Blog Archives

[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: The Four Seasons – Autumn

The Four Seasons: Autumn

Author: Admin DS
Cast :
-Lee Hyukjae
-Lee Eunjae (as you)
-Lee Sungmin

Lanjutan dari The Four Seasons: Spring. Happy reading~ warning! ada typo.

Eunjae’s pov

Sudah 2 tahun aku berada disini, London. Aku merindukan kekasihku dan juga kembaranku yang aneh itu. Aku juga ingin mengunjungi makam Eunhyuk. Aku sama sekali belum pernah mengunjungi makam anakku itu. Ibu macam apa aku ini?! Kemarin aku bermimpi Eunhyuk menemuiku. Dia merindukanku sama seperti aku merindukannya. Dia ingin aku mengunjungi makamnya secepatnya. Aku pun meminta izin pada eomma untuk pergi ke Korea. Eomma mengizinkanku, hari minggu aku akan berangkat kesana.

Hari ini hari dimana aku akan bertemu dengan Sungmin, Hyukjae dan anakku, Eunhyuk. Tujuan pertamaku setelah sampai di Korea adalah ke makam Eunhyuk. Aku memang tidak memberitahu Sungmin ataupun Hyukjae kalau aku kembali ke Negara Ginseng ini. Aku tidak ingin merepotkan mereka.

Makam Eunhyuk sangat bersih. Air mataku tiba-tiba menetes. Rasa bersalah menyelimutiku. Empat tahun sudah Eunhyuk pergi meninggalkan dunia ini dan aku baru bisa mengunjungi makamnya sekarang, tepat tahun keempat kematiannya.

“kenapa kau menangis?” Tanya seseorang yang berhasil membuatku terkejut. Aku menoleh kearahnya dan langsung memeluknya. Dia membalas pelukanku.

“dia sudah baik-baik saja disana. Oh, iya dia sempat menitipkan pesan untukmu padaku. Katanya dia sangat menyayangimu dan merindukanmu, sama sepertiku.” Air mataku semakin deras mengalir. Dia pun membawaku pulang kerumahnya.

Rumahnya kali ini lebih besar daripada sebelumnya.

“kau sudah sukses sekarang.” Kataku padanya.

“belum.” Katanya sambil membaringkan dirinya di sofa.

“kenapa?”

“masih ada satu misi lagi yang mungkin tidak pernah dapat aku selesaikan. Dan itulah yang belum membuatku sukses sampai sekarang.”

“misi apa?”

“mendapatkan hatimu kembali.”

Aku terpaku mendengarnya. Ternyata dia belum bisa berpaling dariku, “kita tidak mungkin bisa bersatu layaknya sepasang kekasih, Hyukjae. Kita ini kembar. K-E-M-B-A-R. Dan kita berasal dari satu rahim yang sama. Kau mau kejadian yang dulu terulang?” Air mataku mengalir. Bukannya menjawab, dia malah menarikku ke dalam pelukannya.

“uljima..” ucapnya sambil mengelus rambutku.

***~Autumn~***

Hyukjae memberitahu Sungmin tentang kedatanganku kembali ke Korea. Rumah Hyukjae pun ramai dengan pesta kecil-kecilan yang dibuat Sungmin untukku. Sampai sekarang aku masih memikirkan kata-kata Hyukjae tadi siang. Kata-kata itu terus terngiang didalam fikiranku.

“kenapa melamun?” Tanya Sungmin yang mengagetkanku.

“aniya, Sungmin-ah.”

“Eunjae….jangan berbohong padaku. Apa yang sedang kau fikirkan?”

“eobseo.” Jawabku dingin sambil berlalu meninggalkan dia.

Sungmin’s pov

Aku merasa kalau Eunjae berubah 180° padaku. Dia benar-benar cuek. Apa yang bisa membuatnya seperti itu. Mungkin pergaulannya selama di London atau dia sedang bertengkar dengan kembarannya itu. Aku tidak mau mengurusi hal yang bukan urusanku. Positive thinking sajalah.

Aku mengajak Eunjae berjalan-jalan ke Lotte World. Dia pun tidak menolak. Pagi menjelang siang, aku dan dia pun berangkat. Sesampainya kami langsung menaiki wahana Niagara. Setelah itu roller coaster dan wahana lainnya.

Setelah puas bermain di Lotte World, aku dan dia pun kembali kerumah. Diperjalanan, aku dan dia tenggelam dalam diam. Tak ada satu pun yang berbicara. Tadi di Lotte World dia hanya berbicara seperlunya. Kulihat dia. Dia tertidur. Aku memandangi wajahnya yang cantik itu. Benar-benar sempurna bagiku. Tapi menurutku dia dan Hyukjae tidak mirip sama sekali.

Tiinnn…..tinnn

Suara klakson mobil berhasil mengembalikan pandanganku kedepan. Truk itu berada didepan mobilku. Menghindari tabrakan, aku pun membanting setir kearah kiri dan mobilku masuk jurang yang lumayan dalam. Aku tak tahu setelah ini apa yang terjadi karena pandanganku gelap. Benar-benar gelap.

Eunjae’s pov

Suara klakson berhasil membuatku terbangun dari tidur. Aku pun membuka mataku. Mobil yang kutumpangi ini masuk jurang. Aku tak tahu benda apa yang mengenai mataku dan berhasil membuat mataku mengeluarkan darah. Sakit. Perih.

Setelah mobil ini berguling beberapa kali, aku membuka mataku. Gelap. Kenapa semuanya gelap? Aku mencoba berdiri. Aku pun memanggil nama Sungmin. Dia tidak menyahuti panggilanku. Ada apa dengannya? Aku tidak bisa melihat apapun. Mungkinkah aku….buta? Aku menangis. Perih rasanya ketika aku menangis. Lagi-lagi darah yang keluar dari mataku. Aku buta. Benar-benar buta. Tuhan, cobaan apa lagi yang Kau berikan padaku.

Hyukjae’s pov

Perasaanku tidak enak saat ini. Tiba-tiba aku memikirkan Eunjae. Kumohon dia baik-baik saja. Ponselku berdering. Kulihat nama yang terpampang. Eunjae. Aku langsung menjawabnya.

“yeoboseyo?”

Suara laki-laki? Dia sedang dimana? Mungkinkah ini suara Sungmin? Tidak. Ini bukan suaranya.

“yeoboseyo?” ulangnya.

“ne. Hyukjae disini. Ada apa?”

“betul kau saudara dari Eunjae?”

“betul. Ada apa dengan Eunjae?”

“dia mengalami kecelakaan. Dan matanya….”

“kenapa? Matanya kenapa?!”

“matanya mengalami pendarahan dan dia…buta.”

“dimana lokasinya sekarang?”

“…….”

Aku pun langsung mematikan sambungan ponselku dengan ponsel Eunjae. Aku menyalakan mobilku, lalu aku pergi ke lokasi yang disebutkan tadi. Sesampainya. Aku langsung mencari Eunjae. Keadaan mobil Sungmin benar-benar parah. Ada satu kantung jenazah. Oh kuharap didalamnya bukan Eunjae. Aku pun masuk kedalam ambulance. Disitu ada Eunjae. Dia terdiam sambil memeluk guling rumah sakit.

“Eunjae-ah…” panggilku lirih.

“Hyukjae-ah? Benar kau Hyukjae?”

Rupanya dia mendengarku, “iya. Benar aku Hyukjae..”

Dia bangkit dari tidur. Dia berusaha berdiri. Ketika dia ingin terjatuh, aku langsung menangkapnya dan menariknya kedalam pelukanku. Dia menangis didalam pelukanku.
“uljima, Eunjae-ah…”

“aku buta, Hyukjae. AKU BUTA!!!”

Ku pererat pelukanku padanya. Tanpa kusadari air mataku mengalir membasahi pipiku. Aku benar-benar sedih melihatnya seperti itu.

“dimana Sungmin?” tanyaku. Dia diam. Kemudian dia menangis lebih keras.

“Sungmin….sudah meninggal..”

Jadi, yang ada didalam kantung jenazah itu… Sungmin? Tuhan, kenapa kau memberikan banyak sekali cobaan dalam hidup kembaranku ini. Dosa apa yang membuatnya bisa mendapatkan cobaan sebanyak ini.

***~Autumn~***

Sudah seminggu Eunjae dirawat dirumah sakit. Keadaanya sudah agak membaik dari sebelumnya. Dia benar-benar butuh seseorang saat ini. Aku sedang memikirkan bagaimana caranya bilang pada eomma atas kejadian ini.

“Hyukjae-ah, aku ingin bertanya sesuatu padamu. Bolehkan?” ucapnya yang berhasil membuyarkan lamunanku.

“silahkan, Eunjae.”

“apakah….kau… masih….eng…mencintaiku…?” Tanyanya hati-hati.
Aku terdiam mendengar ucapannya. Aku melangkah menuju jendela yang tepat berada disamping ranjang rumah sakit tempat Eunjae dirawat. Sambil menatap pemandangan kota Seoul aku menjawab, “masih. Sampai kapan pun aku akan terus mencintaimu, Eunjae. Apakah itu masalah bagimu?”

“tidak. Itu bukan masalah bagiku. Jujur, aku….mulai mencintaimu kembali..”
Bingo! Akhirnya dia bisa mencintaiku lagi.

“tapi, aku takut…” lanjutnya.

“takut kenapa?” tanyaku sambil membelai rambut coklatnya.

“pada eomma dan…kau.”

“padaku? Waeyo?”

“penglihatanku sudah tidak seperti dulu lagi. Aku buta. Aku takut kau tidak bisa menerimaku apa adanya.”

“aku akan selalu menerimamu dalam keaadan apapun, Eunjae.”
Aku duduk disampingnya. Membelai lembut rambutnya. Kusingkirkan rambut yang menghalangi keningnya. Perlahan ku kecup keningnya lembut. Dia memejamkan matanya.

Author’s pov

Seorang lelaki sedang mendorong kursi roda yang berisi seorang perempuan yang terbaring cukup lemah. Kondisi sang perempuan makin hari makin menurun. Sang lelaki ingin membawanya ke sebuah taman yang berada di rumah sakit. Ketika sang perempuan batuk tidak henti-hentinya, sang lelaki mengurungkan niatnya membawa sang perempuan ke taman. Lelaki itu kembali membawa sang perempuan ke ruang tempat dia dirawat.
“Hyukjae-sshi, saudara anda belum bisa dibawa keluar ruangan dulu.” Kata dokter setelah memeriksa kondisi sang perempuan. Lelaki yang bernama Hyukjae itu kembali ke ruangan tempat dimana saudara kembarnya dirawat.

“chagi, kata dokter kau tidak boleh dibawa keluar ruangan dulu.” Kata Hyukjae sambil melangkah mendekati tempat tidur.

“tapi aku bosan di ruangan ini terus.”

“sabarlah. Kau pasti akan sembuh. Percaya padaku!” Hyukjae menyemangati kekasihnya yang sekaligus saudara kembarnya itu.

“aku benar-benar menyusahkanmu. Selain buta, aku pun terkena kanker paru-paru.” Air mata perempuan itu perlahan mulai turun membasahi pipi pucatnya. Hyukjae mengusap air mata kekasihnya itu dengan ibu jarinya, lalu dia menariknya kedalam pelukannya.

“sudah kubilang, aku akan menerimamu dalam keadaan apapun dan kau tak pernah menyusahkanku.” Ucapnya Hyukjae sambil mengelus pelan rambut kekasihnya.

“Hyukjae-ah, bagaimana kalau suatu saat aku meninggalkanmu selamanya?”

“Eunjae! Jangan berbicara seperti itu.”

“tapi semua yang bernyawa pasti akan mati kan?”

“iya jika itu takdirnya. Kau sekarang harus optimis sembuh, Eunjae. Jangan memikirkan hal-hal bodoh yang dapat membuatku tersiksa.”

***~Autumn~***

Bulan sudah berganti. Keaadan Eunjae semakin parah. Eomma mereka berdua belum tahu soal kejadian ini. Tiap eomma mereka menghubungi mereka, mereka selalu menjawab mereka baik-baik saja. Dan eomma mereka pun tidak mengetahui kalau mereka menjalin hubungan sebagai kekasih seperti dulu. Ya, mereka merahasiakan ini dari siapapun. Hanya mereka dan Tuhan yang tahu.

Mendengar kabar bahwa sang eomma akan datang ke Korea, mereka berdua khawatir. Kalau soal hubungan mereka itu mudah untuk disembunyikan, tetapi keadaan Eunjae? Itu mustahil dapat disembunyikan. Akhirnya mereka berdua mengaku. Hyukjae menelepon eommanya. Setelah tersambung, Hyukjae pun menjelaskan semuanya, kecuali hubungan mereka.

“kenapa kalian baru memberitahuku sekarang?”  Tanya eomma mereka setelah sampai di rumah sakit.

“kami takut, eomma..”

“takut? Kenapa takut? Inikan murni kecelakaan. Atau kalian yang merencanakan ini makanya kalian takut?” selidik eomma mereka.

“aniya, eomma! Ini murni kecelakaan.”

“lalu apa yang membuat kalian takut?”

“aku takut….eomma marah.” Jelas Eunjae.

“eomma tidak akan marah sayang…” ucap sang eomma lembut.

***~Autumn~***

Eomma dan Hyukjae sedang berada di pusat perbelanjaan sekarang. Mereka ingin membeli keperluan mereka, terutama makanan. Keadaan ekonomi mereka sedang kritis saat ini, karena sang eomma tidak membawa uang lebih sewaktu dia ingin pergi kesini. Mereka berdua larut dalam diam. Sepanjang perjalanan bahkan sampai di pusat perbelanjaan pun mereka tetap diam. Ada satu hal yang membuat mereka berdua diam dan larut dalam pikiran masing-masing. Eunjae. Itulah yang membuat mereka berdua seperti itu. Eunjae belum mendapat pendonor yang tepat sampai saat ini padahal kanker paru-parunya sudah mencapai stadium ketiga. Dokter pun mengatakan kalau Eunjae belum juga mendapat pendonor yang cocok, maka ia angkat tangan. Hyukjae dan eommanya pun tidak mau kejadian itu terjadi. Hyukjae sangat ingin menjadi pendonor bagi Eunjae, tetapi golongan darah mereka berbeda dan Hyukjae sedang tidak sehat.

Setelah selesai berbelanja, mereka berdua kembali ke rumah sakit. Dibukanya pintu ruangan tempat Eunjae dirawat secara pelan-pelan. Terlihat Eunjae sedang tertidur pulas. Hyukjae melirik kearah jam yang ada ditangannya, 22.30. Sang eomma pulang ke rumah Hyukjae. Dia tidak tega melihat keadaan anaknya seperti itu.

Tersisalah Hyukjae dan Eunjae di ruangan itu. Hyukjae memperhatikan Eunjae intens. Rambutnya yang agak kusut, badannya yang kurus, dan mukanya yang pucat. Itulah yang Hyukjae lihat dari sosok perempuan yang amat dicintainya. Air matanya perlahan mengalir turun. Dengan cepat ia menyeka air matanya itu. Hyukjae duduk disamping Eunjae yang sedang tertidur. Dengan lembut ia membelai rambut Eunjae. Tangannya turun ke mata, hidung dan berhenti di bibir Eunjae. Hyukjae mengusap pelan bibir mungil Eunjae. Setelah puas melihat wajah kekasihnya itu, Hyukjae pun tidur di samping Eunjae sambil menggenggam tangan Eunjae.

Matahari sudah menampakkan dirinya di pagi menjelang siang hari. Sinarnya masuk ke celah-celah jendela ruangan yang ditempati dua insan yang sedang tertidur. Hyukjae terbangun karena sinar matahari yang terpantul oleh kaca. Dia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya lalu berjalan menuju jendela dan membukanya. Kota Seoul sangat ramai pagi menjelang siang ini. Daun-daun pepohonan berguguran yang membuat jalanan sedikit kotor, tapi Hyukjae sangat suka melihat daun-daun berguguran. Ada kesan indah tersendiri baginya.

Setelah selesai mandi, dia pun berniat membangunkan Eunjae. Perlahan Hyukjae mengguncang-guncangkan tubuh Eunjae. Eunjae pun bangun dan memnggeliat pelan.

“pagi menjelang siang, chagi.” Sapa Hyukjae hangat.

“pagi menjelang siang juga, Hyukjae-ah.”

“panggil aku chagi, Eunjae.”

“oke oke. Pagi menjelang siang juga, chagi.”

Terbentuk sebuah senyuman di bibir Hyukjae. Eunjae mencoba berdiri dan Hyukjae membantunya. Tiba-tiba Eunjae batuk. Dia menutupi mulutnya dengan tangan kirinya agar virus batuk itu tidak menular ke Hyukjae. Perlahan senyuman yang terbentuk di bibir Hyukjae luntur. Batuk Eunjae berhenti dan dai melepaskan tangannya. Betapa terkejutnya Hyukjae ketika melihat telapak tangan Eunjae. Darah. Ya, batuk itu mengeluarkan darah. Eunjae yang merasa di telapak tangannya terdapat sesuatu dia langsung mencium telapak tangannya dan memegangnya.

“apakah ini darah, Hyukjae?”

“ne, Eunjae. Tolong jangan menangis. Lebih baik kita ke kamar mandi sekarang untuk membersihkan ini.”

Sayangnya Eunjae sudah menangis. Hyukjae yang melihat itu langsung membawanya ke kamar mandi. Sesampainya dia langsung membersihkan tangan Eunjae dan bibirnya.

Tok tok

Hyukjae menyuruh Eunjae untuk tetap di dalam kamar mandi sedangkan ia yang akan membukakan pintu. Eunjae pun menurut. Hyukjae menghampiri pintu, lalu membukanya. Ternyata sang dokter.

“oh. Annyeong Hyukjae-sshi. Ada kabar gembira yang ingin saya katakan.”

“silahkan katakan, dok.”

“saya sudah menemukan pendonor yang tepat untuk Eunjae…”

“nuguya?”

“tunggu. Jangan memotong dulu. Besok pemindahan organ paru-paru sudah bias dilakukan. Oh, iya dia juga menyumbangkan matanya untuk Eunjae. Dan dia tidak mau diketahui siapapun, kecuali saya.”

“waeyo, dok?”

“mollayo. Besok Eunjae sudah bias dioperasi. Jam 13.15. Jangan lupa, Hyukjae-sshi. Baiklah, saya permisi.”

Setelah dokter itu keluar, Hyukjae langsung berlari ke kamar mandi dan memeluk Eunjae. Eunjae terkejut dengan hal itu. Hyukjae pun memberitahu pada Eunjae pembicaraan dia dan dokter tadi. Betapa senangnya Eunjae. Hyukjae langsung menghubungi eommanya.

“yeoboseyo, eomma?”

“ne, Hyukjae. Ada apa?”

“besok Eunjae sudah bisa di operasi….aish berisik sekali. Eomma sedang dimana?”

“eomma sudah kembali ke London, Hyuk. Mianhaeyo jika eomma tidak bilang pada kalian. Titipkan salam eomma pada Eunjae, ya?”

“oke, eomma.”

Sambungan pun terputus.

***~Autumn~***

Sudah 3 jam Hyukjae menunggu. Dokter belum juga keluar dari ruang operasi untuk memberitahu apakah berhasil atau tidak. Setengah jam kemudian dokter keluar dari ruangan itu. Hyukjae langsung menghampiri sang dokter.

“bagaimana, dok?”

“berhasil, Hyukjae-sshi. Organ baru itu bisa beradaptasi di dalam tubuh Eunjae dengan baik. Dia bisa hidup untuk waktu yang lama. Chukhahaeyo!”

Eunjae sudah bisa dibawa ke ruang rawat biasa. Dia sudah bisa melihat sekarang. Sekarang waktunya makan siang. Hyukjae menyuapi Eunjae. Dan Eunjae pun menyuapi Eunhyuk juga. Mereka berdua tertawa.

“akhirnya Tuhan mengizinkanku untuk melihat ketampananmu, Hyukjae-ah.”

-the end-

huaahh akhirnya jadi juga. minta kritik dan sarannya ya elpeudeul~ ^^

Advertisements

[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: The Four Seasons – Spring

Title: The Four Seasons: Spring
Author: Admin DS
Cast: Lee Sungmin, Lee Eunjae (as you), Lee Hyukjae

lanjutan dari The Four Seasons: Winter. happy reading~ warning! ada typo.

Musim Semi telah tiba. Kota Incheon terlihat lebih indah karena bunga-bunga yang bermekaran. Seorang yeoja berkacamata hitam dan menggunakan syal berwarna biru itu keluar dari pintu kedatangan bandara Incheon.
“sangat indah…”

***

Seorang namja berambut pirang sedang memperbaiki gitar kesayangannya. Dia seorang pemain gitar profesional dan satu bulan lagi ia akan mengadakan konser solonya.
“aish…. kenapa gitarku bisa rusak separah ini?”

***

Angin sepoi-sepoi menemani seorang namja yang sedang membersihkan makam.
“yang tenang disana ya, nak..”

***

“aku sudah tahu tentang kematiannya.” Seorang yeoja berjaket kulit putih itu memandang hot chocolatenya.
“jadi, kau akan menyalahkanku?” tanya seorang namja berkacamata hitam.
“tidak, Hyukjae-ah. Ini semua sudah kehendak Tuhan.”
“tapi Eunjae-ah, benar kau tak marah padaku?”
“untuk apa aku marah? Mungkin Tuhan yang marah pada kita.”

Setelah selesai, namja yang bernama Hyukjae itu pun pergi meninggalkan yeoja yang bernama Eunjae. Sebenarnya, Hyukjae masih mencintai Eunjae. Sebaliknya, Eunjae sudah tidak mencintai Hyukjae.

***

“aku datang!!” teriak namja berambut pirang.
“aigo Sungmin-ah, jangan dibiasakan terlambat terus.”
“mianhaeyo seonsaengnim.”
“bagaimana gitarmu?”
Namja yang bernama Sungmin itu mengeluarkan gitarnya, “ini seonsaengnim.”
“sudah diperbaiki rupanya. Baiklah konser solomu bulan depan akan dilaksanakan.”
“baik, seonsaengnim! :D”

Sungmin berlatih keras untuk konser solonya. Dia ingin terlihat sangat mengagumkan dimata orang yang menontonnya.

Malam semakin larut. Sungmin memutuskan untuk pulang. Tidak sengaja ada seseorang yang menabraknya. Bruk! Dia jatuh bersama gitarnya.
“mianhaeyo, agasshi. Aku tidak sengaja. Aku terburu-buru.”
Sungmin meringis. Tangan kanannya patah. Gitarnya pun juga patah. Posisi jatuh Sungmin telungkup dan tangan kanannya yang jatuh duluan. Sungmin menoleh kearah orang yang menabraknya. Yeoja.
“kau tahu? Sebulan lagi aku akan menggelar konser solo pertamaku! Dan kau mematahkan tangan kanan dan gitar kesayanganku yang baru saja aku perbaiki!!”
Sang yeoja terus memohon maaf. Sungmin kesal. Sangat kesal.
“agasshi, tolong maafkan aku… kalau kau tidak mau memaafkanku, aku akan terus berlutut seperti ini.”
Yeoja itu mengancam Sungmin. Sungmin tidak takut pada ancaman aneh yeoja itu.
Sudah hampir setengah jam yeoja itu berlutut pada Sungmin. Sungmin lama kelamaan merasa risih. Akhirnya dia memaafkan yeoja itu.
“terima kasih, agasshi. apa perlu aku membantu agasshi memperbaiki gitar anda?” tawar sang yeoja.
Sungmin menggeleng, “tidak perlu. Aku bisa sendiri. Ngomong-ngomong namamu siapa?”
“Lee Eunjae imnida. Panggil saja Eunjae. Kau Lee Sungmin, kan?”
“iya.”
Eunjae memberikan kartu namanya pada Sungmin, “ini. Kalau kau butuh bantuan, hubungi aku saja. Sudah malam, aku pulang dulu. Annyeong.”

***

Eunjae baru sampai rumah tepat pukul 12 malam. Hal itulah yang menyebabkan ia dihukum eommanya. Eunjae tidak boleh tidur dikamarnya. Dia boleh tidur dimana saja asal tidak dikamarnya. Eunjae pun tidur disofa ruang keluarga. Hyukjae yang melihat itu merasa kasihan pada kembarannya sekaligus cintanya itu. Diselimutinya Eunjae perlahan. Kemudian Hyukjae mengecup kening Eunjae lembut. Setelah itu, Hyukjae kembali kekamarnya.

***

Sungmin kesulitan dalam hal apapun. Semenjak tangan kanannya patah, dia lebih sering mengurung diri di apartemennya.
“oh, iya. Aku kan punya kartu nama yeoja sialan itu. Lebih baik aku meminta bantuan padanya.” Sungmin menghubungi Eunjae. Tidak diangkat. Sungmin meneleponnya lagi. Diangkat.
“yeoboseyo?”
“ini aku, Sungmin. Eunjae-ah, sepertinya aku butuh bantuanmu. Bisa kau datang ke apartemenku?”
“dengan senang hati. Alamatnya?”
Setelah memberitahu alamat apartemennya, Sungmin memutuskan sambungan telepon.

***

Setelah meminta izin pada sang eomma, Eunjae berangkat ke apartemen Sungmin dengan diantar Hyukjae.
“gomawo, Hyukjae-ah.”
“cheonmaneyo. Kalau sudah selesai kau bisa menghubungiku. Akan kujemput.”
Eunjae tersenyum lalu mengangguk.

303. Eunjae telah berdiri didepan pintu apartemen Sungmin. Ditekannya bel apartemen itu. Tak lama pintu terbuka.
“masuklah..” suruh Sungmin.
Eunjae pun masuk. Sungmin mempersilahkan Eunjae untuk duduk.
“apa yang harus kukerjakan?” tanya Eunjae.
“bantu aku jika aku suruh. Kalau bisa kau tinggal di apartemenku agar menghemat ongkosmu.”
Apa? Menginap? Di apartemennya? Tidak Eunjae. Jangan. Tapi aku harus bertanggung jawab atas dia, batinnya. Eunjae pun mengangguk tanda setuju.
“kau bisa mulai sekarang. Tolong bantu aku membersihkan dapur.”
“siap!”

***

Sudah sebulan Eunjae berada di apartemen Sungmin. Tangan Sungmin pun sudah pulih kembali. Eunjae berpamitan untuk pulang, tapi Sungmin menahannya.
“tinggalah beberapa hari lagi disini..”
“tapi Sungmin-sshi, aku harus kembali ke London minggu depan.”
“kau dari London?”
“iya. Tapi aku lahir disini.”
“oke kau boleh pulang. tunggu dulu” Sungmin mengeluarkan 2 tiket konser solonya, “tolong hadir ke acara konser solo pertamaku. Satu tiket untukmu dan yang satunya lagi untuk kembaranmu. Aku penasaran dengannya.”
“haha. Terima kasih, Sungmin-ssi.”

***

Hari dimana konser solo Lee Sungmin tiba. Eunjae sudah siap dengan gaun biru selutut dan sepatu kaca pemberian Hyukjae. Hyukjae pun sudah siap dengan jas hitamnya. Setelah keduanya siap, mereka berangkat.

Konser pun berakhir. Semua penonton memberi bertepuk tangan untuk Sungmin. Permainan gitarnya sangat hebat. Benar-benar memukau.

“sangat keren.” puji Eunjae. Sungmin menoleh, “kau datang juga. Dia kembaranmu?” Hyukjae mengangguk, “Hyukjae imnida. Senang bisa berkenalan dengan anda.”
“aku juga. Oh, iya. Eunjae kau bisa ikut denganku?” kata Sungmin.
“kemana?”
“nanti kau juga tahu. Hyukjae-ssi, aku pinjam kembaranmu sebentar ya.”
Hyukjae mengangguk. Setelah mendapat persetujuan, Sungmin membawa Eunjae kesuatu tempat. Letaknya diatap gedung ini. Sungmin menghias tempat ini semenarik dan seindah mungkin.
“Eunjae-ah, terima kasih karena sudah mau membantuku. Dan terima kasih telah……menghiasi hari-hariku. Aku tahu mungkin ini terlalu cepat, tapi aku ingin kau tahu kalau aku menyukaimu. Maaf karena aku tidak pandai dalam hal berkata-kata. Kau mau menjadi yeojachinguku?”
Eunjae terkejut. Dia diam. Berfikir sejenak.
“kalau kau menerimaku, ambillah bunga mawar ini. Kalau kau menolakku, lemparlah bunga ini ketempat sampah.”
Perlahan Eunjae mengambil bunga mawar itu. Hati Sungmin bergemuruh. Bisa saja dia membuangnya ketempat sampah. Setelah 3 menit, ternyata Eunjae tidak membuangnya. Betapa senang hati Sungmin.
“gomawo, chagi-ah. Saranghaeyo.”
Perlahan, Sungmin mendekatkan mukanya kemuka Eunjae. Chu~ Mereka pun berciuman.

***

Hyukjae mondar mandir diruang tunggu yang berada dibelakang panggung. sudah setengah jam Eunjae belum kembali. Dia pun memutuskan untuk mencari Eunjae. Kesana dan kemari Hyukjae melangkah, tapi tak ketemu. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi keatap gedung. Dia pun berhasil menemukan Eunjae.
Degh!
Sakit saat melihat Eunjae berciuman dengan orang lain. Hyukjae mengalihkan pandangannya. Mungkin saatnya dia untuk berhenti mencintai kembarannya itu.

***

Hari ini Eunjae harus kembali ke London bersama eommanya. Hyukjae dan Sungmin ikut mengantar mereka.
Pesawat tujuan London sudah tiba. Dan saatnya untuk memasuki pesawat. Eunjae dan eommanya melambaikan tangan saat mereka memasuki pintu keberangkatan. 5 menit kemudian pesawat yang mereka tumpangi berangkat. Hyukjae dan Sungmin kembali kerumah mereka masing-masing.

-the end-

hehe gimana? makin aneh ya? alurnya udah agak panjang belum? admin minta kritik dan saran ya. gomawo udah mau baca ^^

[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: Lukisan Kibum

Title :  Lukisan Kibum
Author :  Nyanil
Cast :  13 member super junior
Posted by : admin PS – @piskewl

———————————————————————————————————————————————————————-

” Apa yang sedang kau lakukan ?” tanya hae saat melihat kibum tengah asik menggambar di ruang tengah dorm.

“Aku sedang menggambar” jawabnya lugu dengan senyum bak anak bayi tanpa dosa.

“Boleh ku lihat” pinta hae merajuk pada kibum.

” Jangan.. Ini belum selesai” tolak kibum.

“Kibum kau di panggil teukie” panggil siwon dari balik pintu. Kibum pun pergi dengan segera dan lupa akan lukisannya sendiri.

Donghae yang penasaran dengan hasil lukisan kibum pun mencoba membuka nya. Akan tetapi sebelum donghae melihat nya tiba-tiba saja eunhyuk datang sambil berlari dan tak sengaja menabrak donghae. Donghae dan eunhyuk pun jatuh seketika.

“Yaaa.. Kau ini kenapa sih” tegur hae sambil menempeleng kepala hyuk.

” Itu.. Wookie..” Suara hyuk terputus-putus akibat kelelahan berlari.

“Eunhyuukk..kenapa kau mencampurkan semua bahan ini kemasakanku. Kau mau membunuh seluruh anggota suju hah” teriak wookie marah-marah.

“Aku .. Hanya iseng..” Jawab hyuk yang terlihat ketakutan

“Iseng kata mu, kau tau ke isenganmu ini bisa membuat perut semua anggota suju sakit” oceh wookie sambil menempelang kepala hyuk berkali-kali.

“Iia.iia.. Ampun”

” Ada apa sih ribut-ribut” tanya kyu yang baru saja keluar dari kamarnya bersama sungmin.

“Ia nih,, kami baru saja istirahat. Dan itu, apa yang kau duduki donghae?” Timpal sungmin, sambil menujuk sebuah benda yang tengah diduduki hae.

Kemudian semuanya pun melirik kearah yang ditunjuk sungmin. Dan betapa terkejutnya hae saat melihat lukisan nya kibum sobek akibat tertindih badanku.

“Bagaimana ini” keluh hae pada hyuk dan wookie.”Ini lukisannya kibum”

“Kita harus memperbaikinya sebelum kibum kembali” ucap wookie memberi saran. ” Apa diantara kalian ada yang bisa melukis?” Tanya wookie, tapi sayang semua nyya menggelengkan kepala. Semuapun sepakat untuk mesolasinya.

“Ini lukisan apa?” Tanya kyu ketika melihat lukisan kibum yang tengah dibetulkan oleh hyuk.

“Entahlah” jawab hae sambil memutar sedikit kepalanya.”Aishh.. Ini tidak bagus. Banyak tempelan disana sini. Kibum akan tau kalau lukisannya ini telah dirusak” lanjutnya

“Kau ini kenapa sih, terlalu memikirkan perasaan kibum” keluh hyuk.

“Bukannya begitu, kibum itu bagiku seperti anak anjing” jawab hae dengan mata berkaca-kaca.

“Anak anjing” sahut yang lain berbarengan.

“Iia,, anak ajing. Mata nya yang jernih dan tak berdosa seperti anak ajing yang minta dilindungi oleh siapa pun yang merawatnya” ucapnya dengan penuh semangat. ” Kalian sendiri kenapa mau membantu membetulkan lukisan ini”

“Ini semua karena rengekanmu” teriak yang lainnya berbarengan.”└åƍi pula kibum itu anggota yang sangat polos, aku tak ingin membuatnya menangis” tambah sungmin.

Setelah semua robekan di tambal dan hasilnya begitu berantakan. Semuanya memutuskan untuk membuat lukisan masing-masing, dan siapa yang diantaranya yang paling mirip maka lukisannya lah yang akan diberikan ke kibum.

“Apa yang sedang kalian lakukan” tanya hee chul saat memasuki ruangan tengah dorm yang kemudian disusul hangeng,kangin dan juga siwon. “Buahaha gambar apa itu yang ada ditanganmu hae” lanjutnya.

“Ini gambar orang”

“Itu gambar melon iia” ucap shindong tiba-tiba yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“Tidak itu terlihat seperti kura-kura” ledek hyuk saat melihat hasil karja hae.

“Hyung, Gambarmu tuh yang mirip gorila” ejek kyu ke hyuk.

“Kau lebih parah, itu terlihat mirip babi” timpal sungmin.

“Hei sudah, kenapa kita malah saling meledek” oceh wookie menenangkan, “hasil lukisan kita tak ada satu pun yang mirip dengan lukisan kibum bagaimana ini” lanjutnya

“Kenapa dengan lukisanku” tanya kibum tiba-tiba dari arah pintu. Kibum yang tak tahu menahu tiba-tiba datang sehabis membantu teukie dan yesung. Semua nya terperajat melihat kibum tengah berdiri dipintu masuk. Hae dan kawan kawan berusaha menutupi semuanya. Dan menaruh lukisan asli kibum di tubuh shindong yang subur.

“Emm, tidak kami sedang main tebak-tebakkan” jawab hae seadanya memberi alasan.

“Ikut dong” pinta kibum. Semuanya bingung tak tau mesti bicara apa sampai tiba-tiba teukie muncul.

“Wah kalian sedang kumpul iia”

“Ahhh,, hyung bukankah kau mau memperlihatkan mainan barumu sama kibum” ucap hae pada teukie yang baru saja datang.

“Üϑαђ tadi, baru saja” jawab teukie tanpa dosa. Wookie, hyuk, kyu, sungmin pun melotot kearah teukie. Mereka memohon agar kibum pergi sementara waktu.

” Ahhh, kibum~ah, aku baru saja menerima fanfic dari elf. Kau mau lihat” ucap siwon sambil menarik kibum keluar dari ruang tengah menuju teras sambil membawa laptop miliknya. Semua member suju terutama hae,hyuk, wookie, pun merasa lega.

“Sebenarnya apa yang terjadi sih” tanya kangin.

” Ini lukisan kibum dirusak oleh hyuk gara-gara dia menabrakku tadi.”

“Enak saja kau bilang, itu ulahmu” bela hyuk. Kemudian hae dan hyuk pun bertengkar membuat semua member berusaha memisahkan mereka berdua.
Dii saat itulah tangan shindong yang tengah mengeluarkan lukisan kibum dari badannya terkena imbas perkelahian tersebut sehingga lukisan kibum pun melayang keluar jendela. Hae yang melihat hal itu langsung berlari meraih nya,begitu pula dengan hyuk. Spontan semua terkejut dan berusaha meraih tubuh hae dan hyuk agar tak jatuh ke teras lantai bawah dorm. sedang hae yang berhasil meraih lukisan merasa lega tanpa sadar bahaya yang hampir saja menimpanya kalau saja yang lain tak menangkap tubuh nya.

Sementara kibum yang tepat berada di teras bawah bersama siwon terkeju setengah mati, dia pun langsung berlari ke ruang tengah dorm dengan mata yang bercucuran air mata.

Alhasil semuanya pun di marahi kibum, termasuk teukie dan siwon yang ikut-ikutan menyembunyikanya.

“Aku marah bukan karena kalian merusak lukisanku, tapi aku menangis karena kalian rela mengobankan nyawa hanya demi lukisanku” ucapnya penuh haru dan tangisan yang tak terbandung. “Kalau lukisan itu rusak, aku masih bisa membuatnya └åƍi. Tapi kalau nyawa kalian, aku … Hik..hikhikk” lanjutnya yang kemudian langsung dipeluk siwon dan dii susul seluruh member.

“Maafkan kami iia” ucap hae meminta maaf.

Setelah suasana kembali normal, kibum kembali melukis lukisannya dari awal.

“Itu gambar siapa?!” Tanya hae yang bingung melihat lukisan kibum yang sesungguh nya terlihat seperti kera.

“ini gambar ketua”

Mendengar jawaban kibum, semua member hanya bisa diam tak percaya, termasuk teukie yang hanya bisa berdiri terpaku melihat wajahnya disamakan sama kera

The end

*readers SJFI~ berikan komentar ya. diharapkan komentar yg membangun agar imagine SJFI semakin baik^^* bow!

[SJFI-FanFiction] imagine FF: Kissing for me

“KISSING FOR ME”

Author: Nyanil

Posted by: admin PS – @Pizkyu

Cast:

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

-Seohyun (SNSD)

-kamu

Genre: love

“Oppa kau jahat” teriak mu kesal ketika melihat kyu tengah asik bermain-main bersama teman-temannya hingga mengabaikan dirimu yang jelas jelas berada dii samping nya.

Kau merasa kesal dan marah, karena ini bukan kali pertama dia begitu acuh pada mu. Setiap kali dia berbuat salah, dia tak pernah menghubungimu tapi justru kau duluan yang menelfonnya. Kau duluan yang menghubunginya ketika kalian ingin kencan, semua nya selalu kau yang memulai. Kau memang sangat amat mencintai nya, tapi kau juga merasa lelah dengan semua nya.

“Apa? 2 tahun pacaran tapi dia belum pernah menyentuhmu? Jangan-jangan kau juga belum pernah ciuman iia. Apa diia itu normal” ledek teman-teman sekelasmu ketika kau mencoba mengeluh pada mereka.

“Yaa~ awas bola” teriak seorang siswa dari tengah lapangan. Kau yang tengah berjalan di sisi lapangan pun tanpa sengaja tersambar bola yang kencang ter sebut. Dan begitu kau sadar, kau sudah terkapar di ranjang di dalam ruang kesehatan. Melihat dahi mu yang membengkak, dokter jaga pun meminta mu melakukan check up di rumah sakit, karena takut benjolan didahi mu mengakibatkan sesuatu yang fatal. Namun kau tak mengindahkannya, kau malah berjalan keluar karena janji mu pada kyuhyun untuk bertemu sore itu.

“Waah jadi ini pacar mu oppa?! ” Ucap seorang gadis cantik yang tengah berjalan beriringan bersama kyu saat kalian janjian bertemu di taman tempat biasa.

“Siapa dia? ” Tanyamu singkat. Kau yang cemburu pun hanya bisa terdiam tak bisa melakukan apapun.
‘Kyu seorang artis terkenal yang selalu dikelilingi wanita cantik,sementara dirimu hanya seorang gadis SMA biasa yang kebetulan menjadi pacar artis’ itulah yang selalu muncul dihatimu ketika kau mencoba memahami posisi nya.

“Mian chagi, hari ini aku tak bisa menemanimu pergi. Mendadak aku harus syuting iklan bersama nyy. Dia Seohyun, Aku datang hanya ingin bilang itu kepadamu” jelas nyy sambil berjalan pergi berlalu.

Bukk

Tiba-tiba dengan penuh amarah kau melempar tas mu sendiri kemudian berlari berlainan arah dengan nya.

“Kita putus” teriakmu pada nya, kau sudah muak dengan semua situasi ini memilih untuk mengakhiri semua nya. Kau berlari dan terus berlari sepanjang jalan. Semua air matamu tidak bisa dibendung lagi, kau merasa dia tak pernah ada untuk nya, hatimu begitu sakit.

Namun disaat kau tengah berlari, tiba-tiba saja kepalamu terasa hening. Semua penglihatanmu pun terasa buyar hingga akhirnya pun kau terkulai tak berdaya di tengah jalan yang ramai.

“Aduh sakit” rintihmu ketika kau sadar.
“Akhirnya kau sadar juga” sahut seseorang yang tengah berdiri dihadapanmu. ” Kenalkan aku sungmin, aku malaikat baru disini”

“Malaikat?! Apakkah aku disurga?”

“Yaa tentu saja”

“Kalau begitu, aku minta permen yang banyak, aku mau baju-baju yang bagus, dan … Yaaaa,, jangan bercanda?” Teriak mu marah padanya.

“Aku tidak bercanda, seminggu yang lalu kau pingsan tidak lama setelah itu kau di nyatakan meninggal. Upacara pemakaman pun telah selesai di laksanakan” jalas sungmin panjang lebar.

“Ini tidak mungkin” ucap mu lirih, lalu kau melihat tubuhmu yang transparan di tanah, kau menangis. “Padahal dia belum meminta maaf padaku, hei.. Apakah aku bisa masuk surga?”

“Tentu saja, tidak ada alasan untuk mu pergi ke neraka” sahut nya lugu.

” Ini tidaklah penting, kalau kau malaikat. Bisa kah kau mengantarkanku te suatu tempat” pinta mu dengan wajah penuh kegalauan.

“Kemana?”

Kemudian kau pun pergi ketempat kyu berada, kau berfikir kalau kyu sekarang pasti sedang bersedih dan pasti sedang kacau hati nyya. Sayang semua dugaanmu salah, kau malah melihat nyy tengah berjalan berdua dengan gadis yang waktu itu bertemu dengan mu.

“Dapatkah kau menciumku sekali saja” pinta Seohyun ketika mereka tengah makan.

“Apa?”

“Kali ini saja, lagi pula gadis yang waktu itu sudah tidak ada lagi buka”

Mendengar kata-kata Seohyun, kau begitu terkejut. Kau percaya kalau kyu takkan mungkin melakukannya, karena saat bersamamu pun dia tak melakukannya.

“Baiklah, tapi sekali ini saja” jawabnya dengan penuh ceria. Kemudia kyu pun langsung mencium nyya didepan matamu. Kau seolah tak percaya dengan apa yang kau lihat, tubuh mu lemas, kau ingin sekali membunuh kyu saat itu juga.

“Kau kenapa?” Tanya sungmin yang heran melihat wajahmu yang penuh amarah. “Bukankah kau sudah melihatnyya, ayo kita pergi.. Sebentar └åƍi sayapmu akan muncul”

“Tidak”

“Apa”

“Tidak akan kubiarkan” teriakmu kencang, “kenapa dia bisa mencium gadis itu, semetara diriku tak pernah dii sentuhnya. Ini tidak adil, aku akan membawa nya bersamaku”

Plakk

Tamparan sungmin pun melayang ke pipimu, kau menoleh ke arah nya.

“Kenapa kau menamparku”

“Kau sadar tidak apa yang kau ucapkan” ucapnya dengan tampang penuh kesedihan. “Aku tau kamu sedih, aku juga bisa merasakan apa yang kau rasakan. Tapi jangan pernah berfikir untuk mengajaknya untuk pergi bersamamu saat orang itu mencoba untuk bertahan”

“Bertahan?” Kau tak mengerti apa yang dikatakan sungmin hingga dia pun memberitahu mu smua yang dirasakan kyu.

Seminggu sebelum kau meninggal, kyu terus saja menunggu telp darimu. Kyu yang sebenarnya pemalu itu tak berani untuk menghubungimu meski pun sudah mencobanya beberapa kali. Tapi apa yang dia dapat, ketika suara telp nya berdering, malah kabar kau yang telah tiada. Dia pun merasa bersalah, menangis dan terus saja menagis di kamarnya selama beberapa hari.

Lalu ciuman tadi, sungmin pun mengajakmu ke tempat kyu. Kau melihat dirinya yang tengah berusaha menghapus bibir nya dengan air sambil menagis sesenggukan meminta maaf.

Kau pun sadar akan kekeliruanmu, kau yang menyangka bahwa kau saja yang mencintai kyu ternyata salah. Sebenarnya kyu lah yang sangat mencintaimu. Di saat itulah sayapmu keluar. Sebelum kau pergi untuk selamanya, kau ingin menanyakan sesuatu pada kyu. Sungmin pun memberimu ijin.

Di taman tempat kalian biasa bertemu, kyu yang tengah menagis terkejut dengan wujudmu yang terlihat seperti malaikat. Dia menangis melihatmu, meminta maaf dan ingin sekali memelukmu.

“Aku sudah memaafkanmu oppa, aku sayang pada mu. Tapi bolehkah aku bertanya satu hal padamu? Kenapa selama ini kau aku pernah menyentuhku atau bahkan menciumku” tanya mu perlahan sambil tersenyum pahit.

“Itu..itu karena aku mengira kau akan slalu berada disisiku. Aku ingin menjagamu maka nya aku tak pernah menyentuhmu…aku..aku..aku sangat mencintaimu, ku kira kita akan selalu bersama makanya aku tak pernah menciummu” jelas nya sambil menangis kencang, udara sore yang hangat. Matahari yang nampak cahaya ke emasan di ufuk barat terlihat indah. Kau pun tersenyum mendengar semua itu.

“Hiduplah dengan bahagia dan lupakan aku. tersenyumlah karena kau terlihat tampan jika tersenyum” Lalu kau menghampiri nya , kemudian menciumnya dan dii saat itu juga kau menghilang bersama sungmin

THE END

[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: Me, You and Us

Title : Me, You and Us
Author : @gaemangel
Cast : 15 member Super Junior + You
Genre :  family fluffy
Posted by : admin PS – @piskewl

——————————————————————————————————————————————————

“Hyung, hyung” .. Sungmin membangunkan Leeteuk dari istirahatnya. Dengan susah payah Leeteuk membuka matanya secara perlahan.

“Wae?”

“Ini, yeojachingunya Heechul hyung udah dateng, kha hyung, ayo bangun”.

Terlihat di ruang tamu dorm super junior lantai 11 sedang ada aktifitas yang cukup padat.

“Ahh~~hyung udah bangun” ucap Shindong sambil menyapu lantai dari ruang tamu tersebut.

“Dimana Heechul?” Tanya Leeteuk pada dirimu.

“Heechul oppa masih di resto sama jungmo oppa”jawabmu dengan tegang.

“Bagus deh kalo dia masih di resto” teriak Wookie dari dapur.

Semua sedang sibuk merapihkan ruangan ini, karena hal ini sudah di rencanakan oleh setiap member dengan matang.cluupp~~ bunyi paprika masuk ke air.

Kyu melongo,”Ryeowookaa~~ottoke? Itu kenapa ?”,

“YAAA!!jangan kebanyakan!! Nanti aneh rasanya” marah Wookie yang kemudian sadar Kyu sudah lari untuk duduk di samping Siwon.

“Jadi bagaimana rencananya?” Siwon bertanya padamu,

“aku sudah memikirkannya matang2, oppadeul mohon bantuannya yah”.

“Ohh, rencana yang kemarin kan?” Shindong dengan segera mengkonfirmasi.

“Eng~~” jawabmu.

♬no, gateun saram tu obsoeh♬, dengan berlari kecil kamu pergi ke kamar Heechul.

“Nee, jagiya..”

“kamu dimana jagiya??”

“Aku di rumah masih tidur”

“Istirahat lah yang cukup, arachi?!”

Suara disebrang telepon membuat mu sedikit lega karena Heechul tidak sedikitpun curiga dengan sandiwaramu

Semua persiapan ini merupakan hal yang kamu tunggu tunggu. Hari ini tanggal 10 juli merupakan ulang tahun Heechul ke 29. Kamu sangat menantikkan kesempatan ini, mengumpulkan 10 member kedalam surprise party untuk Heechul.

“Aku rindu HanKyung”

kembali teringat saat kau sedang berjalan bersamanya di tengah kota seoul. ‘Mian oppa, Mian aku cuma bisa kumpulin 10 member, aku sudah melakukan segala cara, tapi tidak memungkinkan untuk seorang aku melakukannya’.

“Muach..”

Pesan terakhir yang kau dengar dari sebrang. Senyum kecil tergambar di wajahmu.

“Hati2 ya, jagiya”

kemudian kau menutup telepon dan segera keluar dari kamar Heechul.

BUK! tanpa sengaja kau menabrak Yesung yg sedang berdiri membantu Sungmin dan Shindong. “Gwenchanayoo ?? Kau tidak apa apa?”

Yesung dengan sigap membantu mu berdiri, Sungmin dan Shindong juga dengan cepat menghampiri.

“Tidak apa apa oppa, hanya sedikit sesak, mungkin karena kaget”

“Sakit? Sesak? Dimana?” kata Yesung.

“Tidak sakitkan saeng?” Kata Shindong

“Memangnya kamu” lirik Sungmin kepada Shindong.

“Hahahaha” serempak semua tertawa.

Tingtong~~, semua langsung menatap pada pintu, semua kaget dan tersentak,

“persiapan belom selesai, tapi hyung sudah pulang” kata Siwon.

“Ayo cepat cepat rapihkan, Shindong kursinya! Sungmin kertas kertasnya!” Perintah Leeteuk “KYUUUUU!!! Jangan dibukk…”

“Omo ! Kibum hyung ! Apa kabar !” Kyu dgn segera memeluk Kibum.

“Wah, ada apa ini? Kenapa kalian sibuk sekali?” Kibum yg penasaran langsung masuk ke dalam

Semua merasa lega karena ternyata Kibum yang datang dan kau benar2 terkejut,

“kyaaaa !! Kibum oppa ! Kau datang ! Aku bisa mengumpulkan 11 orangg!!”

“Oh ia, benar juga” semua merasa lega, senang, dan rindu pada Kibum.

“Aku ingat hari ini ulang tahun Heechul hyung, jd aku sengaja datang kesini untuk sedikit menyapa, apakah aku datang tepat waktu? Atau malah aku mengganggu?”

“ANII !!” Kau memecah kesunyian, “kau datang tepat waktu” sambil memberikan hormat pada Kibum. ‘Ya Tuhan, aku benar2 senang!’ Pikir mu.

“Sungmin oppa, Shindong oppa, Yesung oppa, karena tadi terburu2 malah jadi selesai yah”

Mereka bertiga melihat sekeliling,

“Omo, benar juga, sampah sudah tidak ada, pernak-pernik juga sudah terpasang” kata Yesung.

“Sudah hyung, duduk disini, kita ngobrol” ucap Kyuhyun yang duduk bersama Leeteuk, Siwon dan juga Kibum.

“Aku juga sudah selesai nih masaknya!” Teriak Wookie

“1,2,3, .. Lho ?! Eunhyuk oppa dan Donghae oppa mana ?!!” ㅠ.ㅠ. Seketika kau putus asa, karena menemukan tidak adanya EunHae.

Tanpa kau sadari Kyu memberi tanda pada Leeteuk. Tiba tiba Leeteuk menenangkan, “jangan kuatir, mereka akan sampai pada waktunya”. ‘Begitu ya’ kau percaya pada Leeteuk. Tentu saja kau percaya, karena banyak hal yang sudah dia lewati bersama semua member

♬no gateun saram tu obsoeh♬ my heenim ♡ tertera di layar hp mu, kau langsung melihat sekeliling dan serempak semua berkumpul. Loud speaker : on.

“No gateun saram tu obsoeh, itu kan barusan yg kau dengar? Ah lain kali aku harus merekam khusus untuk mu tapi suaraku yang bernyanyi” seketika wajahmu memanas

“Odiye? Kamu dimana?” Katamu untuk menutupi wajahmu yang memerah karena kata Heechul barusan.

“Aku ? Tentu saja di hatimu jagiya, masa kau lupa”,

Sungmin tidak kuasa menahan senyumnya sehingga dia terus memeluk Kyu dgn erat.

“Sriuss!! Jgn buat aku semakin malu”,

“baiklahh, aku sudah sampai di parkiran dorm, tapi aku malas naik, jd aku masih di mobil”.

Sambil memberi aba2 kepada semua member untuk melakukan tahap akhir kau menyuruh Heechul menceritakan hal yang baru saja dia lakukan dengan jungmo.

“Ah, sudah aku bosan di mobil, aku akan menelpon mu setelah aku sampai di kamar! Saranghae!” Telepon langsung terputus.

“Semua sudah siap ya oppadeul ? Tapi bagaimana ini Eunhyuk oppa dan Donghae oppa tidak ada” sambil melihat ke semua member

“Sudaah, percaya saja padaku! Ayo kita siap2, Ryeowook, dapur sudah bersih ? Makanan sudah diatas meja ?”

” Tentu saja sudah hyung :))))”

Aku berdoa dalam hati, menunggu namjachingu ku datang dan melihat ekspresinya. Aku berusaha untuk percaya dengan Leeteuk oppa. Tapi masih belom bisa.

Ting tongg~~

“yaaaaaa, buka pintuuuu” segera ahjumma dorm ini membukakan pintu.

SAENGIL CHUKKA HAMNIDAA !!!

Seketika semua bernyanyi. Heechul menunjukkan ekspresi yang benar2 terkejut, seketika juga dia menari no other dengan iringan lagu ulang tahun. Setelah lagu habis dia melihat sekeliling, kemudian member dan dia baru menyadarinya,

“YAAA !! Kamu, ngapain disini ?! Katanya sakitt??!”

Sambil memelukmu erat, “gomawoyo”.

“Jangan begitu Heechul, dia yang mempersiapkan ini semua” jelas Leeteuk.

“Jinjja ? Yang bener ??” Semakin erat pelukkan Heechul, sampai sampai kau merasa sesak.

“Hyung ! Yeoja mu gak bisa napas tuh !” Kata Kibum

“Omo! Mianhaee jagiya” sambil melepas pelukkannya.

“Saengil chukkaDonghae jagiya ♥”

“gomawoyo”

kecupan hangat di pipi kanan diberikan Heechul kepada mu.

“Ini kado dari yeojamu chullaaa, sekarang dari kami” saut Leeteuk segera. Hanya Kyu dan Leeteuk yang mengerti.

“Sebelumnya hyung, aku mau tau, apa yang sangat kau harapkan dari ulang tahun mu hari ini ?” Tanya Kyu.

“Tentu saja yeoja ku dan kalian semua ! Hahahahaha”

‘dia tertawa, tapi bukan itu khas dia tertawa, dia merindukan HanKyung oppa’ pikirmu.

“Bagaimana dengan keluargamu?” Tanya Shindong,

“tentu saja! Aku sangat ingin bertemu dengan mereka!”

“Dan kami membawakan kado spesial untukmu” lanjut Kyu.

Kau melihat sekeliling, semua menampilkan ekspresi tidak mengerti, begitu juga dirimu.

“Narawa ! Ayo kluarrr !” Teriak Kyu,

‘walaupun sudah teriak suaranya tetap merdu’ pikirmu. Pintu terbuka perlahan, terdengar suara tawa. Suara suara itu terdengar asing bagimu, beberapa, ya beberapa, beberapa lagi terdengar sangat familiar di telingamu.

Tiba tiba EunHae keluar dari ruangan itu bersama 4 orang laki laki. Kau berusaha untuk menebak siapa mereka.

“Yaaa !!!! Apa yang sedang kau lakukan disini !!” Heechul berlari dan memeluk salah satu dari mereka.

“HanKyung~ahhh bogosiphoyo” tanpa sadar air mata menetes di pipinya.

“Ohh, oppa .. Annyonghaseyo” tanpa diminta aku sudah menyapa mereka semua.

Leeteuk menghampiri Kangin, “Ya, sampai juga kau dirumah”

Siwon kemudian menyapa Zhoumi, “kau bawakanku bubble tea tidak?”

Henry kemudian menjawab “tidak, tapi kami bawakan beberapa jajanan dari taichung”.

Henry tersenyum sehingga matanya menjadi hanya segaris. Seketika suasan menjadi sangat haru.

Eunhyuk membelai kepalamu dari belakang. “Teuki hyung sudah bilang, jangan kuatir ! Kami sudah didalam dari tadi”

“Kamu gelisah sekali dari tadi kami lihat, kami hanya menjemput 4 orang itu” sambung Donghae sambil mencubit pipimu lembut.

“Nah, sekarang semua sudah disini, makanan sudah siap, kue juga sudah ada” potong Ryeowook

“Kau sudah membuat permintaan?” Tanya HanKyung.

“Belum” timpal Eunhyuk.

Kangin menghampiri Eunhyuk dan memukulnya.

“Ya ! Heechul hyung yang ditanya ! Bukan kau!!” Tegur Kangin.

“Mian” saut Eunhyuk dengan lirih.

Donghae memberikan kue kepada HanKyung kemudian Heechul membuat permintaan. Setelah lilin ditiup, member menyanyikan tiga kali lagu ulang tahun. Dalam bahasa Korea, China, dan juga Inggris. Malam itu menjadi malam yang panjang bagi 15 member dan juga kamu.

Semua terlihat sangat bahagia, tiba tiba Heechul teriak “jagiya, sebagai hadiah ulang tahunku, kau menginap disini ya!”

“Shiro ! Aku tidak mau, Omma sudah menungguku di rumah”. Telepon genggammu bergetar dan sebuah pesan dari 옴마 omma.

‘Tidak usah pulang malam ini, bersenang senang lah, aku tidak akan membuka kan pintu!’ Dengan ekspresi kaget kau membaca dengan tidak percaya.

“Mwo?! Tidak buka kan pintu?! Omma, jinjja yo?!” Kau melihat ke Heechul, senyumnya yang menghiasi wajahnya membuat wajahmu memerah seketika.

“Kata hyung kau tidak boleh melewatkan malam ini!” Kata Eunhyuk.

“Ayo sini, kita ngobrol lagi” kata Zhoumi dengan aksen mandarinnya.

satu persatu member tertidur.

“ya, gaeteuk aku pindah kekamar” Heechul pada Leeteuk.

“Engg~” jawab teuk yang sedikit mabuk.

Heechul mengangkatmu kekamarnya dan meletakkan mu dengan perlahan di atas kasur, kemudian masuk kedalam selimut bersama mu.

“Gomawoyo jagiya, nomu saranghae”

kecupan di pipi kanan kiri, kening, hidung yang kemudian berhenti di bibirmu menutup kalimatnya.

-7 July 2011-

[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: The Unbelievable Revenge

Don’t be silent rider^^

***

Title : The Unbelievable Revenge

Author : DS

Cast : Kim Ryeowook, Kim Heechul, Taecyeona and YOU

Genre : Kekerasan

Posted by : admin PS – @piskewl

———————————————————————————————————————————————————————-

*Author POV*

“Happy anniversary chaggi..”Ucap heechul padamu dengan senyuman manisnya. ini adl perayaan 2 tahun kamu berpacaran dgn dia. Bukan hanya itu, kali ini heechul menyematkan cincin bermata berkian ke jari manismu. Ditemani remang – remang cahaya lilin dan lantunan musik romantis, kalian terus bercanda serasa dunia milik berdua.
Disela tawa dan canda kalian tiba-tiba BAK! seketika semua gelap. Kepalamu terasa sakit,dan samar-samar terdengar teriakan heechul memanggil namamu lalu perlahan suasana menjadi sunyi bagimu.

*You POV*

Di mana ini?aihh..kepalaku sakit sekali…ada apa ini sebenarnya??aku tak tau di mana aku berada sekarang, dan aku tak tau apa yang baru saja terjadi padaku. Yang aku ingat hanya secuil kejadian. Cincin berlian, lilin, dan Heechul..oh tunggu..ke mana namjachingu ku?? ahh..sungguh..aku panik sekali. Bukan karena apa, melainkan aku mencemaskan keadaan Heechul. “Sudah bangun kau rupanya?” ucap sorang namja padaku. Suaranya ringan, dan tinggi. Bukan. Ini bukan suara Kim Heechul..lalu siapa dia? Wajahnya ditutupi topeng..apaini adalah salah satu rencana Heechul untuk mengerjaiku?? ah,tidak mungkin dia setega itu. Memukul kepalaku,menyakitiku?? TIDAK! ada apa ini sebenarnya?? Entahlah, kepalaku masih sangat sakit. Sungguh aku tak mengerti ada apa ini.

*Author POV*

Kamu belum sepenuhnya sadar.Otak mu masih berusaha mengingat apa yg sebenarnya terjadi. Yang dapat kamu ingat hanya heechul yg meneriakkan namamu.
“Siapa kau?” Tanya mu pada namja itu.dia hanya tersenyum sinis. Separuh wajah namja itu menggunakan topeng.sehingga kamu hanya dapat melihat senyumnya.
“Karena terlalu banyak namja di sekelilingmu,kamu tidak ingat padaku huh?” Ucap namja itu sambil membelai wajahmu.
Kamu tidak yakin kalau kamu mengenal namja itu. tapi,senyumnya sangat familiar bagimu.dan ya. kamu terus berusaha mengingat semua kejadian.
“Di mana heechul?” Tanyamu membentak.jelas kamu khawatir pada namjachingu mu.”Heechul katamu?” Ucap namja itu. dan PLAK! Dia menamparmu.”Sial! masih saja kau memikirkan namja lain.”Ucapnya tegas.

“Hyung! kemarilah. Yeojachingu mu ingin bertemu” teriak namja itu kesal.”Ah,baiklah.sudah kuselesaikan tugasku.sekarang dia kuserahkan padamu. bersenang-senanglah!” Ucap heechul tenang sambil menepuk bahu mu.

*You POV*
hah?? Apa apaan ini??tak mungkin Heechul berkata seperti itu. Dia kan namjachingu ku. Bahkan kami sudah 2 tahun berpacaran. Tapi, tatapan mata Heechul barusan mengisyaratkan bahwa dia tidak sedang bercanda. Aku sangat mengenal Heechul, jadi..AH!! dia yang merencanakan semua ini?? Menyerahkan yeoja nya pada pria tak dikenal?? Awas kau Kim Heechul!! Aku tak akan melepaskanmu! Tapi , sekarang ini bagaimana?? Sungguh..aku sangat panik dan ketakutan sekarang.
“Masih tak mengenaliku chaggi?” Ucap namja itu nada suaranya terdengar seperti sedang mengejekku.

*Author POV*
Perawakannya kecil,agak ceking,dan tidak terlalu tinggi. kamu merasa pernah mengenal namja itu.tapi kamu tidak yakin siapa dia.
“Siapa kau? lepaskan aku! kita bicarakan baik2!” Kamu memohon. tapi tidak digubris. namja itu mendekatimu dan membisikkan sesuatu. sesuatu yg membawa memorimu ke masa lalu.
*FLASHBACK*

“Aku mencintaimu…jadilah yeojachingu ku..ku mohon..” ucap seorang namja malu – malu padamu. Kamu tak menjawab, hanya memandanginya dengan cermat. Dari kepala, sampai kaki. Tak ada yang luput dari pandanganmu. “bagaimana? Maukah kau menerimaku?” tanya namja itu disusul dengan senyuman yang mengisyaratkan permohonan.

“kau ini gila atau apa?” ucapmu ketus. “Kau lupa siapa aku? Aku ini seorang model terkenal. Mana mungkin aku mau pacaran dengan namja ceking sepertimu? Apa kata dunia? Haha,,” jawabmu kasar diiringi tawa mengejek. “tapi…jika kau menghendaki, aku akan minta siwon hyung untuk mengajariku supaya aku tidak ceking lagi..aku akan berusaha supaya kau tak malu pacaran denganku..aku juga akan membahagiakan mu. Aku janji..” ucap namja itu mrepet gugup. Kamu hanya tersenyum sinis. Kemudian… “Hei kalian semua kesini..aku punya pengumuman..” teriakmu mengundang semua mahasiswa yang sedang ada di koridor kampus. Undanganmu itu secara otomatis membawa semua mahasiswa berkumpul mengerumunimu dan namja itu. “dengar ini..namja ceking, nerd, kolot ini menyatakan cintanya padaku..kalian bayangkan..bagaimana??” ucapmu keras seakan memberikan pertanyaan kepada semua orang yang berkumpul di situ. Terdengar bisik-bisik yang mengejek namja itu. Semakin lama semakin keras. Tak puas dengan itu, kamu mengambil bunga yang ada di tangan namja itu, lalu membanting dan menginjaknya sambil berkata “sebaiknya kau berkaca hei namja ceking..KAU TAK PANTAS JADI PACARKU!!” lalu kamu pergi meninggalkan kerumunan. Namja itu? Dia hanya terdiam. Terlihat butiran air mata jatuh ke pipinya.

*Author POV*
“Andwe! kim ryeowook tidak mungkin seperti ini!” Teriakmu histeris dan menangis.”Semua mungkin chaggi..kau yg telah membuat kim ryeowook seperti ini.menjadi kim ryeowook yg baru!” Balasnya dingin.
Kamu lemas mendengar perkataannya.” tak mungkin namja imut seperti
ryeowook sanggup berbuat seperti ini padaku.bukankah dia dulu bilang dia mencintaiku?” Batinmu.
“Tatap wajahku!” Bentak ryeowook padamu.kali ini dia sudah membuka topengnya.”masih ingat perbuatanmu padaku dulu chaggi?” Bisiknya sambil menjambak rambutmu.
“Mianhae wookie..” Ucapmu lirih sambil menangis.”Mwo? kau panggil aku
apa?wookie? sungguh tak sopan kau!!” Bentaknya sambil mencengkeram lenganmu.
Kamu hanya tertunduk menangis. dan kamu kembali teringat bagaimana kau menolak cinta ryeowook saat itu dengan mempermalukannya di depan umum. meneriaki dia dengan perkataan yang tak pantas.

*You POV*
ya Tuhan..apa aku tak salah?? Dia Kim Ryeowook?? Demi apapun, aku sungguh tak bisa mempercayai ini. Namja imut seperti itu bisa bisanya melakukan hal sekejam ini?? Sudah berapa kali dia menamparku, menjambakku tadi..sungguh di luar akal sehat. Pipiku panas..aku yakin, pasti tamparannya tadi menyisakan bekas kemerahan di pipiku. Tapi, apa yang kau lakukan sampai dia begitu marah padaku? Apa karena ucapanku waktu itu? Tuhan, maafkan aku…sungguh aku tak bermaksud menyakiti hatinya. Ryeowook, aku mohon maafkan aku…maaf…

*Ryeowook POV*

Lihat, dia menangis sekarang. Dia tampak sangat ketakutan. Sangat lemah. Sungguh berbeda dengan sikapnya saat mengatai ku. Haha.. lihat, menangis saja dia masih tetap cantik. Kalau boleh jujur, aku sebenarnya masih menginginkannya. Dan aku tak tega menyakitinya seperti ini. Tapi, jika ingat perbuatannya padaku waktu itu sungguh aku tak bisa memaafkannya..kau tau? Sejak kejadian itu, ke manapun aku pergi selalu saja ada orang yang mengataiku. Dan itu membuatku sakit. Apalagi tepat setelah kejadian itu, aku memergoki dia sedang bercumbu dengan Taecyeon, asisten dosen baru di kamar mandi. Entah kenapa, hati ku bagai terbakar. Bisa bisanya setelah menyakiti ku dia bersenang senang dengan namja lain?? Sungguh wanita racun! Dan saat aku menyuruh Heechul hyung untuk mendekati dan menjebaknya, tak kusangka dia mudah sekali masuk dalam jebakan. Sebenarnya, wanita macam apa dia? Dengan mudahnya didapatkan. Ya. Memang dalam kasusku tidak. Karena aku tidak sekeren Taecyeon dan tidak setampan Heechul.

*Author POV*

Kau tau?namja yg kau sebut ideal seperti Taecyeon sekarang sudah mati ditangan orang yg kau anggap pecundang ini!” Ucapnya bangga.
“Dan namja yg selalu kau puja seperti Heechul, dia hanya mempermainkanmu..dan itu atas perintahku!” Bisiknya kepadamu lalu dia tertawa.
Hatimu hancur mendengarnya.kamu sungguh menyesal atas perbuatanmu.” Sungguh wookie, aku minta maaf..sekarang tolong lepaskan aku..” Ucapmu memohon.
“Entahlah chaggi..bahkan aku tak bisa membencimu. kau mau kulepaskan huh? baiklah. asal kau mau bersamaku selamanya.” Ucapnya ngeri.
“Tolong lepaskan aku dulu..kita bisa bahas itu nanti..kumohon..” Ucapmu sambil menangis. ryeowook hanya diam memandangimu dgn tatapan tajam.
Ryeowook bergegas meninggalkanmu yg msh terikat. Dengan segera dia kembali menyiramkan cairan ke seluruh penjuru ruangan.dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya.
“Baiklah,kau akan kulepaskan dan aku tak perlu negosiasi apapun.kau kulepas, lalu kita pergi bersama.” Ucapnya tegas.kamu hanya mengangguk kecil.

*Ryeowook POV*

Entah dari mana aku mendapatkan keberanian ini. Tapi sungguh aku merasa sangat puas. Kusiramkan bensin ke seluruh penjuru ruangan. Baunya sangat menyengat, aku sampai pusing dibuatnya. Aku sadar ini berbahaya, tapi bagaimana lagi…semuanya sudah terlambat. Jika aku melepaskannya sekalipun, aku tetap tak mungkin mendapatkannya. Melihatnya bersama namja lain bisa membuatku gila. Yah. Lebih baik memang seperti ini.

Aku memeluknya erat, mencium keningnya. Hal yang sudah lama aku inginkan. Kulemparkan korek gas yang ada di saku ku. Perlahan ruangan menjadi terang. Oh tidak. Sangat terang. Dan menjadi sangat panas.Ya.inilah akhir segalanya. kau memang ditakdirkan menjadi milikku chaggi..kau kulepaskan sekarang  dan pergi bersamaku selamanya.

***


[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: Best Friend are Everything

Just don’t be silent riders^^ we need your comment

***

Tittle : Best Friend are Everything!

Author : @gaemangel

Cast : EunHae, Siwon, You

Genre : friendship

Posted by : admin PS – @piskewl

———————————————————————————————————————————————————————-

*plak* suaranya yang keras meninggalkan bekas di pipinya. Kau menampar Eunhyuk karena menurut mu dia sudah keterlaluan.

Malam itu kau, Donghae dan Eunhyuk duduk bersama di taman. Angin yang bertiup membuat matamu berair.

“Sudah malam, ayo kita pulang” ajak Eunhyuk sambil menarik tanganmu. Tapi kau tetap duduk dan menarik tanganmu.

“Aku masih ingin disini” katamu ketus.

“Ya, buat apa lagi kau duduk disini, nanti kau malah sakit” suaranya meninggi.

Donghae berdiri, menghadap ke Eunhyuk. Kau melihat tatapan Donghae yang tidak biasa.

“Lepaskan dia Eunhyuk, dia tidak ingin pulang, biar dia bersama ku” Donghae mengingatkan Eunhyuk.

Eunhyuk kembali menarik tanganmu, seketika Donghae melepaskannya dengan paksa, kau merasa kesakitan. Buk! Eunhyuk terjatuh. Seketika Donghae datang ke atas tubuh Eunhyuk, menunduk dan berkata

“Dia tidak mau, jangan memaksanya”, Eunhyuk mendorong Donghae, berdiri, dan mendaratkan 2 kepalan pada perut Donghae.

‘Apa yang harus kulakukan?’ Batinmu.

“YAAAA!!! BERHENTIIIII!!!!!” Kau berusaha melerai mereka berdua.

Eunhyuk menuruti mu, kemudian menatap Donghae dengan tatapan tajam. Kau membalikkan tubuh Eunhyuk agar kau bisa menatap wajahnya.

*Plak!* tamparan mu membuat pipi Eunhyuk menjadi merah. Seketika dia pergi, berlari dan menghilang di sudut jalan.

3 bulan berlalu, kau tetap menjalani hubungan mu dengan Donghae, tapi tidak dengan Eunhyuk. Hubungan kalian dengan Eunhyuk semakin memburuk karena kau lebih memilih Donghae. Hari ini Donghae dan Eunhyuk berada dalam satu frame, keduanya terlihat sangat canggung. Tiba tiba ..

“Donghae, ada apa ? Kau terlihat sangat tidak fokus, ini sudah kesekian kalinya kau menabrak Eunhyuk” tegur Siwon.

Seketika Eunhyuk kluar ruangan, Donghae mengikutinya tanpa menjawab pertanyaan dari Siwon.

“Donghae, ikut denganku, kita berbicara di luar” suara Eunhyuk mengagetkan Donghae yang sedang duduk melamun.

“Sudah lama ya kita tidak ngobrol, hehe, bagaimana kabarmu? Kenapa kau hari ini tidak konsen sekali?” Tanya Eunhyuk

“Tidak apa-apa, aku hanya lelah” Donghae menjawab dengan singkat sambil memandang lampu-lampu kota seoul yang cantik.

“Yaa, jangan begitu. Aku sudah melupakan semuanya. Tak perlu diperpanjang. Aku capek” jelas Eunhyuk

‘Apa maksud bocah ini..’ Donghae tidak mengerti maksud kata-kata Eunhyuk. Donghae terus berfikir sambil menatap wajah Eunhyuk. Eunhyuk yang sadar dengan segera melambaikan tangannya di depan wajah Donghae.

“Hus ! Kenapa kau Donghae !”

“Jangan begitu, kau membuatku ngeri”,

“aku tidak mengerti maksud mu hyukkie, kau sudah tidak marah padaku?”

“Hahahah!”

Jari Eunhyuk melambai di kepalaku sambil mendorongnya.

“babo ! ayo masuk, nanti teuki hyung marah sama kita” ajaknya

Donghae menarik tangan Eunhyuk, seketika Eunhyuk sudah dalam pelukkan Donghae.

“Mianhae Hyukkie, mianhae”

air mata mengiringi kalimatnya. Eunhyuk membalas pelukkannya. Semakin erat dan dalam.

“Babo! Aku sudah tidak mau memikirkannya, dia sudah memilihmu, lebih baik aku melihatnya bahagia bersamamu, dari pada dia tidak bahagia denganku, aku malah akan menyiksanya” Eunhyuk menjelaskan semuanya

Sepasang mata melihat dari kejauhan, kau menjadi saksi dari persahabatan yang sangat kuat. ‘Syukurlah’ pikirmu.

“Chaa, kita selesaikan pekerjaan kita, kemudian kita keluar minum. Ajak lah yeojachingu mu” Eunhyuk mengakatannya dengan rap.

“Hahaha” Donghae terlihat lega.

“Aku disini” sautmu dengan segera.

Mereka berdua seketika menatap kearahmu.

Tatapannya tajam, seperti ingin membunuhmu. Donghae melihat ke Eunhyuk, Eunhyuk mengangkat dagunya seperti memberi perintah.

“Aaaaaaaaaaaaa !!!!!!!!!!”

Teriak mereka berdua, sambil berlari ke arahmu. Kepalan tangan mereka siap menghampiri mu. Kau hanya bisa memejamkan mata dan ketika keduanya menghampiri mu, membaringkan tubuhmu dengan segera ke jalan. Kemudian ..

Mereka mengelitiki mu sampai kau mengeluarkan air mata, saking tidak tahan geli.

“Jebal, berhenti” katamu memohon.

“Andwe ! Shiro ! Jangan hae, sampai dia minta maaf kepada kita” teriak Eunhyuk.

“Hahhahaahmahahhahahaaafffahahhahahah”

“apa?” Donghae terus mengelitiki.

“HahahahMAahahahAAFFFFFHahahah”

Mereka berdua merasa lelah, dan ikut merebahkan tubuh mereka di samping kanan kiri mu. Kalian menghadap langit, tertawa bersama. Seketika Donghae memelukmu. Tapi kau merasa hangat sekali seperti dua orang memelukmu. Karena Eunhyukpun memelukmu dari sisi yang berlawanan dengan Donghae.

“Ya!” Tangannya memukul kepala Donghae.

“Jaga yeojaku ini ya. Jangan buat dia menangis! Kalau sampai aku tau dia sedih, aku orang pertama yang kau temui” ancam Eunhyuk.

“Hihihi, neeeee hyungnim” jawab Donghae. Malam itu pun menjadi malam yang paling indah selama kau menjadi milik Donghae.

-14 July 2011-


[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF: Love Attack

PLEASE DON’T BE SILENT RIDERS

***

Title : Love Attack

Author : DS

Cast : Kim Jong Woon , YOU

Genre  : Romance

Posted by :  admin PS – @piskewl

———————————————————————————————————————————————————————-

*Author POV*

Kamu duduk sendirian di sebuah kafe yang sudah biasa kamu datangi bersama teman – temanmu. Duduk di kursi favorit mu. Sofa panjang di sudut ruang. Hatimu terasa tak tentu, seperti ada yang melompat – lompat di dalam hatimu.

*You POV*

Oppa,jadi namjachingu ku ya..ah bukan begitu.harusnya agak sedikit lebih tenang.ah tidak.harusnya diucapkan dengan lantang.bagaimana iniii…??? apa yang harus aku lakukan?kau tau,perasaan seperti ini sangat tidak aku suka.perasaan yang tak jelas. Tapi kali ini harus kuutarakan. Sudah setahun aku memendamnya,dan itu membuatku tak nyaman. Bayangkan saja,aku bertemu dengannya setiap hari dan kau tau bagaimana rasanya? Sungguh tidak enak. Apalagi jika teman – teman yeojanya mulai menempel padanya. Aish…sungguh,rasanya ingin kujambak mereka. Ya. Kali ini harus kuutarakan perasaanku padanya. Persetan bagaimana tanggapannya,yang penting aku lega.

*Author POV*

Hari semakin sore, dan namja yang kamu tunggu tak juga datang. Kamu masih mencoba coba nada bicara yang tepat untuk mengutarakan isi hatimu. Tiba tiba … kamu dikejutkan oleh bisikan seorang namja di telingamu.”Kau sudah lama menunggu?”Suara lembut seorang namja berbisik ditelingamu.”Ah,kau mengagetkanku saja oppa.ayo duduk.”Ucapmu kaget. Namja itu adalah namja yang kau pikirkan selama ini.yang kamu inginkan untuk jadi namjachingu mu.”Jadi,kenapa dongsaeng kecilku ini ingin bertemu denganku?” Ucapnya sambil tersenyum.

*You POV*

DEG! Suara itu..desahan nafasnya sungguh bisa kurasakan. Suaranya yang berat sangat familiar bagiku. Ya Tuhan,dia sudah datang…bagaimana ini…jantungku detaknya tak lagi teratur,sungguh..ini lebih berat dari yang kukira sebelumnya. Kupikir semua akan mudah, kan aku sudah biasa ngobrol dengannya. Tapi perasaan ini sungguh membuatku gila. Haruskah langsung kuutarakan sekarang atau memulainya dulu dengan obrolan ringan seperti yang biasa kami lakukan setiap hari?? Aisshh jinjja…aku benci perasaan ini.

*Author POV*
Jantungmu seakan berpindah ke perut saat menatap wajahnya.detaknya tak lagi teratur. nafasmu sesak karenanya. “Oh,ani..hanya ada yang ingin kukatakan oppa..” Ucapmu terbata. “Jadi namjachinguku ya yesung oppa..” Ucapmu tegas sambil menutup mata. seketika itu juga tawa yesung pecah..” Siapa yang mengajarimu?” Ucapnya sambil terus tertawa. Wajahmu memerah.dan BUK! kamu menghantamkan tas ranselmu ke wajahnya. dan langsung lari meninggalkan yesung. “Bodoh! kenapa aku memukulnya? ” Gerutumu.

*Yesung POV*

Tas ranselnya tepat menghantam hidungku. Jangan tanya bagaimana rasanya. Untung saja hidungku tak terlalu mancung..jika saja hidungku semancung leeteuk hyung, padti sudah patah karena hantaman tas ranselnya. Beraninya dia melakukan ini. Tapi, apa dia bilang? dia minta aku jadi namjachingu nya? GILA! ini benar benar gila…bahkan dia mendahuluiku untuk mengutarakannya.apa-apaan ini?? apa aku yang terlalu lama atau dia yang terlalu agresif?? ah, tapi mau apa lagi..toh sudah terlanjur. Jujur saja, aku geli sekali mendengar ucapannya. Bagaimana gadis yang selama ini aku anggap dongsaengku mengutarakan hal itu..memang,aku pun sebenarnya ingin dia jadi yeojachinguku tapi..hei,usianya jauh di bawahku. Bisa – bisa aku disangka pedofilia. Dan sekarang dia pergi tanpa minta maaf atas perlakuannya padaku bahkan dia tak menunggu jawaban dariku. Sebenarnya apa maunya?? Apa wanita memang selalu begitu??

*Author POV*
Seminggu berlalu.selama seminggu itu pun kamu tak masuk kuliah. Apalagi jika bukan karena depresi. ya. depresi karena rasa malumu melebihi rasa kesalmu pada yesung.
Sejak pertemuan itu,kamu tak lagi berani bertemu dgn yesung.kamu merasa malu setengah mati. “Aish..jinjja..jangan sampai aku bertemu yesung oppa.bisa mati aku.” Ucapmu lirih sambil berjalan cepat menuju kelas.
Ponsel mu berdering “kau pulang naik taxi saja.appa tak bisa menjemputmu.ada operasi di rumah sakit. hati-hati di jalan.saranghaeyo.” Bunyi pesan dari appamu.

*You POV*
Ah,appa..kenapa baru sekarang beri tau aku..bahkan aku sudah menunggu dari tadi. Bahkan sekarang kampus sudah sepi. Harus bagaimana ini?? Kau tau,akses ke kampusku tidak mudah. Kendaraan umum jarang sekali lewat. Apalagi ini sudah petang mana ada kendaraan umum yang beroperasi. Bahkan jika kau menelpon taxi sekalipun, mereka tak mau menjemputmu. Memang, kampusku berada di daerah yang tidak mudah dijangkau. Jauh dari pusat kota , dan sepi . aneh kan? Ya. Inilah kampusku.

*Yesung POV*

Ah dia masih belum pulang juga rupanya. Apa apaan ini? Anak gadis sampai petang begini masih saja berkeliaran di kampus. Sungguh, ingin rasanya aku menghampiri dan menemaninya. Tapi, aku yakin dia tak akan mau kutemani. Apalagi setelah kejadian minggu lalu. Dia pasti sangat marah padaku. Bahkan aku tak berani menghubunginya lagi seteah kejadian itu. Bagaimanapun, aku tau bagaimana dia. Jangan pernah ajak bicara dia jika dia sedang marah kalau kau tak mau dimakan hidup – hidup. Makanya, sedari tadi siang aku hanya berani mengamatinya dari jauh.

*Author POV*
Tanpa kamu sadari sepasang mata mengawasimu dari kejauhan sambil sesekali tersenyum melihatmu.ya.sudah sejak tadi siang namja itu memperhatikanmu. Setelah menunggu setengah jam di pinggir jalan,akhirnya sebuah taxi melintas. tanpa basa basi kamu langsung menghentikannya dan masuk.
Belum sempat kamu menutup pintu mobil,tiba tiba seorang namja yg sejak siang mengamatimu menerobos ikut masuk ke dalam taksi. “Ya! enak saja masuk ke taksi ku! kau ini punya mata atau tidak? taksi ini berpenumpang!” Teriakmu galak. Tanpa menggubris teriakanmu,namja itu tetap masuk dan duduk di sebelahmu. “Siapa bilang ini taksi mu? taksi ini milik ahjusshi itu” ucapnya sambil tersenyum nakal.
“Kim jongwoon!!kau?” Ucapmu kaget. mengingat kejadian waktu itu,kamu ingin segera keluar dari taksi,tapi tanganmu dipegang erat oleh yesung. sekarang jantungmu berdetak tak beraturan. perutmu terasa mulas.
Sepanjang perjalanan,kamu hanya terdiam dan menunduk.tanganmu masih tetap digenggam erat oleh yesung. “Setelah kudiskusikan,aku sudah memutuskan.” Ucap yesung setengah berbisik kepadamu..”Sudahlah oppa,tak usah kau ungkit lagi.lupakan!” Ucapmu tenang.

*You POV*
apa inii??? Seenaknya masuk taxi ku, dan seenaknya memperlakukanku seperti ini. Ya Tuhan..bencana apa ini??? Tangannya menggenggam tanganku erat. Rasanya seperti tersengat listrik. Dan apa yang dia bilang tadi? Apa yang sudah dia putuskan? Jangan sampai dia membahas pertemuan minggu lalu. Dan apa yang kukatakan barusan? Ya. Tentu saja aku ingin dia melupakan kejadian minggu lalu. Bayangkan saja, ketika kau mengutarakan isi hatimu pada seseorang, orang itu malah tertawa terbahak – bahak menertawaimu. Sungguh aku masih malu jika mengingatnya.

*Yesung POV*
“Ya!bagaimana bisa kulupakan?bahkan hidungku masih sakit karena tasmu itu!” aku meneriakinya. Kali ini aku sangat sebal padanya, bagaimana bisa dia mempermainkan perasaanku. Seenaknya bilang suka, lalu seenaknya menyuruhku melupakan. Dasar wanita! Aku beranikan diri untuk mendekatinya kali ini. Kudekatkan wajahku ke wajahnya. Kuraih dagunya, haha..aku ingin memandang wajahnya. Lebih tepatnya memandang matanya. Aku yakin sekarang dia sedang gugup. Benar saja. Matanya tidak fokus. Aku sangat hafal dengan gerak – geriknya. Sekarang aku yakin, dia benar – benar menginginkanku. Dan apa katanya? Mianhae? Enak saja. Dia harus bertanggung jawab atas semua ini. Hidungku, hatiku, semuanya.

*Author POV*
“Jadi yeojachingu ku ya..” Ucapnya lalu tersenyum manis.wajahmu memerah, jantungmu berdetak sangat kencang. kamu mengangguk dan membalas senyuman yesung.
“Jadi,siapa yang kau ajak berdiskusi tentang ini oppa?” Tanyamu curiga.”Kkoming.dia ingin punya omma katanya.” Jawabnya sambil berkedip nakal.

***


[SJFI Fan-Fiction] Imagine FF 1

whoaa~~~ this is ouyr first ff. all admin contributed to make iy ❤ hope you like our imagination^^ and please don’t be silent riders

***

Author: @gaemangel

cast : 10 member Super Junior + You

genre : family romance sad

 ***

“Shining staaarrr.. Like a little diamonn.. Jeng jeng jengg” Kyuhyun menekan tuts tuts piano dengan kasar.

“Yaa, oppa ! Berisik banget sih dari tadi !” Marahmu.

“Aku harus menulis lagu, tapi benar-benar tidak ada ide” jelas Kyu.

Hari ini kau sedang berkunjung ke dorm kakak laki-lakimu.

“Saeng, jangan marah seperti itu ke Kyuhyun, seharusnya kau menyemangatinya”.

“Tapi Sungmin oppa, dia itu dari tadi seperti orang stress tau!” Kau juga memarahi Sungmin, oppamu.

“Saeeng, namjachingumu tuh datang!” Teriak Sungmin dari arah dapur.

Lelaki masuk ke dorm tanpa ketuk pintu. “Ooo, hyung, kau datang” sapa Kyu kepada laki2 itu.

“Jagiya, odiye? Dimana kamu?” Tanpa mengubris Kyuhyun.

“Yaaa! Kim Ryeowook! Kau tidak menjawabku” tegur Kyu. Wookie datang ke Kyu,

“Ya, dimana yeojaku Cho Kyuhyun?”

“Aku disini jagiya, jangan begitu dengannya, dia sedang tertekan! Hihi” kecupan hangat sampai di pipi kirimu.

“Sudah siap pergi jagiya?” Tanya Wookie.

“Siap ! Ryeowook-NIM! Oppa, pergi dulu yaa…” Pamit mu dengan gembira.

“Hyung, Kyu pergi dulu ya” sambung Wookie sambil menutup pintu.

Hari ini kau akan pergi ke taman, hari yang kau tunggu-tunggu untuk berjalan bersama yeojamu. Wookie sudah berpakaian lengkap ala artis, namun kau tetap merasa senang dan dekat sekali dengan Wookie. Sambil berjalan tanganmu melingkar di tangan Wookie. Sesekali kau meliriknya dan melihatnya tersenyum.Sesekali pun mata kalian bertemu.

“Jagiya, hari ini cerah sekali. Bagaimana kalau kita beli es krim?” Tanya Wookie.

“Aku mau strawberry!!” Ucapmu semangat.

Kalian berjalan bersama mengarah ke tempat penjual eskrim. Tiba tiba kau merasa pusing. “Jagiya, jagiya” teriak Wookie, kau terjatuh pingsan. Darah keluar dari hidung dan mengalir ke tangan Wookie.

Segera Wookie membawamu ke rumah sakit terdekat. Sambil menunggu dokter Wookie menghubungi member lainnya. Sungmin, Kyu dan Shindong sampai pertama kali. Sungmin segera menghampiri Wookie.

“Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa kau tidak menjaganya?!!” Teriaknya.

“Hyung tenang, kau di rumah sakit” Shindong berusaha menenangkan.

“Aaa.. Aaa.. Aku tidak tau hyung, tiba tiba saja dia terjatuh pingsang” Wookie berusaha menjelaskan.

Kyu sibuk menghubungi member lainnya. Sementara Leeteuk, Eunhyuk, Donghae dan Heechul sudah di RS.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Donghae.

Kyu hanya menggeleng seketika dokter keluar dr ICU. Leeteuk menghampirinya. Sungmin masih terisak, member lain berusaha menguatkan, kau masih juga belum sadarkan diri.

“Ayo kita keluar ming” ajak Leeteuk.

Semua member sudah lengkap mengikuti Sungmin dan Leeteuk keluar RS.

“Dokter sudah menjelaskan semuanya, adikmu menderita leukimia stadium akhir” Leeteuk menjelaskan perlahan.

Semakin kuat tangisan Sungmin, dia benar-benar tidak percaya akan hal tersebut. Siwon datang ke arah Sungmin, dia berusaha menguatkan Sungmin dengan memeluknya. Member lain menepuk pelan punggung Sungmin.

“Semua akan baik baik saja ming” Yesung berusaha menghibur

“Wookie, kau tau mengenai hal ini?” Tanya Heechul. Wookie hanya bisa menggeleng,

“aku tidak tahu sama sekali”.

“Hyung, lebih baik kau melihat kedalam” saran Eunhyuk.

“Wookie, temani hyung” timpal Sungmin.

Wookie mengikuti Sungmin masuk ke kamar mu. Kau terbangun mendengar kedatangan mereka.

“Bagaimana keadaan mu jagiya?” Tanya Wookie sambil mengecup dahimu.

“Aku tidak apa apa jagiya, aku baik baik saja” jawabmu lemas.

“Kau baik baik saja? Mana yang sakit ? Apa yang sakit?” Tanya Sungmin

“Oppa, aku baik baik saja” kau tersenyum pada Sungmin, kau sangat terlihat lemas.

“Oppa, mianhae.. Aku ga pernah bilang. Aku ga ..” Jari Sungmin memberhentikan kalimatmu.

“Seharusnya kau bilang dari awal, seharusnya kau percayakan semua padaku, kau adalah tanggung jawabku”

Sungmin terisak, kau pun mulai menangis, menyesal kalau hari ini mesti terjadi. Wookie memijat lembut pundak Sungmin dan tangan mu.

“Oppa, jaga dirimu baik baik, jagiya jaga oppaku yah. Dimana member yang lain? Tolong panggilkan mereka” pinta mu.

“Kami disini kok” senyum Leeteuk membuat mu tenang.

“Cepet sembuh ya, kami ingin main denganmu” ajak Shindong.

“Kita harus melanjutkan latihan kita untuk showcasemu!” Eunhyuk tersenyum.

“Aku juga akan membantumu” Donghae mengerling.

“Ya, kau janji mengajari ku dandan!” Tegur Heechul.

“Cepat sembuh ya, abis itu main sama ddangkkoma” Yesung menimpali.

“Tuhan memberkatimu sayang” Siwon mengusap kepalamu.

“Cepat sembuh! Kita akan battle starcraft” ajak Kyu.

Kau hanya bisa tersenyum, memandangi mereka bersepuluh.

“Oppadeul, jaga Sungmin dan Wookie untukku ya. Jangan buat mereka sedih, jaga diri kaliann .. .. Hhhh .. Aku lelah, ingin istirahat dulu” kau berusaha mengucapkannya dengan pelan-pelan.

“Bicara apa kau ini??” Sungmin menyela,

“oppa, peluk aku” pinta mu.

Sungmin berdiri dengan isak tangisnya, mengampirimu dan memeluk mu yang terbaring di atas kasur. Wookie terus memeluk tanganmu dan menggenggamnya. Perlahan kau menutup matamu. Perasaanmu melayang. Hilang.

Tangis Sungmin semakin kuat, Wookie hanya bisa memeluk tanganmu. Leeteuk, Eunhyuk, Donghae, Shindong mulai menangis. Member lain menguatkan. Suasana menjadi sangat kelam karena kau pergi meninggalkan keluarga kecilmu yang bahagia.

-17 July 2011-

Posted by: @Fannnut