aku tidak sabar melihat ekspresi eommaku.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Eommaku sudah tiba. Aku akan menjemputnya di bandara. Kusuruh istri dan anakku agar tetap dirumah. Aku akan memberi eommaku surprise.

“Hyukjae, kau semakin tampan ya” puji eommaku
“aku memang tampan, eomma”
“oh, iya. Anak dan istrimu mana?”
“mereka ada dirumah. Kajja kita berangkat!”

Mobilku sudah memasuki halaman rumah. Kubukakan pintu mobil agar eommaku bisa keluar.
“rumahmu lumayan besar ya, Hyukjae”
“hahaha. Kajja, kita kedalam!”

Aku memencet bel. Terdengar suara gagang pintu. Dan pintu pun terbuka.
“Eunjae?!” pekik eommaku.

*Eunjae pov*
Bel pintu berbunyi. Aku segera melangkah kearah pintu untuk membukanya. Setelah pintu terbuka, aku sangat terkejut.
“Eunjae?!” pekik eomma Hyukjae.
Hyukjae terlihat bingung, “eomma, jadi eomma sudah kenal dengan Eunjae sebelumnya?”
“dia itu saudara kembarmu, Hyukjae! Kenapa kau tidak memberitahu eomma nama dan orangnya sebelum menikah?! Kenapa?!”
Aku dan Hyukjae tersontak kaget mendengar omongan eomma. Airmata eomma mulai turun, sama sepertiku. Hyukjae terduduk lemas dilantai.
“kalian sudah punya anak, kan?” tanya eomma.
“sudah, eomma..” jawab aku dan Hyukjae bersamaan.
“anak kalian cacat, betul?”
“iya, eomma..”

Airmataku mengalir deras. Orang yang aku cintai adalah saudara kembarku sendiri? Aku mohon pada Tuhan agar aku dibangunkan dari mimpi buruk ini. Tapi ternyata ini bukan mimpi. Ini nyata.
“sebelumnya, eomma minta maaf karena tidak memberitahu kalian kalau kalian kembar. Ini semua karena appa kalian. Dia hanya ingin mempunyai anak laki-laki. Jadi, kau Eunjae, dibuang oleh appamu. Eomma sangat tidak terima. Awalnya eomma ingin bunuh diri karena itu, tapi eomma mengurungkan niat eomma. Maafkan eomma..”
Eomma menangis, aku menangis, Hyukjae pun menangis. Aku masih tidak percaya.

*Hyukjae pov*
Aku menikahi saudara kembarku sendiri? Aku mohon ini hanyalah mimpi. Kalau benar ini mimpi, aku mohon tolong bangunkan aku secepatnya. Sungguh, aku sangat mencintai Eunjae. Sangat amat. Aku memeluk Eunjae. Dia terisak dalam pelukanku. Kenapa eomma baru bilang sekarang?! Kenapa?! Aku terus menggurut dalam hati. Lalu, bagaimana pernikahanku dan Eunjae? Anakku dan Eunjae? Eomma memutuskan agar aku dan Eunjae bercerai. Anak kami, aku yang mengasuh sedangkan Eunjae disuruh eomma ikut dengannya ke London.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku dan Eunjae resmi bercerai kemarin. Eunjae pun sudah tidak disini lagi. Dia sudah di London bersama eomma. Aku mengurus Eunhyuk sendirian. Kadang aku menangis jika mengingat kejadian 3 hari yang lalu.
“appa, jangan menangis…” kata Eunhyuk sambil menghapus airmataku. “eomma dimana?” lanjutnya. Aku menghela nafas, “dia di London. Sedang ada kerjaan. Kapan-kapan dia akan kesini”
Setelah mendengar perkataanku, Eunhyuk kembali bermain dengan mainannya. Aku beranjak ke kamar. Disana terdapat foto dimana aku memakai tuxedo hitam dan Eunjae memakai gaun berwarna putih. Di foto itu kami sedang tersenyum bahagia. Eunjae terlihat cantik sekali disitu. Aku merindukannya.
“Eunjae-ah, saranghae”

-the end-

gimana? aneh ya? gak jelas ya? mianhaeyo~ admin minta komentarnya dong tentang ff yang admin buat ini. gomawo udah mau baca ^^

Isi hati Super Junior

Leeteuk:
Di masa lalu, kami seringkali melakukan segala sesuatunya dengan terpisah. Tak seorangpun dari kita yang suka bekerja seperti ini. Tapi pada fans, selalu kukatakan bahwa kita memiliki 13 member dan sampai kapanpun jumlah itu akan tetap 13. Keyakinan inilah yang terus kami percayai. SJ adalah rumah kami. Rumah tak akan pernah pergi meninggalkan ataupun lupa akan siapa yang berdiam didalamnya. Meskipun bukan rumah yang besar, tapi kami semua membutuhkan-MU.
Heechul:
Kami memiliki banyak anggota, banyak waktu yang membuat kami sering berpisah. Tapi aku selalu berharap bisa menghargai waktu dimana kita habiskan bersama. Meski hanya 1 menit, meski kita semua sibuk dan tidak bisa bertemu, aku tetap berharap kita menikmati saat-saat bahagia bersama dan saling menghibur pada masa – masa sulit.

Hangeng:
Sejak pelatihan, mungkin 7 atau 8 tahun kita semua sudah hidup bersama. Saling menjaga satu sama lain, menerima penghargaan, melalui masa-masa yang sulit dan menangis bersama. Ada banyak hal yang kusesali tapi sekaligus juga bersyukur terhadap para member. Mungkin ini tak pernah kukatakan sebelumnya, tapi aku benar – benar ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian semua, para member, yang selalu berada di sisiku apapun yang terjadi. Dan aku benar-benar minta maaf karena tidak berada disana disaat kalian dalam kesulitan.

Yesung:
Masa lalu telah berlalu. Semua akan kembali ke garis awal. Kita tidak akan lupa bahwa kita adalah anggota Super Junior. Kita adalah keluarga. Kita harus bersama selamanya.

Kangin:
Aku tidak ingin untuk memikirkan apa yang akan terjadi pada kita di masa depan atau berapa lama lagi kita bisa terus bersama seperti ini. Memikirkannya saja sudah membuatku merasa sedih. Tapi tak peduli apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, perpisahan, ataupun tak lagi menjadi seorang artis di kemudian hari. Aku tetap ingin mengatakan pada semua orang, “
Hey, Inilah keluargaku…kami adalah Super Junior…”

Shindong:
“ aku tidak bisa menyesuaikan diri, mungkin aku bisa meninggalkan Super Junior” Tapi kalau dipikir-pikir itu, meskipun ingin melakukannya, aku tetap tidak bisa dan tidak mungkin bisa melupakan mereka semua. Mereka, yang selalu mengkhawatirkanku. Saat berada di China-pun, mereka menelpon saat tahu aku sedang melakukan diet. Itu semua menyadrkanku akan satu hal, bahwa keinginanku untuk “meninggalkan” mereka, semata – mata hanyalah bentuk keegoisanku. Aku ingin tetap berada disisi kalian semua sebagai anggota Superjunior yang tidak akan mengecewakan semua orang.

Eunhyuk:
Yang selalu kupikirkan setiap kali tampil bersama yang lain adalah “ apa yang bisa kulakukan ?” “ selain dance dan rap, apa lagi yang bisa kuberikan untuk grup ini ?” memikirkan ini, aku menjadi merasa, bahwa aku merupakan orang yang sangat beruntung. Mereka selalu mengenalkanku, yang tidak memiliki keistimewaan apapun pada semua orang dengan bangga. Terima kasih para member… Tidak ada kata lain yang dapat mengekspresikan rasa terima kasih-ku pada kalian semua.

Donghae:
Banyak orang berkata padaku: : I trust and love you , lee donghae…! Inilah yang ingin kuberitahukan pada kalian sekarang. Kalian yang selalu mentolerir kesalahan apa pun yang kulakukan. Kalian yang sama seperti sosok seorang ayah yang selalu menjagaku. Selamanya, aku akan terus menyayangi kalian. Bagiku, kalian adalah keluarga sejati, yang tidak akan pernah berubah atau pergi meninggalkanku seorang diri.

Siwon:
Ketika sedang melakukan promosi di Cina, hari – hari itu amatlah melelahkan, dan aku sangat merindukan mereka yang berada di Korea.Tidak peduli apakah itu SuJu M atau SuJu H, tiap kali membayangkan Super Junior ada di depan-ku, aku kerap merasa seolah-olah anggota yang lain ada disini bersamaku.

Ryeowook:
Ketika kita pergi ke China, para penggemar akan selalu mengacungkan placards. Dari sekian banyak banner Suju-M, selalu ada satu placard besar bertuliskan Super junior. Dan setiap kali melihat papan itu, aku akan mulai menghitung jumlah kami dari 1 sampai 13. Saat mencapai hitungan ke 13, rasanya seolah-olah kami tampil lengkap bersama . Aku selalu percaya satu hal, Perpisahan hanyalah persoalan waktu. Pada akhirnya, kami pasti akan kembali dan berkumpul bersama lagi.

Kibum:
Walaupun aku jarang menghadiri kegiatan Superjunior, termasuk 3jib. Setiap bertemu denganku, orang selalu bertanya “apakah kau anggota SJ?” sampai sekarang, Aku tidak pernah bisa mengungkapkan cara meminta maaf ke anggota member yang lain. Bila diberi pilihan kertas penuh nama. Super Junior masih menjadi favoritku. Walaupun aku tidak bisa berada di panggung bersama mereka, Tolong percayalah, bahwa hatiku tetap bersama kalian semua, 12 member.

Kyuhyun:
fans China menulis sebuah kalimat di foto lautan safir. “If one day, the world betrays Super Junior, ELFs will betray the whole world too”. Aku selalu berpikir, apakah yang kita lakukan layak untuk mendapatkan cinta semacam itu dari mereka? Tapi kalau dipikir-pikir sekarang, tidak hanya untukku, tapi bagi kami 13 anggota. Meskipun kami sering terpisah, anggota yang tidak pernah berhenti bekerja keras untuk tim ini disebut super junior, THANK YOU!

Source: sujufemm.wordpress.com
Shared by admin DS

TAKE OUT WITH FULL CREDIT

[PICS] 120605 Super Junior Eunhyuk at LG Fanmeeting

Source: superandyy.tumblr.com
Shared by admin DS 

TAKE OUT WITH FULL CREDIT

[NEWS] 120401 Translate Compilation – Eunhyuk’s Tweet

Writer by admin PS – @piskewl

translated by 13elieveSG

TAKE OUT WITH FULL CREDIT

6 Photos of Sexy Eunhyuk

Source: http://rondateuk.tumblr.com
Via: http://doremiii9.tumblr.com
Shared by: admin DS

TAKE OUT WITH FULL CREDIT

 

 

[VID] Oppa oppa full version

http://vimeo.com/excentrique/oppaoppa

 

Source:  jelwelfish.tumblr.com

Shared by: admin DS

Super Junior Eunhyuk menjadi MC Spesial ‘MBC TV Great Birth 2′

 

Super Junior Eun Hyuk akan menjadi host spesial  MBC TV Great Birth 2.

Read the rest of this entry